Sabtu, 11 April 2015

Childish

Selamat pagi! Assalamu'alaykum;) Hari ini aca akan berbagi sedikit cerita tentang diri aca. Selamat membaca!

Childish.
Yaap, aku sering dibilang 'kekanak-kanakan' atau bersifat lebih seperti anak kecil. Kurasa hanya mereka yang tak mengenalku yang berkata demikian. Namun mungkin pandangan mereka berbeda denganku, itulah mengapa aku sering dikerjain kaka kelas, dibilang oon lah, dikatain lola lah, atau disepelein. Whatever, yang jelas bukan gitu aslinya.

Terkadang mereka tak pernah mengerti siapa aku sebenarnya, karena memang hanya diri kita yang bisa mengetahui sifat dasar kita, barulah selebihnya oranglain menilai.

Aku memang seperti anak kecil, karena aku lebih suka bercanda daripada harus terlarut dalam keseriusan, tapi jikalau memang ada saatnya aku serius, aku bisa untuk serius, namun lagi lagi tak pernah ada yang berfikir bahwa aku mampu jadi diri yang serius.

Childish vs Adult

Antara keduanya memang jauh berbeda. Namun siapa sangka kita bisa melakukan keduanya. Aku begitu senang ketika teman-teman dan yang lain menganggap aku lucu, karena aku suka bercanda gurau. Lagi lagi tak ada yng tau, disatu sisi aku punya sejuta cerita yang membuat aku dewasa, berfikir layaknya pejabat mengatur perusahaannya. Yaa, agak ribet emang, cuma itulah kenyataannya.

Kadang mereka tidak tau, bahwa se-childish2nya orang, pasti mereka juga punya cerita. Mereka harusnya mengerti, masalah akan selalu ada didalam setiap diri manusia, cuma tak semua berpendapat bahwa masalah harus diungkapkan, tidak.

Kedewasaan tak pernah mengenal usia. Itulah yang harusnya teman-teman tekankan kepada semua orang. Kenalilah lebih dulu orangnya, karena dibalik seluruh topeng anak-anaknya, terdapat pula sisi dimana ia terlihat seperti orang dewasa. Ya, bukannya sok-sokan, cuma rasanya tak enak saja didengar kalau aku harus dibilang 'oon' dan 'bocah banget sih'.

Memang ada kalanya dimana aku tak tau apa apa, aku tidak mengerti apa yang orang katakan, itu bukan berarti oon kan? Ya mungkin saja memang aku tak terlalu perlu mengetahui itu semua, itulah mengapa aku sering tak tau apa apa.
Tapi ada kalanya pula aku tegas mengatur diriku. Menjaga emosi, meluruskan niat, melakukan hal baik, memilih antara yang baik dan benar, apa itu semua termasuk bentuk kedewasaan?

Alhamdulillah wa syukurillah, Allah memberikan aku banyak masalah sehingga aku lebih giat untuk berfikir dewasa. Segala aspek di rumah maupun sekolah banyak yang bertentangan, itu juga membuatku lebih mudah mengaturnya. Allah juga senantiasa membuat aku larut dalam cinta manusia, agar aku senantiasa menghadapi cinta yang sebenarnya. Segalanya membuat aku berfikir menjadi lebih baik, tak hanya butuh masukan dari oranglain, yang terpenting mengatur diri sendiri harus dimulai ya dari diri sendiri. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yng berusaha mencari Jalan terbaik-Nya. Aamiin ya Rabb.

Reaksi:
This entry was posted in ,

0 komentar: