Selasa, 08 Juli 2014

Marhaban Yaa Ramadhan

Assalamu'alaikum..
Marhaban yaa Ramadhan, blogger! Sudah seminggu kita lewati shaum ramadhan iji, semoga Allah melancarkan selalu shaum 3 minggu kedepan, Aamiin ya Rabb.
Dibulan yang berkah ini, aku selalu bersyukur kepada Allah atas hikmah rezeki dan kesempatan sehingga aku bisa menjalankan ibadah puasa tahun ini. Alhamdulillah.

Baru seminggu puasa, masalah dan konflik kini sedang aku alami. Yap, masalah persahabatan yang tak pernah berujung maaf. Awalnya memang ada salah satu sahabatku, dia kesal denganku lantaran ketika kami chat, aku membalasnya dengan jutek. Aku tidak tau saat itu aku jutek, aku hanya chat seperti hiasabya, namun pandangan orang kan berbeda, aku tau maksudnya gimana.
Ketika aku harus minta maaf atas kekhilafanku, akhirnya dia memaafkannya, walau memang kelihatannya masih belum ikhlas memaafkan, karena aku punya feeling yang kuat dan tak jarang akurat. Ternyata benar, keesokkan harinya dia terus mencibirku di socmed. Aku sama sekali tidak menyangka semuanya akan sebesar ini, padahal jelas jelas dia bilang telah memaafkan aku, tapi entah kenapa dia terlalu terendam emosi dan itu sulit untuk mengembalikannya seperti semula.
Awalnya aku biasa aja, bahkan aku tidak pernah berfikir masalahnya akan sebesar ini. Katanya aku yang salah, maka dari itu aku terus memohon maaf kepada dia, tapi tetap saja tidak ada kata maaf, bahkan balas chat aku saja tidak. Mungkin Allah sedang menguji aku, sebagaimana aku bisa dewasa dan bersabar atas semua ini, dan mengajari aku yang harus terus intropeksi diri setiap hari.
Dear sahabat sahabat aku yang disana,
Maaf apabila kesalahan aku berbicara kepada kalian, aku hanya ingin semuanya baik baik saja, aku tau aku terlalu sering mengucapkan kata maaf ini kepada kalian, tapi apa boleh buat, semua manusia tidak pernah luput dari kekhilafan. Aku tidak tau perkataanku menyakitkan hati kalian, maaf karena saat ini pikiranku sedang tidak bisa berfikir positif sebagaimana mestinya. Aku tidak ingin ini terjadi, mohon maafkan aku sahabat. Tapi semua ada ditangan kalian, jika kalian mau memaafkan, insyaAllah kira bisa bersahabat seperti dulu lagi, yang saling mendengarkan curhat, saling sharing, membantu sesama, semua itu berjalan memang sebagaimana mestinya. Tapi jikalau kalian tidak mau memaafkan, baiklah, mungkin kita butuh waktu untuk seperti ini, tapi kalau susah 3 hari lebih kalian tidak memaafkan aku, maka kalian yang harus berhubungan langsung dengan Allah, karena Allah gasuka orang yang bermusuhan.
Aku sadar kesalahan kini dipihak aku, tapi itu semua bukan kesengajaan. Aku berbicara seperti ini, yap inilah aku. Kalian harus mengerti tutur kata yang sering aku ucapkan, karakteristik seorang aku dan perilaku sehari hariku. Maaf kalau tidak suka, tapi inilah aku.
Aku sayang kepada kalian, walaupun kalau kenyataannya kalian tidak sayang denganku. Aku hanya ingin kalian memaafkan, kalau tidak yasudah. Yang penting urusan aku dengan kalian sudah selesai, dan aku akan selalu mendoakan kalian dalam kebaikan, karena bagaimanapun kalian adalah sahabat terbaikku. Karwna di SMA nanti belum tentu aku mendapatkannya sebagaimana aku mendapatkan kalian.
terimakasih banyak untuk segalanya, kalau ini yang terakhir dari aku, mohon maaf. Allah saja Maha Pemaaf apalagi hamba yang seharusnya tidak punya hak yang dibanggakan. Aku cinta kalian sahabat, terima kasih banyak atas suka dan dukanya.
Wassalamu'alaikum..
Reaksi:
This entry was posted in ,

0 komentar: