Sabtu, 11 April 2015

Problem?

Selamat sore problem!

Senang rasanya bertemu kamu lagi. Iya kamu, datang secada bersamaan dengan problem yang berbeda. Terima kasih kamu mau membantu aku dalam mndewasakan diri, terima kasih pula sudah mau mampir menggores cerita kehidupanku.

Hai problem, kau tau? Sebagian orang menganggapmu sesuatu yang amat sangat membosankan, selalu membuat matanya tak bisa membendung kesedihan, apalagi hati seorang perempuan.

Antara Problem dan Manusia

"Problem, bolehkah aku bertanya kepadamu, mengapa Allah selalu mengirim pasukanmu kepada kami? Mengapa kamu datang membawa luka?"
"Allah mencintai umatnya, aku diperintahkan olehnya agar kalian mampu melampauiku. Aku tidak pernah datang sendiri, karena aku memang lebih lemah dari manusia. Aku hanya bisa jikalau aku berbondong-bondong."
"Hei problem, satu problem dalam hidup saja sudah membuat aku pusing, apalagi jikalau kau datang berbondong-bondong. Kau bisa tanyakan kepada seluruh manusia,"
"Kau tau, Allah SWT menciptakanku lebih lemah dari kalian wahai Manusia. Sebanyak apapun Allah ciptakan kami, Allah selalu mengirim kalian sesuai dengan kemampuan kalian. Agar kekuatan kita sebanding. Namun tetap saja kamu yang lebih kuat, manusia."
"Apa aku bisa melawanmu? Sedangkan aku tak kuasa menahan tangis ketika kau datang, mengapa?"
"Itu hanya reaksi kalian terhadap kedatangan kami, Allah mengingatkan kepada manusia untuk melakukan kebaikan, itu adalah salah satu cara untuk mengusir kami. Kami memang diciptakan untuk datang dan pergi, seperti cinta. Kami kenal dekat dengannya."
"Yaa, cinta! Mengapa kau begitu dekat dengannya."
"Karena kelemahan manusia adalah mengolah cintanya. Kau tau? Hati manusia dasarnya adalah kertas putih tanpa noda. Namun beberapa dari kalian merusaknya, merobek kertas itu, menulis dikertas itu hingga kotor, walau dihapusnya namun tetap meninggalkan bekas bukan? Apa itu namanya tidak merusak hati kalian?"
"Hmm, benar jugaa. Namun bagaimana bisa aku merubah kertas itu kembali bersih? Sementara cinta yang datang meninggalkan goresan pada kertasku. Apa yang harus aku lakukan?"
"Hapuslah semua noda dalam hatimu, Allah akan melihat proses penghapusanmu. Allah punya berjuta kertas bila kau mau, Allah takkan tega apabila kau kelelahan demi menghapus semua goresan dikertasmu sampai putih kmbali, Allah bisa kok kasih kamu kertas baru."
"Jadi, apakah Allah akan memberi ku kertas yang bersih itu? Lalu bagaimana caranya agar kertas itu tidak kmbali kotor?"
"Tentu. Lakukanlah penghapusan itu dengan banyak berbuat baik, mengingat Allah dll, itu adalah proses menjaga hati kita. Kalo itu, kamu bisa tulis nama Allah yang banyak dalam hati kamu, toh siapa sih yang berani mencoret namamu ketika tertulis dalam kertas yang putih?"
*lalu manusia terdiam*

Sepenggal cerita problem dan manusia hanya ku buat untuk sebagai ilustrasi. Dimana kita bisa ambil petikan bahwa manusia lemah dalam urusan cinta. Tapi tak menutup kemungkinan, masalah bukan hanya tentang cinta.

Oiya, benarkah kelemahan manusia adalah cinta? Iya, sebagian orang beranggapan gitu. Cerita diatas maksudnya adalah, ketika kita menempatkan yang paling utama dalam hati adalah Allah, maka takkan ada yanh berani menggores hati kalian bagai kertas putih tadi. Yaa, aku merasakan hal itu saat ini. Mengapa bodohnya aku tak bisa mengelola hatiku dengan baik, hingga timbul khilafan yang merugikan oranglain dan diri sendiri. Kini membuat aku sadar atas kedatangannya.

Sekarang gini, buat para remaja yang benar benar sedang jatuh cinta, jangan terlarut deh dalam cinta yang datang di masa kalian saat ini. Karena mereka bukan datang sepenuhnya dan menetap, dia masih dalam pencaharian. Sekarang mah jaga hatinya dulu dehh, berdoa sama Allah untuk dilabuhkan pada cinta yang akan menjadi jodoh nanti. Seru dong pastinya kalo dapet barang baru? Iya, pasti istri sama suami nanti lebih seneng klo dapet hati kalian yang masih baru dan ga bekas dipake orang. Hehe. Do you know what I mean? Ya, itu.

Semangaaat!!

Childish

Selamat pagi! Assalamu'alaykum;) Hari ini aca akan berbagi sedikit cerita tentang diri aca. Selamat membaca!

Childish.
Yaap, aku sering dibilang 'kekanak-kanakan' atau bersifat lebih seperti anak kecil. Kurasa hanya mereka yang tak mengenalku yang berkata demikian. Namun mungkin pandangan mereka berbeda denganku, itulah mengapa aku sering dikerjain kaka kelas, dibilang oon lah, dikatain lola lah, atau disepelein. Whatever, yang jelas bukan gitu aslinya.

Terkadang mereka tak pernah mengerti siapa aku sebenarnya, karena memang hanya diri kita yang bisa mengetahui sifat dasar kita, barulah selebihnya oranglain menilai.

Aku memang seperti anak kecil, karena aku lebih suka bercanda daripada harus terlarut dalam keseriusan, tapi jikalau memang ada saatnya aku serius, aku bisa untuk serius, namun lagi lagi tak pernah ada yang berfikir bahwa aku mampu jadi diri yang serius.

Childish vs Adult

Antara keduanya memang jauh berbeda. Namun siapa sangka kita bisa melakukan keduanya. Aku begitu senang ketika teman-teman dan yang lain menganggap aku lucu, karena aku suka bercanda gurau. Lagi lagi tak ada yng tau, disatu sisi aku punya sejuta cerita yang membuat aku dewasa, berfikir layaknya pejabat mengatur perusahaannya. Yaa, agak ribet emang, cuma itulah kenyataannya.

Kadang mereka tidak tau, bahwa se-childish2nya orang, pasti mereka juga punya cerita. Mereka harusnya mengerti, masalah akan selalu ada didalam setiap diri manusia, cuma tak semua berpendapat bahwa masalah harus diungkapkan, tidak.

Kedewasaan tak pernah mengenal usia. Itulah yang harusnya teman-teman tekankan kepada semua orang. Kenalilah lebih dulu orangnya, karena dibalik seluruh topeng anak-anaknya, terdapat pula sisi dimana ia terlihat seperti orang dewasa. Ya, bukannya sok-sokan, cuma rasanya tak enak saja didengar kalau aku harus dibilang 'oon' dan 'bocah banget sih'.

Memang ada kalanya dimana aku tak tau apa apa, aku tidak mengerti apa yang orang katakan, itu bukan berarti oon kan? Ya mungkin saja memang aku tak terlalu perlu mengetahui itu semua, itulah mengapa aku sering tak tau apa apa.
Tapi ada kalanya pula aku tegas mengatur diriku. Menjaga emosi, meluruskan niat, melakukan hal baik, memilih antara yang baik dan benar, apa itu semua termasuk bentuk kedewasaan?

Alhamdulillah wa syukurillah, Allah memberikan aku banyak masalah sehingga aku lebih giat untuk berfikir dewasa. Segala aspek di rumah maupun sekolah banyak yang bertentangan, itu juga membuatku lebih mudah mengaturnya. Allah juga senantiasa membuat aku larut dalam cinta manusia, agar aku senantiasa menghadapi cinta yang sebenarnya. Segalanya membuat aku berfikir menjadi lebih baik, tak hanya butuh masukan dari oranglain, yang terpenting mengatur diri sendiri harus dimulai ya dari diri sendiri. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yng berusaha mencari Jalan terbaik-Nya. Aamiin ya Rabb.

This entry was posted in ,

Sabtu, 04 April 2015

JANGAN MENCELA HUJAN 

Sebagian orang merasa dirugikan ketika musim hujan. Memang benar, tidak semua yang terjadi di sekitar kita, sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang kita berharap langit cerah, namun Allah turunkan hujan. Dan sebaliknya. Namun apakah kehendak Allah harus bergantung kepada kehendak kita? Jangan sampai ketidaknyamanan ini, menyebabkan Anda menjadi murka dan marah dengan takdir Allah. Terlebih, JAGA LISAN baik-baik, jangan sampai mengeluarkan kata CELAAN terhadap hujan yang Allah turunkan.

Terkadang kita tidak sadar, ucapan kita bisa menjadi sebab diri kita tergelincir ke dalam neraka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang mengundang ridha Allah, yang tidak sempat dia pikirkan, namun Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Sebaliknya, ada hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dia pikirkan bahayanya, lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.” (HR. Ahmad 8635, Bukhari 6478, dan yang lainnya).

