Minggu, 29 Oktober 2017

Bersyukur Yuk.

Hai, Assalamualaikum! Sudah sekian lama nggak posting. Hehe. Kali ini aku mau menbahas sedikit tentang perkuliahan di Politeknik.

Seperti yang kita tahu, politeknik memiliki sistem yang berbeda dengan universitas lain. Karena, disini kami dituntun dan dibiasakan menjadi pekerja dengan sedikit teori yang diajarkan. Jadi kami lebih banyak bekerja dan bekerja, turun ke lapangan, ke laboratorium untuk praktek, dan pastinya dari segala aspek dilakukan simulasi lingkungan perkantoran, seperti ketentuan baju misalnya.

Sudah hampir dua bulan aku belajar disini, dan aku mengambil banyak pelajaran. Jadi gini, di kelasku ada 25 mahasiswa. Setelah aku menanyakan beberapa alasan mereka masuk sini, ya selebihnya karena coba-coba dan "daripada tidak kuliah." Hal itu sebenarnya wajar dan bahkan aku pernah berpikir tentang hal itu. Hal itu terbukti, setelah dua orang temanku keluar dari sini untuk melanjutkan hidup mereka dengan bekerja. Ya, padahal belum juga satu semester. Memang sih, ada juga faktor ekonomi yang mendorong mereka untuk bekerja. Dan aku pernah berpikiran seperti itu.

Tapi kurasa cita-citaku juga punya nilai yang sangat penting. Apabila aku tidak berusaha mewujudkannya, aku dan keluargaku akan begini-gini saja. Tidak ada perubahan apabila tidak ada yang bergerak. Begitupun jika aku berhenti kuliah, maka tidak ada perubahan yang akan terjadi pada keluargaku. Walaupun sedikit berat menjalaninya karena ada masalah ekonomi juga, tapi aku yakin Allah meluaskan jalan dari segala permasalahannya. Yang paling utama adalah kita percaya dulu sama Allah, bahwa Allah pasti memberikan kita jalan. Bukan hanya menyerah lalu berhenti, tapi setiap keadaan pasti punya cerita yang berbeda sih. Begitu pun aku dan mereka.

Disini aku belajar bagaimaan caranya liputan, observasi peristiwa secara langsung, mewawancarai orang penting, dan aku dituntut memiliki pengetahuan yang luas dalam menulis. Ya, aku baru sadar bahwa aku menulis yang aku mau saja, tanpa memikirkan dampak, ilmunya, kedepannya, kosa katanya, masih segalanya sesuai hati. Padahal, menulis itu sangat luas. Aku belajar banyak hal mengenai menulis lewat kuliah jurnalistik ini.

Berat memang, sudah berkali kali aku mengeluh kepada orangtuaku hehe. Tapi itu aku lakukan semata-mata meluapkan rasa rinduku kepada mereka yang tidak setiap hari berada didekatku. Aku berusaha untuk selalu terbuka kepada mereka. Aku selalu bilang uang untuk apa saja, terlebih karena sering lupitan ke tempat tempat dan perlu ongkos yang besar. Aku bangga sih berada di posisi saat ini, aku dituntut jadi lebih berani bicara dan mengatur waktu.

Namun, ternyata dari beban selama dua bulan ini, beberapa temanku ada yang tidak cocok. Ya, mereka memutuskan untuk ikut keluar dari sini dan mencoba ke universitas lain. Memang sih sebagian dari mereka memang tidak menaruh mimpinya disini, tapi mimpi mereka lebih hebat dari yang kuduga. Aku harap mereka bisa segera menemukan jalan yang membuat mereka nyaman, meraih cita cita mereka. Aamiin, semoga Allah memudahkan.

Jadi guys, jangan lupa untuk terus mengambil hal positif dari setiap kejadian. Karena apa yang Allah berikan pasti puny arti, karena Allah tidak sia sia memberikan apa yang Dia kasih. Aku yakin, semua ada maknanya. Maka dari itu teruslah bersyukur agar terus bisa memahami arti kehidupan yang diberikan. Bismillah ya kawan...kita berjuang sama sama.

Selasa, 10 Oktober 2017

Untuk Sahabatku


Sebutlah ia sahabatku.

Dia adalah seseorang yang telah memahami segala kelebihan dan kekuranganku. Keberadaannya saat ini mewakilkan rasa rinduku kepada ketiga sahabatku yang lain. Ya, saat ini kami tinggal di satu tempat yang sama. Tempat dimana kami beristirahat setelah lelah menuntut ilmu di perguruan tinggi masing-masing. Ada banyak waktu yang telah kami habiskan disini, terlebih 1 bulan ini.

Jarang sekali kita bertemu, tapi kami selalu menghargai kebersamaan bila kami sedang ada waktu. Kami senang sekali makan bersama, karena dari situ aku bisa berlama-lama bercengkrama bersamanya. Kini, ia punya kesibukannya yang lain, dan kami semakin jarang bertemu. Entah kapan lagi kita bisa makan malam bersama, bertegur sapa atau sekedar mampir mengetuk pintu.

Dia adalah sahabatku dari kelas 4 SD. Sudah lama pertemanan ini kami jalani hingga kami memutuskan untuk bersahabat bersama ketiga temanku yang lain. Dia telah mengerti baik buruknya aku. Dia tau banyak cerita masa laluku dan cerita cerita hayalan yang sering ku angan-angankan. Dia memang bukan satu-satunya teman, tapi ia adalah salah satu teman yang punya pikiran yang sejalan denganku.

Sejak itu, aku hanya bisa melihatnya dari jendela. Walau ia tidak pernah tau jikalau aku sedang berada di kamar saat itu. Ya, diam-diam aku memperhatikannya ketika ia hendak berangkat ke majelis ilmu. Dari sudut jendela aku memperhatikan dan berkata, "Hati-hati dijalan, semoga ilmu yang kamu dapatkan bisa bermanfaat bagi banyak orang. Aamiin," kataku dalam hati.

Dia adalah orang yang sangat dewasa. Walau kedewasaan itu tak pernah dia perlihatkan kepada dunia. Dia cerdas dan dia hebat, pemikirannya luas, dan dia selalu bisa mengingatkan oranglain dengan caranya sendiri.

Andai aku bisa mengungkapkan perasaan sayang, mungkin akan aku katakan kata sayang berulang-ulang. Perasaan bersyukur memiliki sahabat seperti dia yang sangat amat aku butuhkan. Kini kita memang tidak lagi sedekat dulu, tapi kuharap do'a tetap bisa mempersatukan kita.

YaAllah, jagalah sahabatku dimanapun mereka berada.
Jagalah hati-hati mereka dari kemaksiatan yang nyata,
Sukseskanlah sahabatku di jalannya masing-masing yaAllah..

YaAllah, kalau aku menikah nanti,
Aku ingin mereka hadir untuk menemani
Mulai dari persiapan hingga berjalannya resepsi..
Ya Allah..
jadikanlah mereka sebagai saksi atas sebuah janji suci,
panjangkanlah umurku dan umur mereka agar kelak kita bisa bahagia bersama-sama..

YaAllah, jikalau maut lebih cepat menjemputku,
jadikan mereka orang-orang yang menyaksikan jasad terakhirku..
berikan kematianku yang baik menurut-Mu,
agar aku bisa tersenyum untuk terakhir kalinya kepada sahabat-sahabatku yaRabb..

YaAllah.. Jagalah mereka untukku.
Bahagiakan mereka dengan segala ketetapan-Mu.
Sampaikan rasa rinduku kepadanya yaRabb.
Engkau sebaik-baik Penyayang..