Senin, 22 September 2014

Ketika Cinta disalahgunakan

Masa masa dimana kita menggunakan seragam putih abu abu. Seperti kalimat sebelumnya, manusia di dunia ini tak hanya hitam dan putih, melainkan banyak sekali yang abu abu. Sulit ketika kita memperjuangkan sesuatu yang putih, tapi dengan mudah yang hitam ikut mencampuri.
Ketika cinta datang sebagai hitam, tapi kita mengira bahwa itu si putih kebahagiaan. Pada dasarnya cinta memanglah indah, bahagia, penuh canda dan tawa, itulah yang kita pikirkan tentang cinta. Tapi apakah semua itu berlaku ketika kita memegang tangannya? Mencium tangannya? Dan bercanda tawa dengannya?

Cinta hanya indah ketika Allah telah memberi waktunya. Bukan kita yang membuat cinta itu datang dan meracuni kita. Tapi biarlah Allah yang memberikan cinta sejati kita, dimana ia akan menjadi pasangan dunia dan menuntun kita ke jalan-Nya.

Bukankah sekarang banyak sekali fenomena remaja, dimana ia berpacaran, berzina, dengan cueknya mereka lakukan semua itu di depan umum. Tak sadarkah mereka, tak malukah mereka, tak tahukah mereka tentang cinta yang sebenarnya? Inilah dimana cinta diselewengkan, cinta menjadi sebuah permainan, dan cinta disalahgunakan. Cinta dapat membuatnya lupa akan waktu, lupa akan teman, lupa akan pekerjaan, lupa akan rumah, lupa akan Allah. Naudzubillahimindzalik.

Teman, marilah kita meraih cinta-Nya terlebih dahulu. Malulah kalian dengan kerudung dan hijabmu, namun kamu berzina didepan umum. Malulah kalian ketika si dia memegang tanganmu. Malulah kalian ketika Allah tanya, "apa yang telah kamu lakukan di dunia?" Dan kamu hanya bisa menjawab, "pacaran dengan dia." Apakah semuanya bisa menjadi syafaat ketika di akhirat? Tidak. Sama sekali tidak. Cintailah mereka karena Allah, bukan karena dunia. Hanya sahabat yang dapat memberikan syafaatnya nanti, yang tentunya sahabat yang benar benar baik kepada kamu, dan sahabat yang selalu mengajak kamu dalam kebaikan.

Dimasa ini pula, kita sangat membutuhkan sosok sahabat sejati. Yang bisa mengingatkan kita apabila salah, dan selalu hadir dimana hati kita suka dan duka. Namun sosok seorang sahabat sejati sangat sulit kita dapatkan, tapi apa salahnya ketika kita mencoba menjadi sahabay sejati yg insyaAllah akan Allah berikan sahabat sejati pula kepada kita. Lagi lagi mulai dari diri kita, dan Allah akan ganti semuanya.

Berawal dari suka mengingatkan, mengajak kebaikan, membawa kebenaran, mengerti keadaan, itu salah satu contoh dimana sahabat sejati bisa berperan. Yang pasti bukan sahabat yang membiarkan sahabatnya pacaran kan? So, penting kah peran sahabat untuk kamu? Yang selalu bisa membahagiakan kamu di dunia maupun di akhirat? Bukan pacar yang cuma bisa mainin perasaan dan akhirnya cuma jadi mantan. And, think again?

Allah akan senantiasa memberikan sahabat dan cinta sejati, cinta terbaik, cinta yang benar benar murni adanya. Bukan karena hasil perzinahan, tapi Allah akan memberikan cinta tersebut sesuai dengan diri kita. Maka perbaikilah diri kita, bukan bermain diri dan hati. Karena seburuk buruknya lelaki di dunia, ia membutuhkan sesosok wanita baik dan sholehah. Let's go to better muslimah! InsyaAllah. Bismillaaaaah.
Reaksi:
This entry was posted in ,

1 komentar:

Lukman Satrio Adi mengatakan...

cakep entrinya :D