MENCELA HUJAN = MENCELA DZAT YANG MEMBERI HUJAN 

Protes seorang hamba ketika Allah menetapkan taqdir, sejatinya dia protes kepada Allah. Dalam hadis qudsi, Allah ta’ala melarang kita mencela keadaan yang Dia ciptakan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, bahwa Allah Ta’ala berfirman,
“Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Akulah adalah pemilik masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang.” (HR. Bukhari 4826, Muslim 6000, dan yang lainnya).

Dalil di atas berbicara tentang hukum mencela waktu. Kasus mencela hujan, tidak berbeda dengan mencela waktu.

Para ulama memberikan rincian hukum untuk kasus mencela waktu, hujan atau semacamnya:

1. Hanya sebatas memberitakan. Misalnya, seseorang mengatakan: ‘Sepatu saya rusak karena kehujanan.’ ‘Motor saya macet karena kehujanan.’

2. Mencela hujan dengan maksud mencela ketetapan dan takdir Allah. Misalnya mengatakan, ‘Ini hujan, ngapain turun. Bikin tambah macet aja.’ ‘Sebel, hujan terus. Pagi-pagi sudah hujan.’

Celaan semacam ini termasuk perbuatan dosa, karena hakekatnya, dia mencela Allah.

RUJUKAN:
http://www.konsultasisyariah.com

This entry was posted in

Jumat, 03 April 2015

Kematian?(lagi)

Innalillahi wainna ilayhi raaji'un. Seminggu telah berpulangnya komedian terkenal Alm. Olga Syahputra kepada sang Ilahi. 32 tahun hidupnya di dunia, menyisakan kenangan manis pahit kepada orang disekitarnya, menghibur kita semua dengan lawakannya, dan selalu turut membantu warga yang benar benar membutuhkan bantuannya. Semoga Allah meridhoi-Nya. Aamiin..

Tepat jam 8 pagi hari ini, Indonesia kembali berduka atas meninggalnya satu senior komedian kita, Mpok Nori. Beliau telah lama berkecimpung dalam dunia hiburan dan menghibur kita semua dengan gaya betawinya yang sangat khas. Kecintaannya terhadap Indonesia membuatnya terkenal dan memiliki ciri khas tersendiri dalam mengenalnya. Semoga Allah juga memberikannya tempat terbaik disisi-Nya, dan Almarhumah selalu diberikan ketenangan dalam kuburnya. Aamiin..

Sahabat, kematian memang teka teki Allah yang sulit ditebak. Malaikat maut bisa saja datang ketika Allah telah memerintahkan. Ambil lah sisi positif dari wafatnya kedua komedian diatas, mereka bekerja keras didunia bukan hanya untuk dirinya, namun mereka juga selalu memberikan senyuman kepada oranglain, bahkan Allah pun telah menyampaikan, bahwa senyum kpada saudara kita adalah bentuk sedekah bukan?

Selain itu, MasyaAllah, mereka sama sama terkenang baik dalm ketulusannya. Tidak pernah menyombongkan kesuksesannya, mereka selalu tampil sederhana didepan layar kaca, berbagi kepada sesama, dan selalu tersenyum untuk semuanya. Masya Allah, mereka sama-sama wafat di hari Jum'at, mungkin ada yang menyadarinya atau bahkan tidak.

Allah juga telah menyampaikan kepada kita, salah satu tanda orang yang husnul khatimah adalah orang yang wafat di hari Jum'at. Wallahu'alam bi shawab, kita tidak pernah tau apakah mereka benar benar baik semasa di dunianya, bahkan walaupun terkenang demikian, kita tidak pernah tahu penilaian Allah terhadapnya. Yang jelas kita bisa ambil hikmah dari semuanya.

Allah memang selalu menyimpan maksud dibalik cerita yang telah dibuat-Nya. Kematian kedua komedian tersebut dengan kurun waktu yang tidak lama, menyampaikan kepada kita bahwa Allah sama sekali tidak memicu waktu untuk mengambil nyawa kita, tidak memicu tua-muda dalam memanggil kita, semuanya bisa saja terjadi sesuai apa yang dia kehendaki.

Ayo kawan, beribadahlah sesuai apa yang Ia tentukan, biar Allah memberikan kematian yang baik kepada kita dengan khusnul Khatimah, memperbaiki akhlak, melakukan shunnah, memperbaiki yang wajib, dan menjauhi yang haram.. Kematian tidak bisa ditebak. Semangat memperbaiki diri, kawan. Bismillah💕