Minggu, 27 Juli 2014

Kematian itu Dekat

Bismillahirrahmaanirrahim..
Ramadhan yang telah datang kepada kita tahun ini, semoga menjadi pelajaran untuk kita dan diberikan kekuatan keimanan dari allah agar kita tetap istiqomah dijalan-Nya dan menaati perintahnya. Semoga dengan lahir dan batin yang baru Allah selalu melindungi kita dan memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi yang lebih baik.
Namun, tak selamanya kebahagiaan itu kita dapat ketika hari raya mulai menggema dimana mana. Kisah ini saya ambil dari kisah nyata adik teman saya, yang pernah saya temui dan rasanya dekat dengan saya.

Hari ini, pukul 22.10 WIB, beliau meninggalkan keluarganya dengan keadaan yang sangat mencengangkan.
Beberapa hari lalu, ia masuk rumah sakit karena pusing di kepalanya. Berawal dari benturan keras beberapa kali diletak kepala yang sama. Entah pusing kemudian pingsan atau apa, yang jelas karena orangtuanya sangat khawatir, langsunglah dibawanya ke rumah sakit. Ternyata dokter memvonis bahwa adik tersebut ada pendarahan diotaknya, dan menyarankan kepada kelurga untuk melakukan operasi.
Sebagai kakak yang sayang dengan adiknya, temanku meminta doa pada teman-teman untuk mendoakannya. Agar operasi berhasil dan adiknyaa bisa selamat. Dengan keadaan kaget dan khawatir, teman teman senantiasa berdoa untuknya.
Selang satu hari, temanku tersebut mengabarkan kembali kepada teman teman bahwa operasi berhasil. Alhamdulillah saat itu tenang sejenak, namun ternyata keadaannya kritis dan belum sadar. Beliau meminta kembali beribu ribu doa untuk adik tercinta.
Berhari hari kritis dirumah sakit, teman teman berbincang ramai di sosial media dan turut berduka serta mendoakannya agar cepat sadar. Namun apa daya, malam ini, bertepatan dengan malam takbiran, dimana esok hari adalah hari raya kita. Hari dimana kemenangan kita atas bulan ramadhan yg telah lalu, namun kini sedang merundung di keluarga sahabatku kabar duka tersebut, mohon doa semoga beliau diterima disisi Allah. Aamiin.
Dengan begitu, marilah kita terus berdoa kepada Allah dan selalu meminta lindungannya. Dan apabila terjadi keluhan pada diri kita, segeralah minta solusi terbaik dari ahlinya, agar tak berkepanjangan dan telat kira ketahui keadaannya.
Belajar dari kisah tersebut, kita tak pernah tau kapan kita kembali kepada-Nya. Sedekat apapun kita kepada siapapun atau apapun, yang paling dekat dengan kita adalah Kematian. Mati tidak akan pernah kenal dengan waktu dan umur. Bukan berarti kematian itu kejam, tapi melalui kematianlah Allah mengingatkan kita bahwa kita harus selalu siap dengan bekal akhirat kita, karena Allah siap memanggil kita kapanpun itu.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Reaksi:
This entry was posted in

0 komentar: