Jumat, 30 Juni 2017

Tentang Hijab dan Cadar

Assalamu'alaykum. Alhamdulillah, akhirnya bisa berjumpa lagi nih di post kali ini. Oiya, sebelumnya aku mau bilang Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H ya, Mohon Maaf lahir dan Batin kawan semua, semoga Allah memberikan kita waktu dan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik terus ya. Aamiin.
Bicara tentang pribadi yang lebih baik, nah kali ini aku akan membahas tentang memperbaiki pribadi khususnya untuk muslimah di seluruh dunia nih.
Nah kepribadian itu kan luas yah bentuknya. Mulai dari perkataan, perbuatan, amar ma'ruf dan nahi munkar. Termasuk bagaimana kita berpakaian dan besosialisasi dengan oranglain kan? Nah, gimana kalau kita membahas tentang hijab nih. Menarik kan jadi perbincangan khalayak ramai hehe. Yuk kita bahas!
Sebagai orang yang masih belajar, aku terlahir memang menjadi seorang muslimah yang alhamdulillah sudah berhijab. Walaupun bukan terlahir dari keluarga yang 'tau banyak' tentang islam, tapi aku berusaha untuk selalu mempelajari hal itu. Pernah gak si, kalian mendengar tentang anggapan bahwa 'berhijab itu harusnya tutur katanya lembut dan lain sebagainya'? Gak ada yang salah dengan anggapan tersebut, namun bisa kita lihat diberbagai lingkungan kita banyak yang salah kaprah dengan penggunaan hijab, sehingga hijab dijadikan hanya sebagai syarat mengikuti pembelajaran sekolah, atau hanya digunakan saat mengaji, dan lain sebagainya. Dengan disatu sisi mereka masih berbicara kasar, tidak sopan, dan mencerminkan akhlah yang tidak baik.
Padahal, seperti yang kita ketahui, dalam ajaran islam telah dijelaskan pada QS. An Nur ayat 23 bahwa syarat menjadi muslimah yang baik adalah yang mau mengulurkan kain dan menutupi auratnya, yaitu menutupi bagian dadanya apabila ia berhijab. Nah, dari situ kita bisa ambil kesimpulan bahwa berhijab itu memang WAJIB dan bukan hanya sekedar menjadi syarat apapun. Dari sini kita juga harus bisa belJar bahwa berhijab itu jadi bukan hanya untuk menutup aurat tapi juga berusaha menghijabkan hati kita dengan menghindari perbuatan yang diharamkan oleh Allah dan berusaha mencerminkan akhlak yang baik sebagai muslimah.
Nah, dari sini aku punya banyak pertanyaan yang bisa aku jawab, tapi ini sesuai opini pribadi dari aku aja yah. Kalau ada perbedaan diantara kita jangan dijadikan masalah, karena perbedaan itu menyatukan bukan memecahkan ok? Hehe.
1. Berhijab itu boleh gak sih di model kayak tutorial hijabers gitu?
Sebagai orang yang masih belajar, aku cuma bis amenjawab apa yang aku ketahui aja yah. Jadi gini, ada yang beranggapan bahwa berhijab kan bukan untuk pamer, tabarruj, atau riya. Jadi hakikatnya hijab itu digunakan seperlunya aja untuk menutupi aurat kita sebagai wanita, jadi gak perlu dimodel ala ala hijabers gitu yang nantinya malah mengundang syahwat lelaki yang bukan mahrom. Nah tapi ada juga nih yang beranggapan bahwa boleh boleh saja model hijabnya diubah dan mengikuti perkembangan zaman, namanya juga dampak globalisasi iya gak? Tapi, ada yang bilang kain hijab model ala ala itu gakboleh diputar lebih dari satu kali ke atas kepala. Ya, intinya gaboleh berlebihan gitu. Wallahu'alam sih ya, terserah kalian aja mau ambil jalan apa. Untuk lebih jelasnya coba cari di Youtube ceramah tentang hijab dari Hanan Attaki atau Ustad Khalid Basamalah, insyaAllah beliau lebih ngerti hehe.
2. Gimana nih kabarnya orang yang Berhijab tapi masih suka selfie dan Umbar kemesraan (suami istri) yang sudah halal? Hehe.
Nah, itu juga bentuk pertentangan sih ya. Kalau aku pribadi, jujur aja masih belum bisa mengurangi kebiasaan buruk yaitu Selfie. Hehe. Nah, untuk yang suka selfie, aku pernah lihat video ceramah yang didalamnya dikatakan bahwa selfie itu seharusnya ditinggalkan, karena seperti yang tadi aku bilang, bisa mengundang syahwat laki laki yang bukan mahrom kan, dia bisa terbayang bayang dengan wajah kita, timbullah komentar di media sosial "cantik banget, lucu banget, dsb.", dan takutnya akan ada dosa mengalir dari setiap foto yang kita posting nih kawan. Nah tapi menurut aku pribadi nih yah, foto selfie itu sah sah saja, asal jangan  berlebihan dan gak dipublikasi. secara pribadi sih aku suka banget selfie tapi jarang yang aku post, karena aku juga masih ragu antara meninggalkan dan menjalankan. Tapi yang sering aku post biasanya hal hal penting seperti foto bersama keluarga, foto setiap kejadian/kegiatan positif dimasa lalu, karena aku yakin di masa yang akan datang pasti aku rindu hal itu dan aku bisa meliah foto itu. Hehehe.
Nah untuk yang suka pamer kemesraan, ada pro kontranya juga nih, wajar lah ya namanya juga opini hehe. Ada yang bilang 'gak usahlah diumbar, biar apasih.. sombong, riya, dsb.' Nah ada juga yang bilang 'bukan mengumbar, tapi hanya niatan kita untuk memberikan informasi bahwa kita dan pasangan kita sudah halal. Biar tidak ada fitnah lagi diantara kita. Dan gak ada salahnya mengabadikan moment bersama suami/istri kan?'. Ini juga pendapat aja kawan, terserah kalian mau menanggapi dan menjalankannya seperti apa dan bagaimana hehe.
3. Bagaimana dengan Penggunaan cadar di lingkungan yang tidak memungkinkan?
Nah jadi gini, kalau cadar itu kan sunnah. Tapi, kalau sunnah dijalankan bukankah kita mendapatkan pahala? Nah, sunnah juga tidak menimbulkan dosa nih jika ditinggalkan, jadi penggunaan cadar itu mudah saja. Carilah waktu yang pas untuk penggunaan cadar, contohnya jika memungkinkan gunakanlah cadar ketika berjalan jalan bersama suami/keluarga, tapi jika dalam kampus atau sekolah tidak diperbolehkan maka tidak perlu dipakai. Karena Islam mengajarkan tidak perlu menunda sesuatu karena ingin sempuna sekali. Jika hanya bisa meraih setengahnya maka jangan ditinggalkan semuanya. Sesuai dengan kaidah fiqhiyah “sesuatu yang tidak bisa dicapai seluruhnya jangan ditinggal seluruhnya” Banyak jalan menuju surga, Jika ingin memakai cadar tidak mesti memakai cadar lengkap dengan purdahnya, kemudian memakai pakaian serba besar berwarna hitam. Karena tujuan cadar adalah menutup wajah yang merupakan salah satu bagian yang paling dinikmati oleh laki-laki, maka apapun yang digunakan untuk menutup muka maka boleh-boleh saja. Pakai masker misalnya? Ya semoga sunnah ini tidak punah dan terasingkan ya temen temen. Kita tentu ingin melihat umat Islam kembali ke ajaran Islam yang benar, kembali ke masa kejayaan Islam.. aamiin.
Nah segini aja yah bahasan kali ini, inget ya ini hanya opini yanh pasti ada pro dan kontra. Jadi gak perlu dipermasalahkan kan? Semua tergantung keyakinan, tapi yang jelas telaah dulu syarat dan kaidah serta ajarannya Al Quran dan sunnahnya sebelum melakukan sesuatu. Oiya, jangan lupa menggunakan media sosial dan efek globalisasi kita dengan seefektif mungkin, sebaik mungkin, dan minimalisir ketidakbermanfaatan nya oke? Selamat menjadi Pengguna internet yang cerdas ya kawan. Semoga Allah meridhoi segala langkah kita. Aamiin

Jumat, 16 Juni 2017

Mengenal Istidraj, Allah ridho atau engga?


Assalamu'alaykum sahabatfillah, alhamdulillah dikasih kesempatan lagi nih buat posting hehe. InsyaAllah postingan kali ini aku akan bahas tentang keridhoan Allah tentang apa yang kita miliki sekarang. Sekarang kan banyak tuh yang kita punya dan bahkan yang kita gapunya, nah kira kira Allah tuh Ridho gak sih? Yuk kita bahas sama-sama!

Temen-temen, bagaimana udah bersyukur belum hari ini? Jangan lupa loh ya untuk terus bersyukur kepada Allah atas semua yang Dia berikan kepada kita. Hmm, sebenernya sih singkat cerita aku mau bahas tentang ridho melalui hasil penerimaan PTN kemarin nih. Siapa yang udah keterima di PTN?
Semua jalur yang kita ikutin dalam seleksi masuk PTN itu gak bisa kita tebak, mulai dari SNMPTN, SBMPTN, atau bahkan jalur mandiri dan beasiswa sekalipun. Contohnya aja aku, bukannya sombong apa gimana yah, waku pengumuman SNMPTN tuh aku gak dapet kesempatan untuk ikutan, tapi beberapa dari mereka (teman-teman) pada heran gitu kok si aca ga dapet SNMPTN yah, padahal dia blablabla (seketika mereka berpendapat tentang aku). Jujur aja sih, sedih waktu gak bisa dapet kesempatan itu. Tapi ya mungkin disitulah Allah belum Ridho kalo aku ikut jalur itu, bisa jadi kan?
Dari hasil SNMPTN, aku ikut bangga dengan beberapa teman yang dapet kesempatan itu. Tapi, dari beberapa diantara mereka ada yang membuat aku berfikir 'kok dia bisa sih sementara gue ngga' you know what i mean lah ya. Ibaratnya gini, kamu tau dia di sekolah suka nyontek, tidur melulu, atau bahkan nilai tugas didapat karena hasil ngeliat temen, atau sekedar suka cari perhatian guru gitu. Tapi dia punya kesempatan buat ikut SNMPTN? Naaahh gimana gak kesel gitu yah dengernya hehehe. Menurut kalian kalo yang ini itu Allah ridho gak ya?

Terus dilanjut dengan SBMPTN, seperti postingan aku sebelumnya, lagi lagi Allah belum meridhoi aku untuk ikutan jalur ini. Kok bisa tau sih Allah ridho atau engga? Yaaa cuma perkiraan manusia aja sih hehe, pasalnya waktu itu setiap aku mau daftar SBMPTN, lagi lagi ada aja masalah yang menghambat pendaftaran itu, sampai akhirnya aku memutuskan untuk gak ikut jalur ini dan sedikit putus asa sih hehe. Atau bahkan aku sempet berfikir untuk gak kuliah tahun ini. Huft, sedih banget pokoknya saat itu.

Setelah beberapa minggu berlalu, dan aku udah tenang dengan PMNDPN yang aku dapet dengan D3 ditangan aku, saatnya aku ngeliat siapa aja sih yang keterima SBMPTN? Dan hasilnya mengejutkan, lumayan banyak yang keterima dan ada juga yang gak aku percaya 'kok dia bisa' heheh. Bukannya suudzon atau gimana ya, ini bukan masalah berfikiran positif atau negatif. Tapi coba kita ulas beberapa kemungkinan ini.

Buat mereka yang belum keterima, ini juga bukan masalah kalian benar memilih jurusan sesuai kemampuan atau tidak. Ya, memang itu menentukan, tapi coba dipikirkan secara detail. Kalian yang belum keterima, apakah kalian yakin hubungan antara kalian dengan Allah itu udah bener? Atau singkatnya gini deh, apa sholat kita masih bolong-bolong? Apa baca qur'annya masih sepengennya aja? Apakah kita suka pacaran? Apa kita banyak maksiat? Wallahu'alam kan. Sebelum kita mau meraih hablumminannas atau hubungan antar manusia, seharusnya kita perbaiki dulu hablumminallah atau hubungan kamu sama Allah. Sekarang kita seharusnya intropeksi diri sih, terlebih kita harus tau perbuatan apa aja yang seharusnya gak kita lakuin. 

Sekarang gini sob, bisa jadi kemaksiatan atau kesalahan kita kepada Allah itu adalah penyebab terhalangnya kesuksesan kita. Naudzubillahimindzalik kan ya? Jadi seharusnya kita mulai meminimalisir kemaksiatan dan perbanyak kebaikan sih, dan jangan lupa berdo'a minta ampunan sama Allah juga yah heheh.

Tapi, pasti diantara kalian ada yang heran. Ih dia baik kok, agamanya bagus, shalatnya bagus, bahkan dia gak pacaran. Dia juga rajin belajarnya, pinter dsb. Tapi sampai sekarang dia juga belum dapet PTN? Jangan khawatir, buat kalian yang ada di posisi ini, mungkin Allah belum ridhoin kamu. Mungkin universitas yang kamu pilih gak ada ridho Allah nya jadi Allah gak nyuruh kamu masuk kesana. Simple kan? Jangan bersedih teman, dengan begitu kamu harus percaya bahwa Allah menaruh ridho-Nya ditempat lain. Bener gak si? Jadi, jangan menyerah sebelum kesuksesan itu kamu dapet sendiri ya! Ma'annajah

Dan, pasti gak jarang diantara kalian yang suka juga berfikir kayak gini 'yaAllah, perasaan dia demen banget maksiat, dikit dikit pacaran, dikit dikit nyontek, tapi gampang banget gitu ya dapet PTN'. Pasti ada kan salah satu atau beberapa temen kalian yang kayak gini? Nah, ini nih yang bahaya sob. Bukan berarti mereka yang udah mencapai keinginannya itu ternyata udah daprt ridho dari Allah loh. Ini nih bahaya yang sering disebut Istidraj. Istidraj adalah kesenangan dan nikmat yang Allah berikan kepada orang yang jauh dari-Nya yang sebenarnya itu menjadi azab baginya apakah dia bertobat atau semakin jauh.

Nah, gimana tuh kalo kalian ada diposisi itu? Aku sih cuma takut nih ya, dengan kesuksesan yang kita dapet tanpa ridho Allah kemudian kita berhasil dalam segala hal tanpa ridho Allah, serem gak si? Sewaktu waktu Allah bisa ambil keberhasilan kamu dan seketika sedetik itupun Allah bikin kamu jatuh dan terpuruk. Naudzubillah sih, intinya jangan sampe nih kita jadi bagian orang orang yang istidraj. Karena itu cuma kenikmatan nyata yang bikin kita semakin lupa sama Allah aja, jangan bangga ya kalo kamu dapet ini.
Intinya, sebanyak apapun hal yabg udah kita lewatin dengan lancar, berhasil, memuaskan, kita juga wajib bertatap diri untuk melihat, sebenarnya Allah sudah meridhoi kita belum ya? dan jangan lupa untuk terus berserah diri kepada Allah dengan segala apapun ikhtiar yang kita buat, karena rencana Allah jauh lebih indah dari rencana yang kita buat. Jangan patah semangat, dan teruslah berusaha. Yakinlah Allah selalu ada disetiap langkah yang Dia ridhoi. Aamiin. #Selfreminder

Sabtu, 10 Juni 2017

MAGIC adalah Keajaiban.


Assalamu'alaikum, bismillah, balik lagi nih sama postingan aku kali ini. Udah ramadhan hari keberapa yah ini? Semoga ibadah kita selalu dilancarkan oleh Allah ya, aamiin.. hehehe.
MAGIC, artinya adalah keajaiban. Mereka adalah bentuk keajaiban yang ada di dunia ini, yang Allah berikan ke hidup aku sebagai pelengkap dan pemanis dibalik kehidupan aku. Agak lebay sih yah bahasanya, hahaha selebay rasa sayang aku ke mereka yang gapernah berenti juga sayangnya sama aku. Aamiin.

Minggu, 04 Juni 2017

Perayaan Ulangtahun


Bismillahirrahmaanirrahim
Alhamdulillah, akhirnya punya kesempatan lagi buat ngepost hehe. Gimana kabar kalian? Semoga baik baik aja.. Gimana juga sama puasanya? Semoga lancar terus yaahh. Aamiin.. Alhamdulillah, udah 2 tahun belakangan ini aku ulangtahun dibulan Ramadhan. Bismillah semoga berkah yaa, mohon do'a.. aamiin.