Selasa, 29 November 2011

Curhat kepada Allah :)


Assalamualaikum.

            Hidup memang perlu banyak perjuangan. Di dalam hidup-pun pasti ada masalah kecil dan besar,dan pasti ada juga yang namanya penderitaan hidup yang seiring dengan rezeki. Berjalannya hidup.. berjalannya waktu.. Seperti halnya roda yang berputar. Kadang dibawah dengan penderitaannya,kadang di atas dengan rezeki kita.



 Namun,mengapa kini aku selalu mendapatkan penderitaan,masalah,yang perlu aku tanggung sendiri?? Aku selalu dimarahi,aku selalu disalahkan,selalu di abaikan,apapun itu. Mungkin, jika aku tak berarti di dunia ini.. Mengapa harus terlahir disini? Jika aku tidak berguna, tolong jadikan aku yang paling berguna,jika aku telah menjadi berguna,tolong jadikan aku yang paling berguna,tetapi jika aku sudah menjadi orang yang paling berguna,tolong jangan jadikan aku seperti orang yang diguna-guna. Tolong jadikan aku yang terbaik. Tetapi jangan kau jadikan aku yang lebih baik dari tuhanmu,yaitu Allah. Aku hanya makhluk Allah yang bisa menjadikan orang sedih,yang hanya bisa menjadikan orang bahagia,dan hanya bisa menanggung penderitaan yang ada. Aku bukan seperti Tuhan,yang bisa membuat semua yang ada di dunia ini. Aku tidak bisa menjadi tuhan,yang bisa hidup dan matikan makhluk hidup yang ada di dunia ini. Mungkin,jika adanya hal yang sama dengan penderitaanku,mohon kau jangan menyerah. Akupun bisa mengerti,walau kini aku ada dibawah,mungkin Allah telah merencanakan aku berada diatas suatu saat nanti dan bukan sekarang waktunya.

            Kini aku bisa mengerti,kalian pasti ada yang sama dengan penderitaanku. Ya Allah,maafkanlah aku. Aku berjanji akan menjadi manusia yang berarti di dunia ini dan selalu ingat pada tuhanku yang satu yaitu engkau,Allah. Kau takkan pernah kujadikan cinta kedua,cinta pertamaku hanyalah Allah. Aku percaya hanya Allah-lah yang selalu ada dihidupku,menuntun langkah hidupku,yang bisa mewujudkan cita citaku,dan selalu ada di sekelilingku. Apa kalian pernah berfikir,jika didunia ini tidak ada Allah? Siapa yang akan menjadikanmu pintar? Pasti anda akan menjawab guru/ortu. Tetapi,jika didunia ini tiada satupun guru? Bagaimana dengan hidupmu? Begitupun dengan aku. Aku pasti tak akan percaya ini. Justru,aku akan selalu bersyukur kepadanya,karena semua yang telah ia titipkan padaku. 

Hi para muslimin dan Muslimah,jika anda ingin memilih,anda lebih memilih kaya di duniaaa? Atau kaya di akhiraaat? Mungkin jika bukan aku yang bertanya pasti aku akan juga menjawab dengan jawaban kaya di akhirat. Karena, walaupun anda kaya di dunia tetapi tidak kaya amal,apa gunanyaaaaa? Hidup itu di sia-siakan. Hidupku hanya tergantung pada Allah. Aku tak mungkin bisa menolaknya. Allah pasti memberikan hidup semua orang dengan baik. Percayalah itu.

Roda yang sedang berputar,seperti berjalannya hidup ini. Mungkin pasti kalian selalu melihat banyak orang yang non muslim yang berkebanyakan lebih kaya dari pada kita orang islam. Tetapi,jika anda bisa berfikir,mana yang lebih kaya? Islam! Mengapa islam??? Karena,orang yang islam insya Allah masuk surga,mungkin orang yang non muslim disana lebih kaya harta,apa kaya juga dengan pahala???  Mungkin saat ini kita yang menjadi orang miskin,orang yang sederhana,tetapi insya allah kita lebih kaya dengan pahala… Orang yang miskin pasti lebih dimuliakan,seperti hadistnya “Orang-orang fakir miskin akan memasuki syurga lima ratus tahun sebelum orang kaya memasukinya.” (HR. Attirmidzi dan Ahmad). Walaupun hidup kadang kalian katakan ‘tuhan tidak adil’,kalian sungguh sangatlah salah. Karena,Allah memberi hidup didunia ini untuk mengetes betapa kalian sabar,betapa kalian tabah,betapa kalian cinta,seberapa sayangnya,demikian yang lainnya. Apa kalian membuat tuhan yang baru? Apa kalian bisa tabah menghadapi cobaan dari Allah,itu termasuk tes dari Allah. Begitupun dengan kekayaan yang kita miliki. Seperti halnya orang miskin dan pahala,orang kaya dengan dosa. Kalian harus mengurangi dosa. Lalu harus menambah pahala. Insya Allah akan selalu ditemani oleh Allah disetiap saat kau ingin melakukan hal yang baik dan Sholih. Amin.


Reaksi:
This entry was posted in ,

0 komentar: