Minggu, 11 September 2016

Perjalanan Hidup


Kawan,
bukankah suatu perjalanan hidup sudah diatur oleh yang Maha Kuasa?
bukankah apa yang terjadi kemarin, esok, dan hari ini adalah bentuk dari Kuasa-Nya?
dan bukankah kita sebagai makhluk harus selalu bersyukur atas ketetapan-Nya?

Aku punya sedikit cerita.
.
Beberapa hari yang lalu, aku pergi bersama beberapa kerabatku ke suatu tempat untuk menjalankan salah satu sunnah yang mulia. Tanpa ragu, ku langkahkan kakiku demi meraih ridho-Nya. Perjalanan yang cukup jauh kami tempuh membuat kami sedikit lesu didalam kendaraan tersebut, lalu kami bercengkrama dan bercanda didalamnya.

Setelah sampai lokasi, kami melakukan sunnah tersebut sambil banyak berdo'a. Kami pun tak punya waktu yang lama, maka dari itu kami pulang segera dan kembali ke sekolah. Namun, salah satu kerabatku menawarkan untuk makan siang di rumahnya, sebelum kami kembali ke sekolah. Alhamdulillah, lokasi tidak begitu jauh dari tempat yang kami tuju. Tanpa ragu kami berangkat memenuhi tawarannya.

Namun siapa sangka, diperjalanan hal tidak mengenakkan terjadi padaku. Aku yang saat itu duduk disamping sahabatku, merasakan keganjalan kepada seorang lelaki yang masih juga kerabat kami. Tangannya yang saat itu berada dibelakang tubuh kami, bergerak sesuka hati tanpa meikirkan budi pekerti. Yap, tangannya mulai beraksi yang aneh-aneh, sontak aku mengalihkan posisi dudukku untuk lebih maju agar tidak terkena tangannya.

YaRabb, ketakutan saat itu kurasakan. Masa, kerabatku sendiri melakukan hal tak senonoh seperti itu, aku yang saat itu hanya bisa diam dan bingung apa yang harus aku lakukan. Tak lama, kami sampai di rumah temanku tersebut, dan kami makan siang.
Disana aku bercerita kepada adik kelas perempuanku yang saat itu ikut bersama kami. Aku menceritakan kepada mereka (sahabatku yang perempuan dan adik kelasku tsb) apa yang telah terjadi kepada ku selama diperjalanan, dan langsung saja mereka kaget dan tidak menyangka. lalu mereka berkata, "Kalau begitu, aca jangan sampai duduk dekat dia."

Waktu sudah 30 menit menuju dzuhur, pembina kami mengajak kami untuk kembali ke sekolah. Aku yang saat itu masih merasa ketakutan, berjalan lebih dulu dan mengambil posisi yang aman agar tidak terulang hal seperti tadi. Namun, lelaki itu tiba tiba berkata "Awas, gua mau dipojok" seketika dia pindah ke pojok dan dia duduk disebelahku.

"YaRabb, lindungi hambaa.. lindungilah diri hambaa.." do'aku dalam hati..

Dan, mobil berjalan.
Seketika tidak terjadi apa apa diantara kami. Dan aku cukup lega. Namun tak lama fikiranku berbalik arah. Yap,
.
.
.
.
sejak itulah aku menjadi korban pelecehan seksual,

YaRabb,
tubuhku sudah hina karenanya..
tubuhku sudah tak lagi suci dibuat olehnya...
tangan yang berdosa itu telah menyentuh tubuhku..
dari kaki..
pinggang..
hingga keatas kepalaku...
YaRabb..
apakah ini balasan untukku..
apakah ini musibah..
atau ini teguran darimu untuk seorang hamba yang belum sepenuhnya patuh kepada-Mu..
YaRabb..
ampuni hamba..
berikanlah keikhlasan untuk hamba..
atas apa yang telah terjadi pada hidup hamba..

Ya sobat, inilah yang telah terjadi padaku. Dia, kerabatku sendiri yang telah merenggut senyuman dari wajahku. Dia yang saat itu membuat aku menangis meronta-ronta tanpa kenal lelah.. Dia yang tak punya rasa malu itu yang membuat hidup ini berubah menjadi lebih menakutkan.. Dia yang membuat akutakut untuk sekolah, dan dia yang telah membuat aku sedih hingga saat ini.

YaRabb, memang hidup tak semuanya indah. Namun ada pula yang pahit seperti ini. Izinkan aku mengambil hikmah dari semua ini.

Untuk para akhwat/perempuan, jagalah diri kalian sebaik mungkin. tutuplah aurat kalian sepandai mungkin, karena seorang yang menutup auratnya saja masih diperlakukan seperti ini oleh lelaki tak berakal. Berhati hatilah kepada siapapu, sekalipun itu teman kalian sendiri. Karena yakinlah, setan sellau mencari peluang untuk mencari teman didalam Neraka, bagaimana pun keadaannya. Semangat Akhwat! Allah bersama kita...
Reaksi:

0 komentar: