Kamis, 23 Oktober 2014

20 Oktober 2014

Hari itu adalah hari yang random untuk aku. Hari ke3 hpku rusak tak bernyawa. Kesulitan adalah yang aku rasakan saat itu, karena hp sangat bermanfaat untukku di kurikulum 2013 ini. Semua itu membuat awal di Senin yang cerah menjadi kelabu rasanya, bukan karena lebay, entah apa yang aku rasakan saat itu, sangat tak bersemangat untuk beraktivitas.

Kucoba menjalani hari seperti biasa, tak memperdulikan kegalauan hati yang melanda, namun rasanya tetap sama, hati terasa berat dan ada sesuatu yang menekan batinku. Akhirnya ku luapkan emosi yang ada dalam diriku lewat tangis didepan temanku, Adon. Awalnya cuma cerita biasa, aku hanya berkatanya kepadanya bahwa aku sedang bete, yup, bibirku bisa berkata sedemikian dengan jelas, namun apa boleh buat, mata dan hati tak bisa berbohong kepadanya, menangislah aku dengan suara yang keras sambil berteriak, berharap masalahnya mulai terlupakan.

Aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi, padahal waktu itu aku memang sedang tidak ada masalah. Apa mungkin akan ada hal yang terjadi kepadaku atau yang lain yang berhubungan denganku, entah apa aku tidak tau.

Benar saja dugaanku, saat pulang sekolah senin itu, aku mendapatkan pesan melalui kakak kelasku, "cepat pulang ya, langsung ke rumah nenek, nenek meninggal." tutur kakak kelas tersebut.

Sontak saja aku kaget, ternyata Allah memperingati aku melauli perasaan aneh di hari ini. Ya, aku memang saja dekat dengan nenekku, terlebih semasa hidupnya aku selalu menemaninya dikala ia menginap dirumah. Begitu terpukul hatiku saat itu, ketika aku harus mengikhlaskannya karena Allah memanggilNya untuk kembali saat ini. Langsung saja aku memeluk Aul, teman satu smp, sambil menangis karena hatiku mulai gak enak lagi. Ooh, jadi ini penyebab kenapa hari ini aku badmood banget.

Nenekku memang belakangan ini sudah tak bisa apa apa, hanya dapat terbaring ditempat tidurnya. Belum sempat aku menengoknya, karena waktu luang yang kupunya hanya sedikit. Maafkan aku nek, aku belum sempat menjengukmu belakangan ini.

Teringat disaat aku menuntunnya jalan jalan pagi, ketika aku berbelanja bersama dia, ketika aku menemaninya jajan permen, membersihkan kotorannya ketika ia buang air dimalam hari, ketika aku memandikan dia, ketika aku menyuapinya makan, ketika aku memijit dia, menemaninya duduk didepan teras, sampai memakaikannya baju. Masih banyak kenangan indah, kengangan pahit, dan kenangan aneh yang pernah aku alami bersamanya, karena aku dan dia sudah terlalu dekat, dia lah yang mewakilkan kakek dan nenekku yang lain akan kasih sayang mereka, karena hanya beliau yang paling lama memberikanku banyak pengalaman semasa di dunia, sampai aku 15 tahun saat ini.

Nek, maafkan aku karena aku belum bisa membahagiakanmu, belum bisa sepenuhnya menjagamu, kalaupun bisa, itu hanya disaat aku memiliki waktu luang bersamamu. Nek, terima kasih atas kasih sayangmu, terima kasih atas pengalaman hidupmu yang menginspirasiku, terima kasih atas ceritamu tentang penjajahn jepang zaman dahulu, terima kasih atas segalanya, nek. Karena mu mama dilahirkan, dan tanpa mama, aku, kakak beserta adikku takkan pernah lahir i dunia ini. Terima kasih atas segala galanya nek, kami sayang nenek, semoga nenek ditempatkan dalam SurgaNya Allah SWT. Aamiin.

Kawan, tak ada kata bahagia sebelum yang sedih menghampiri kita sebelumnya. Belajarlah dari banyak kesalahan dan kepedihan hidup yang kita punya, sehingga kita bisa belajar menata kehidupan yang lebih baik sehingga tumbuhlah kebahagiaan dengan sendirinya. Jangan pernah putus asa apabila banyak yang menghalangi rencana kita untuk bahagia, tapi percaya lah Allah akan selalu memberikan kebahagiaan bagi yang di ridhoiNYA. Wassalamu'alaikum.


Reaksi:
This entry was posted in ,

0 komentar: