Minggu, 17 Agustus 2014

Kurikulum 2013

Sekolahku baru saja menggunakan kurikulum baru, yaitu kurikulum 2013 atau yg akrab disapa dengan sebutan kurtilas. Sekolah lain sudah setahun lebih dulu menggunakan kurikulum ini, namun karena ada sesuatu jadi barulah ini pertama kali sekolahku memakainya.
Kurikulum yang baru ini tentu sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Di kurikulum ini, siswa dituntut untuk mencari kebutuhannya sendiri, mengerjakan apa yang telah diperintahkan guru, mencari sumber informasi darimana saja sesuai apa yang telah ditentukan sebelumnya, menggunakan sistem.point untuk penilaian, dan berbagai ketetapan lain yang kini aku dan beberapa temanku jalani.

Dengan adanya kurikulum baru, tak selamanya siswa menyukai dan siap menghadapi ini. Dengan kurikulum baru, Pekerjaan Rumah atau PR selalu menyertai perjalanan pulang kita alias selalu ada PR. Entah yang ada di buku atau tudak, yang jelas saat pelajaran yang akan datang PR tersebut harus sudah selesai, jika tidak maka berlakulah sistem point. Tidak semua siswa bisa bertanggung jawab atas segala yang diberikan dan diajukan oleh kurikulum baru, yang pasti kita akan lebih capek, lebih sedikit waktu luang, lebih sering memakai otak untuk diisi maupun untuk diasah, lebih harus mempersiapkan energi, lebih padat dengan kegiatan disekolah, dan lebih menguras segalanya.
Tapi tak selamanya semua merugikan kita, apa yang kita punya semuanya pasti ada hikmahnya. Dengan kurikulum 2013 kita bisa belajar bagaimana mencari materi, kita bisa semakin bertanggung jawab dengan segala tugas yang diberikan, kita bisa semakin rajin dengan mengerjakannya, kita diajar untuk disiplin dengan sistem point yang diberlakukan, tak hanya itu, mungkin masih banyak jebaikan yang bisa kita ambil dari diberlakukannya Kurikulum 2013 ini.
Sebagian temanku dan termasuk aku, mengeluh dengan adanya kurikulum ini. Tapi apa boleh buat, beribu ribu keluhan dan kritik yang kita lontarkan atau kita beberkan secara umum, tak akan membuat semuanya berubah begitu saja. Tak membuat tugas tugas ini selesai begitu saja, dan tak membuat kurikulum ini berhenti dijalankan. Apaboleh buat, kita disini sebagai peran dalam pendidikan. Maka apapun yang kita dapatkan, itulah naskah yang harus kita jalankan. Bukan hanya sekedar dibaca lalu disimpan, tapi harus dihayati dan penuh dengan ekspresi.
Untuk teman teman, semangat lah karena perjuangan masih panjang. Belum lagi kitabharus lewati dua kali Ujian Nasional dan mengembangkan kemampuan di perguruan tinggi nanti. Janganlah banyak mengeluh dan putus asa, ikhlaskan dan pandang semuanya denga positif, agar semua yang negatif hilang dari fikiran kita, rasa malas tak mampir dalam fikiran kita, dan selalu semangat untuk sekolah. Kalian tidak sendiri menjalankannya, kita bersama sama mengikuti prosedur ini, maka marilah kita semangat bersama untuk Kurtilas ini. Semoga apa yang kita lakukab dengan ikhlas, akan memberikan dampak yang baik untuk kita dimasa depan. Aamiin ya Rabb.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Reaksi:

0 komentar: