Sabtu, 16 Agustus 2014

Sekolah baru, teman baru.

Assalamua'alaikum..
bismillahirrahmaanirrahim. hal kecil yang setiap hari aku ucapkan sebelum aku berangkat sekolah. hari yang penuh ceria akan tercipta ketika kita kembali membuka mata. Jangankan menghirup nafas segar di pagi hari, membuka mata dan sadar dari tidur kita itulah salah satu rahmatNya yang patut kita syukuri dan harus kita ucapkan beribu terima kasih kepada. Alhamdulillah, Maha Besar Allah.


Akhirnya aku bisa melanjutkan sekolah menengah pertama di Madrasah Aliyah Negri 2 Kota Bogor, tak pernah aku sesali sebelumnya, lagi lagi itu semua berkat doa kedua orang tua dan kesempatan yang Allah berikan. mendapatkan salah satu sekolah terbaik dan berkesempatan berteman dengan orang baru.

Sekarang aku menempati kelas XMIA2, yaitu kelas 10 Jurusan Matematika Ilmu Alam 2. Aku bangga dan sangat bersyukur karena bisa masuk di kelas ini. Terasa tak ada keraguan saat pertama kali aku memasuki kelas ini. Awalnya memang tak seindah dengan apa yang aku pikirkan, mendapatkan teman baru yang berbeda dnegan MOS kemarin, akan lebih sulit untukku beradaptasi kembali, tapi pikirku lanjut, tak ada salahnya kita mempunyai banyak teman, dengan menambah orang orang baru disekitar kita.


Teman pertamaku adalah Afghanistan, yaitu 40 orang yang berkarakteristik sangat berbdea. merekalah yang mengenal aku pertama kali di MAN2. aku bersyukut bisa berkenalan dengan mereka. mereka asyik dan sangat menginspiratif. dari mereka aku bisa tertawa dan memulai hari baruku kembali ceria. mengungkit senyuman dari masa lalu dan kembali dengan bahagia yang baru. but, benar kata orang, kita tak perlu teman yang sempurna atau orang yang spesial, asalkan mereka ada untuk kita aja itu salah satu kebahagiaan yang sangat sulit didapatkan. yap, mereka adalah temen seperMOSan aku, haha. Merekalah yang membuka lembaran hidupku di SMA.

XMIA2 tak kalah dengan mereka mereka di afghanistan. Mereka semua asik, kekompakan yang baru saja kami buat yaitu mempersiapkan lomba untuk 17 Agustus. Memang pada awalnya mereka semua pendiam dan hanya bisa berbincang dengan teman sebangku, namun aku mulai menarik perhatian mereka dan membuka kepercayaan diri mereka agar mereka mau dan bisa berbicara didepan orang banyak, tanpa ada rasa malu sedikitpun. alhamdulillah dengan berjalannya waktu, mereka mulai percaya diri dan terbuka kepada teman yang lain, dan kekompakkan mulai bergairah dikelas ini.

Aku akan bercerita sedikit tentang hari ini..
Hari ini adalah lomba 17 Agustus, walaupun kemerdakaan sebenarnya hari esok, tapi karena adanya upacara untuk besok, jadi lomba diadakan hari ini. Baju merah menghiasi para peserta lomba dikebanyakan kelas. Mereka antusias dengan berbagai atribut, seperti kelasku yang memakai label merah putih dipipi. Disinilah aku menemukan sedikit kekompakan didalam kelas ini, dengan diawali berdoa bersama dan teriak bersama sama agar kita menang pada hari ini. senang rasanya punya kelas seperti ini, semua kompak dan bisa menerima pendapat oranglain.

Tidak lupa kita juga berfoto ria untuk dokumentasi haha. Hari ini memang campur aduk, senang iya, dan kecewa iya. Kelasku sama sekali tidak memenangkan salah satu lomba, haha mungkin kemenangan bukan ada dipihak kami saat ini, namun keceriaan yang terbentuk di kelas tadi menciptakan kerinduan ketika aku tak bersama mereka. "Alhamdulillah kita nggak menaaaaang!!" Teriak kita bersama mengakhiri kegiatan hari ini, Hahahaha.

Walau harus jauh aku melangkah menuju sekolah, dengan berjuta semangat, waktu, dan ongkos yang tak murah. Berangkat 5.30 AM dan pulang 5.30 PM, seharianlah aku berada di Sekolah. Tapi tak apa, apa yang aku punya sekarang ialah apa yang terbaik untuk aku saat ini. Tak bisa kutolak dan tak bisa berubah. Ketika matahari belum terbit, aku sudah mulai bergegas mengejar keberangkatan transportasi umum yang sering penuh karena penumpang lain. Hari senin adalah hari yang sangat padat, semua orang bekerja dan sekolah dan mengejar waktu masuk yang lebih pagi. Itulah salah satu cobaan.

Belajar dan bersekolah di tengah kota adalah hal kecil yang terkadang membuat malas, apalagi orang seperti aku, yang bertempat tinggal dipinggiran kota. Aku harus bisa semangat menjalani hari hari yang aku lewati, mau sebanyak apapun rintangan yang aku hadapi, dari mulai bangun pagi lalu berjalan kaki, kemudian mengambil wkatu untuk sarapan, dan kalau telat, lewatlah waktu makan, itu yang harus bisa aku lewati meski bukan hanya sehari. Berikan aku semangat jalani hari baruku, yaAllah, aku tahu aku pasti bisa. Bismillah..

Sekian yaaa..
wassalamu'alaikum, wr. wb.
Reaksi:

0 komentar: