Selasa, 02 Desember 2014

Roda Kehidupan

Bismillahirrahmaanirrahim..

Hai sahabat blogger, pernahkah kita cerna kalimat 'kehidupan itu bagaikan roda yang berputar?' Ternyata itu tidak hanya sebuah kata kata belaka, bisa dibuktikan bahwa memang begitu kenyataannya. Yang terkadang kita ada diatas atau dibawah. Semua ada waktunya.

Hal itu aku rasakan sendiri. Pada saat aku berusia 9 tahun, yang ketika itu aku duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Ayahku berhenti kerja dari kantornya, di Jakarta. Sedih rasanya campur bingung karena akan darimanakah pemasukan biaya hidup untuk menafkahi 6 orang jiwa setiap harinya. Dimulailah dengan sosok ibu.

Ibuku memang terlahir tomboy dan gesit. Pada saat itu, kami hanya memiliki mobil tua berwarna biru yang entah bagaimana cara mengendarainya, hanya ayahku yang tau. Namun saat itu, ayahku sedang sibuk mencari pekerjaan baru. Dari situlah ibuku mencoba untuk belajar mobil bersama temannya yang saat itu bisa mengendarai mobil.

Selagi melancarkan bagaimana caranya mengendarai, ibuku melamar disebuah sekolah taman kanak-kanak. Maybe dari sini berfikir kalo ibuku melamar mejadi guru or anything, tapi kalian tau, saat itu juga ibuku menjadi supir jemputan anak tk. Memang tidak masuk akal, seorang supir jemputan ternyata berwujud perempuan, namun itu mungkin saja terjadi diluar sana, sama seperti ibuku.

Karena ibu dan ayahku sibuk bekerja, aku, adik, dan kedua kakakku tidak bisa lagi diantar ke sekolah, alias harus berangkat masing masing. Tapi disaat perekonomian keluarga sedang menurun, dengan dua kali naik angkot dikali 4 orang perhari bisa membuat pegeluaran bertambah banyak, bagaimana apabila uangnya habis hanya untuk ongkos, jajan dan yang lainnya bagaimana?

Akhirnya, ayahku menyuruh kami untuk mengontrak rumah kecil didekat sekolah, supaya hemat ongkos katanya. Dengan begitu, kami berempat tinggal jalan kaki kesekolah tanpa mengeluarkan banyak ongkos.

Begitulah sepenggal cerita yang pernah aku alami, dan mungkin saja itu terulang kembali dengan keadaan yang berbeda. So, jangan pernah berhenti berusaha karena roda kehidupan bisaberputar kapan saja. Wallahu'alam bi shawab. Tapi janganlah lupa juga, bahwa dibalik semua skenario dunia, terdapat penulis yang benar benar memiliki tujuan Mulia yaitu untuk meningkatkan keimanan Hamba-Nya. Semangat guys, jangan takut untuk melangkah!:)

Reaksi:
This entry was posted in ,

0 komentar: