Minggu, 13 November 2016

Sajak : Dibalik Senja

Dibalik senja aku bersembunyi..
Menyambut kegelapan yang akan datang..
Aku tau aku bukan seorang penerang
Aku hanya perempuan pengamat malam..
.
Walau aku tau,
Keinginanku adalah bersinar disetiap gelap mu
Keinginanku adalah menjadi bintang di setiap malam mu
Keinginanku adalah menjadi senyum di akhir hari mu
Tapi apakah aku terlalu berandai?
Jikalau iya maka maafkan aku..
.
Ternyata, mencintaimu tak semudah memetik bunga
Warna warni indahnya tak semudah aku nikmati begitu saja
Tapi mencintaimu bagai menggapai mawar dipinggir jurang,
Indah, namun sulit kugapai dan beresiko besar.
Aku hanya bisa membiarkan mawar itu menentukan arah.
Akankah ia ikut bersama angin ke permukaan tanah,
Atau ia jatuh hingga lenyap akhirnya.
Menunggu mawar itu juga tidak sebentar,
Banyak oranglain diluar sana yang terlena dengan keindahan mawar,
Tapi dengan bersabar, akan ada hal baik yang akan datang.
Lebih indah daripada meraih mawar itu,
Akankah dia datang justru memberi mawar?🌹
.
.
.
Jadilah pengamat mawar itu,
Jangan biarkan ia semakin dekat dengan jurang,
Karena jikalau begitu, lebih sulit ia kita gapai.
Berdoalah agar angin membawanya kembali,
Berdoalah agar mawar tetap hidup dengan keindahannya.
Beristiqomahlah dalam berdoa,
insyaAllah mawar yang ditunggu datang,
Sebagai kado terindah dari seseorang.
.
.
Hihi,
Salam hijrah. Semoga kita semua beristiqomah dijalan-Nya. Jangan lupa luruskan niat, jangan karena dia kita berhijrah, tapi karem Dia kita mau kembali. Semangat, mangatse! Semoga Allah melindungi kita. Aamiin.
.
Bogor, 19.33.
Nurnafisah

Kamis, 10 November 2016

Ini Caraku Mencintaimu

Seperti ini caraku mencintaimu
Tanpa kau tau, tanpa kuberi tau
Tanpa kau rasakan, tanpa ku utarakan
Walau mungkin kau takkan pernah tau itu
Walau takkan pernah turut kau rasakan
Namun biarkanlah semua ini berjalan mengikuti alur sesuai skenario Tuhan
Allah lah yang telah menumbuhkan segala rasa dihati ini
Maka takkan pernah kusesali apa yang telah terjadi
Walau cinta itu harus dirasa hanya dengan sebelah hati
Karena bila memang aku adalah bagian dari tulang rusukmu,
Sejauh apapun kau meninggalkanku, aku takkan pernah kehilanganmu
Kemana pun kau pergi, padaku lah kau tetap akan kembali
Sesulit apapun jalan yang harus kulalui, kau tetap akan kumiliki
Dan selama apapun aku menanti, Allah pasti tetap akan mempersatukan kami
Karena apa yang telah ditakdirkan untukku, sampai kapanpun akan tetap menjadi milikku
Ia takkan pernah jauh
Takkan pernah pergi
Takkan pernah hilang,
Dan takkan pernah pula tertukar
Seperti inilah caraku mencintaimu
Aku tak pernah bisa menyapamu
Tak pernah bisa mendekatimu
Tak pernah bisa berusaha untuk mengenalmu
Karena beginilah aku, sampai saat ini aku masih tetap setia memendam perasaanku
Agar tak sampai kuperlihatkan ataupun kuutarakan padamu
Namun walau begitu,
Aku akan selalu berusaha menjaga agar namamu tak pernah lupa kusebut dalam setiap do'aku
Walau aku pernah berharap,
Hingga seringkali aku bermimpi dan berangan angan tentangmu
Namun tak lupa kusadari bila hanya akulah yang tersenyum mengukir masa depan dalam sebuah khayalan
Dan aku hanya bisa dan berharap dan meminta pada Tuhan,
Agar segala mimpi-mimpi indahku, suatu saat dapat menjadi sebuah kenyataan.

Bogor : 06.08 WIB.

This entry was posted in