Sabtu, 20 April 2013

Baju Pertama Buatanku


Namaku Nurnafisah. Aku bercita-cita menjadi desainer baju. Awalnya aku ingin sekali menjadi arsitek, melihat pekerjaan ayah yang suka menggambar itu. Tapi kayaknya semua itu nggak bisa, bukan karena takut gagal, tapi denger-denger sih kalau arsitek nggak boleh pake kacamata, sedangkan aku, aku termasuk seorang anak dari beribu2 orang yang pake kacamata. Maka dari itu, aku nggak punya niat lagi untuk jadi arsitek, aku mulai cari pemikiran baru, yang itu masih dijalur yang sama, menggambar.

Jumat, 19 April 2013. Saat itulah aku harus pulang maghrib untuk menyelesaikan semua tugas karya ilmiahku. Ya, terpaksa. Karena hari itu adalah hari terakhir untuk pengumpulan karya ilmiah, karena kalau lewat dari batas hari itu, aku dan atiqa partnerku, akuan mendapatkan nilai yang jelek, alias bakalan dikurangin nilainya.

Aku juga nggak tau harus berbuat apa, sementara aku dan atiqa belum menyelesaikan seluruh tugas itu. Atiqa harus pulang jam 5 sore itu juga, karena kalau tidak, dia bakalan dimarahin oleh kakak dan keluarganya. Hmm, aku sih nggak keberatan, aku terima aja apa yang terjadi, toh, atiqa udah kerja juga untuk penelitian ini.

Akhirnya, pukul 17.35 aku mengumpulkan karya ilmiah dan menaruhnya diatas meja Ustadzah Irma, guru bahasa indonesiaku. Rasanya lega sekali, sampai rumah aku berharap bakalan ada yang sesuatu yang bisa menghilangkan rasa capek pada hari itu. Ya, entah orang, peristiwa, atau apalah itu, aku sangat harapkan. Dan setiba dirumah...

Beberapa bulan belakangan ini, ibuku bertemu kembali dengan teman lamanya. Kabarnya sih, temennya itu sudah punya usaha konveksi baju, wah keren lah pokoknya. Dan suatu hari aku tanya pada ibuku,
"Mah, kalau aku mau bikin baju tapi aku kasih desainnya aja dimana mah?"
"Temen mama kayaknya bisa, coba ditanya dulu yaa."
Setelah itu, aku nggak tau ibuku bicara apa dengan temen lamanya itu, aku cuma nunggu. Tak lama, ibuku kembali berbicara, "kamu bikin aja desainnya, nanti mama yang kirim ke temen mama."

Huaaaaah xD seneng banget rasanya, awalnya sih takut yaa, takut salah desain. Karena kan aku cuma belajar dikit2 doang, sementara temen ibuku itu sudah jauuuuuuh lebih jago daripada aku, yaiyalah. Hahaha. Tapi sejak itu, aku coba bikin desain bajunya.

Setelah desain selesai, mama mengirim desainku ke teman lamanya, rumahnya di Jember, jauh yaa? Hmm, dan aku cuma bisa berdoa semoga bajunya jadi. Hahaha.

Ternyata, ketika pulang sekolah pesenanku dari beberapa minggu yang lalu datang menghiburku disaat jam 7pm aku baru pulang dari sekolah. Rasanya lelah itu nggak lelah, karena disaat rumit dan pusing karena tugas karya ilmiah, tiba-tiba yang sudahku tunggu lama sekali datang jugaaaaaaaa.

Ya, baju, inilah baju pertamaku. Aku bikin baju ini dengan desain hasil karyaku, sebenernya ada yang lebih ekstrim dari desain ini, tapinya aku takut terlalu ribet, lebih baik yang biasa dulu aja. Ya, ini baju memang bukan jahitanku, hanya desainnya saja, tapi lumayanlah. Insya Allah aku mau coba bikin baju yang lebih baik lagi, biar jadi desainer itu ga usah nunggu dewasa, iya nggak? ;) Hahaha doain yaa.
Reaksi:

5 komentar:

Namira Salma mengatakan...

ka aca ka aca~ belajar design dimana?? ajarin dong ka ;3 aku punya minat yang sama sama kaka;3

Nurnafisah mengatakan...

Hahaha, belajar sih nggak, desain asal2an aja, hehe. kamu mau jadi disainer juga? ;)

Namira Salma mengatakan...

iya ka, pengen banget. sayangnya bakat gambarnya belum terlalu ada, masih harus dikembangin lagi;)

Nurnafisah mengatakan...

Hahah gampang kok, otodidak aja belajarnya. terus iseng kirim ke penjahit deh wkwkwk

Namira Salma mengatakan...

hehehe, makasih ya ka aca;3