Sabtu, 31 Desember 2016

Sajak : Apakah..

Hai kamu,
yang kini aku tidak tau kamu sedang apa
yang kini aku tidak tau kamu dimana
ini aku,
orang yang selalu mencintaimu dalam diamku.

apakah kamu menikmati liburan ini?
tentu saja, engkau pasti bersenang-senang
engkau pasti bahagia dengan waktu luangmu
engkau pasti selalu bahagia dengan senyum manis di wajahmu itu, hehe

apakah kamu tau,
sepanjang apapaun liburanku kali ini,
tetap saja kamu yang selalu aku ingat
tetap saja kamu yang membuat liburanku menyenangkan
walaupun hanya terbenak dalam fikiran..

apakah kamu tau,
disini aku selalu merefresh ponselku hanya untuk melihat kamu
disini aku hanya bisa membuka media sosialmu walaupun tidak ada pemberitahuan
disini aku hanya bisa mengupdate statusku bahwa aku merindukanmu
walaupun begitu,
taukah kamu bahwa aku senang melakukan itu? hemm, mungkin kau tak pernah tau

apakah kamu tau,
do'a disetiap akhir sujudku bukan hanya untuk aku dan keluargaku,
bukan hanya untuk mengharap ridho-Nya untuk kematianku,
tapi juga kuselipkan namamu untuk hal itu.
dan berharap suatu hari nanti kita akan bersama
melantunkan doa diakhir sujud kita,
diruang yang sama, diwaktu yang sama,
dan ketika kau mengamini do'amu,
lalu aku ikut mengamininya..
apakah kau tau,
aku selalu berharap akan hal itu.

apakah kau tau,
aku hanya bisa menulis kerinduanku pada setiap bait puisi ini untukmu
walaupun aku tidak pernah tau,
apakah kau membaca postingan ini atau tidak
yang jelas, aku yakin jikalau rindu ini kuterus kirimkan kepadamu lewat do'a,
kau pasti akan merasakan hal itu.
aku tau kekuatan do'a seperti yang kau bilang kepada semua orang,
dan aku percaya do'a adalah senjata yang aman dan ampuh untuk menyampaikan perasaan kita.

apakah kau tau,
aku menyukaimu lebih dalam daripada kamu mencintainya saat itu.
walau kini aku tidak tau apakah perasaan itu masih sama,
kau mencintainya dengan setulus hatimu,
tapi yakinlah disini akupun punya cinta,
bahkan lebih daripada cinta dia kepada kamu.

apakah kau tau,
selama ini aku menahan kesakitan ketika aku melihat dia denganmu
aku tau aku tidak punya hak untuk marah
maka dari itu aku hanya bisa bersabar
aku hanya bisa berharap dan keridhoan,
dan alhasil, sampai sekarang aku masih teguh dalam pendirianku,
yaitu mencintaimu dengan setulus hatiku.

Jumat, 09 Desember 2016

Sajak : Rindukah?

Pagi itu menyambut ujian akhir sekolah.
Mentari yang terbit menyuruhku untuk semangat melaksanakan ujiannya.
Awan yang lembut meneduhkan dunia agar semakin teduh.
Tapi, apa kabar kah kamu?

Ya,
Kamu yang saat itu tiba tiba menghilang dari layar handphoneku
Bahkan ketika aku menyapamu,
Kau entah kemana bak orang tak dikenal
Wajahmu yang selalu bersinar karena air wudhu tiba tiba tak nampak dihadapanku
Ku menantimu tapi kau tak kunjung datang.

Ketika aku berhenti berharap,
Kau pun tak kunjung datang.
Kemana engkau berjalan?
Sang penaut hati yang selalu aku rindukan
Apakah kau berhenti untuk ini
Dan takkan lagi kembali?
Atau hanya sekedar memberi jarak
Agar rindu rindu ini terjaga dalam ridho sang Ilahi?

Wallahu'alam...

Kerinduan yang Allah ciptakan semoga menjadi sarana agar kau semakin dekat dengan-Nya
Engkau menjadi sering berdo'a
Engkau menjadi sering berharap
Dan engkau semakin menjadi baik.
Walau menjalani sebuah rindu itu tak semudah kita mengucapkan kata cinta melalui lisan dan tulisan
Rindu yang terpaut karena jarak hanya bisa dengan do'a aku sampaikan
Apa engkau merasakan itu?
Atau,
Engkau berdo'a untuk orang lain?
Hmmm:(

Bersabar aku menunggumu walau tak tau sampai kapan.
Bersabar walau tak tau berapa lama lagi ini berakhir
Tapi sabar ini adalah sabar terindah karena tak ada seorangpun tau aku merasakannya
Merindukan seseorang yang pasti dirindukan oleh banyaknya wanita diluar sana..
Aku hanya salah satu diantaranya..
Dan....
.
.
.
Semoga aku bisa mengikhlaskan apabila ini memang takdir yang Allah berikan kepada Kita😊