Minggu, 01 Juni 2014

Welcome, June!


Assalamualaikum, wr. Wb.
Welcome June! Akhirnya tiba juga bulan yang paling ditunggu tunggu. Haha. Yap¸ setelah menghilang beberapa bulan dari dunia blogger, akhirnya aku memutuskan untuk kembali menulis blogger di bulan Juni ini. Yeaay.
Tinggal menunggu hari, dimana hari itu aku benar benar menuju pribadi yang dewasa, menjadi pribadi yang harus bisa membentuk jiwa al-Furqon, yaitu bisa membedakan yang baik dan yang buruk, aku juga harus bisa membuang sifat kejelekanku yang bisa membuat ketidaknyamanan orang orang disekitarku, aku harus bersikap sedemikian untuk membentuk pribadi yang dewasa dan bermanfaat untuk oranglain.

Yap, 4 juni mendatang, aku menginjakkan usiaku yang ke 15 tahun, 15 tahun aku jalanin hidup ini, 15 tahun aku berpetualang, dan 15 tahun aku belajar di dunia ini, dari mama, papa, dan keluarga, serta orang orang yang ada disekitarku saat ini. Aku akan sangat bersyukur jika aku masih bisa menginjakkan usiaku yang ke16 tahun depan, semoga Allah mengabulkan yang terbaik untukku.

Selama 14 tahun belakangan ini, aku belajar banyak hal. Mulai dari cinta, kebaikan, kejahatan, perjalanan hidup, dan belajar bagaimana aku bisa mencari uang sendiri

Cinta..
Hal yang seharusnya aku belum mengenalnya. Haha. Tapi dengan berjalannya globalisasi, semua itu bisa terjadi gitu aja. Kalau diusiaku, bisa dibilang cinta adalah sebuah perjalanan kita menuju dewasa, yap, ini adalah permasalahan, bukan kebahagiaan. Cinta anak remaja itu nggak seindah cinta orang dewasa, yang udah jelas arahnya kemana dan jelas diperuntukkan untuk seseorang yang diyakini menjadi pasangan hidupnya. Kalau cinta diusia remaja itu labil, kadang bilang iya, kadang bilang engga. Kadang bahagia, kadang menyakitkan, kadang dibutuhkan tapi kadang kalo dipikir pikir ya ngapain juga haha. Ahh sudahlah, biarkan cinta itu datang pada waktunya, dan berharap disaat itulah bener bener aku mendapatkan kebahagiaan cinta yang sebenarnya, bukan saat ini.

Pergaulan..
Disinilah aku benar benar menemukan teman yang baik dan teman yang buruk. Setelah 3 tahun aku duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, aku menemukan teman teman yang begitu beragam, itulah dimana tugasku haru memilih, antara berteman dengan orang baik atau berteman dengan orang orang yang bersifat buruk. Aku senang bisa menemukan mereka, ada yang jujur, apa adanya, ramah, selalu ada untuk teman temannya, tapi disisi lain, aku menemukan mereka yang berkata tidak sopan, yang suka mengucilkan orang, yang suka bohong, yang suka fitnah, yang suka meledek, yang suka ngomongin oranglain dibelakang. Tapi dalam pergaulan tersebut, semua itu bisa menentukan akan kearah baik atau buruknya masa depan, inilah saatnya untuk aku menentukan pilihan. But, life is choice.

Ngomongin masa SMP, aku jadi pengen cerita pengalaman.. Ini cerita nyata yang aku alami saat aku baru masuk sekolah.

Saat itu aku masih tidak begitu mengenal teman teman baru. Yang aku tau hanyalan teman temanku yang berasal dari SD yang sama, yaitu SDIT Ummul Quro Bogor. Saat aku baru masuk smp, aku bertekad akan menjadi orang yang lebih baik, orang yang ngga mau cari masalah kayak di SD, dan ngga mau jadi orang jagoan yang dulu ditakutin di kelas 3 SD sama temen temen.

Aku memang terlahir dengan jiwa yang tidak terlalu feminim, karena orangtuaku nggak terlalu membatasi pergaulanku asalkan masih berada dijalur yang benar, kata mama. Aku terbiasa main sama adik dan kakakku, yang dimana mereka adalah laki laki. Itulah mengapa aku bukan orang yang feminim, tapi aku juga bukan orang yang tomboy. Dan ketika masuk smp ini aku pengen jadi pribadi yang jelas, nggak kayak dulu.

Namun, hal itu sepertinya membuat salah satu temanku terganggu. Ya, dia dulu sering punya masalah denganku. Dia sebenernya orang yang sangat cerdas, Cuma sayangnya dia orang yang sulit mengendalikan keegoisannya dan orang yang sangat ambisius, segala apapun yang dia mau harus terjadi. Begitulah dia. Dan mungkin saat itu dia masih menaruh dendam terhadapku, aku ngga tau.

Ketika aku sedang belajar memperbaiki diri dengan guru baruku, bu Herna, otomatis aku lebih sering berkonsultasi dengannya. Banyak yang aku bicarakan, seperti masalah berpakaian yang baik, sikap kremaja terhadap cinta, pergaulan, dan begitu banyak nasehat yang beliau berikan kepadaku. Tapi diwaktu yang sama, temanku yang bisa dibilang X itu menyebarkan kabar tidak baik mengenaiku, aku dibilang Intel disekolah (yaitu orang yang dekat dengan guru, ya kebih tepatnya tukang lapor). Tapi kenyataannya tidak begitu. Berhubung dia adalah anak yang gaul, si x ini menyebarkan beritanya sampai ke kakak kelas. Sakit hatiku saat itu, tapi yasudahlah.

Ketika aku menceritakan kejadian itu, aku berkonsultasi kembali sama guruku. Lalu guruku berkata, “pakaian itu cerminan diri kita. Lihatlah diri dia, berpakaian aja masih belum jelas keadaannya, makanya dia juga belum bisa mengendalikan dirinya. Sekarang mulai saja dari diri kamu sendiri, perbaiki diri kamu yang belum baik, barulah kita ngurusin oranglain.” Kata kata yang begitu menusuk kedalam jiwaku, membuatku ingin semakin berubah. Pada saat itu aku mulai memanjangkan kerudungku, dan memperbaiki pakaian yang aku gunakan setiap hari.

Tapi karena ketidakpuasannya, si X kembali membuat onar. Dia mengatakan bahwa aku sok ‘alim, aku sok suci, menel, cari perhatian, dan pengen dikira orang baik. Dia mengatakan kepada semua teman angkatan, sampai hamper smeua membenciku, dan percaya tentang gossip itu. Kecuali beberapa temanku dikelas, yang masih percaya aku.

Saat itu aku benar benar ingin terus menangis, bingung dengan keadaan yang seperti itu. Aku ngga bisa apa apa, aku bingung, aku sedih, sakit hati. Tapi berkat guru dan teman temanku saat itu, AKU JADI SEMANGAT LAGI. Aku ingin jadi orang yang bisa dipandang, dan nggak diremehkan seperti saat ini. “Aku pasti bisa punya banyak temen.” Tekadku dalam hati.

Aku mencoba ramah kepada semua orang, terserah mereka respon apa, yang jelas niatku baik, hanya ingin menciptakan harga diri yang baik, dan membuktikan bahwa aku bukanlah orang yang seperti diceritakan si X.

Memang tidak mudah, tapi kini keadaan berbalik. Ketika aku sudah dikelas 3 SMP, aku benar benar merasa banyak orang yang saying sama aku, termasuk adik adik kelasku, mereka semua menghargai aku, dan aku dekat dengan mereka. Aku belajar untuk berteman dengan siapa aja, dan mengambil sisi positif dari pertemanan ini. Dan kini aku telah membuktikan bahwa aku bisa dekat dengan siapa aja, aku punya banyak teman. 

Tapi setelah itu, kini aku dirundung kegelisahan. Bentar lagi perpisahan, dan aku akan meninggalkan mereka, adik adik kelasku yang baik padaku. Memang ini sudah jalannya, tapi begitu sulit aku jalankan .
“kak aca pokoknya harus main kesini ya nanti, biar bisa ketemu.”
“kaka nanti jangan sombong sama aku ya.”
“sukses ya kak sma nya, tapi jangan lupa main.. hehe”
Semua itu bikin aku terus mengingat mereka, aku sayang mereka, dan erat rasanya untuk meninggalkan mereka . semoga aku bisa dan mereka sukses terus disekolahnya, aamiin.

Dari kejadian itu aku juga banyak belajar, kenapa cinta itu ngga perlu dpikirin, kenapa teman itu ada yang malaikat dan ada yang setan, kenapa kita harus jadi orang baik, dan kini aku mengerti perbuatan jahat itu harus dibales sama kebaikan, bukan kejahatan juga.

Pesan aja buat orang yang suka bales dendam, kejahatan itu semuanya bisa dibales sama kejahatan juga, tapi akibat dari kejahatan adalah hal yang justru bikin kita sakit hari dan nggak puas. Bales dendam itu dilarang oleh agama Islam, itulah mengapa Allah menyebutkannya dalam Al Quran, karna Allah ngga mau umatnya bermusuhan.

Untuk orang yang pernah aku sakiti, aku mohon maaf atas segala perbuatanku yang sengaja atau tidak disengaja yang pernah aku perbuat sama kalian. Semua manusia punya masa khilaf dan masa dimana dia akan berubah.

Makasih ya yang udah mau dengerin cerita aku haha. Maaf kalau garing, hehe. Wassalamualaikum, wr, wb.

Reaksi:
This entry was posted in ,

0 komentar: