Selasa, 10 Oktober 2017

Untuk Sahabatku


Sebutlah ia sahabatku.

Dia adalah seseorang yang telah memahami segala kelebihan dan kekuranganku. Keberadaannya saat ini mewakilkan rasa rinduku kepada ketiga sahabatku yang lain. Ya, saat ini kami tinggal di satu tempat yang sama. Tempat dimana kami beristirahat setelah lelah menuntut ilmu di perguruan tinggi masing-masing. Ada banyak waktu yang telah kami habiskan disini, terlebih 1 bulan ini.

Jarang sekali kita bertemu, tapi kami selalu menghargai kebersamaan bila kami sedang ada waktu. Kami senang sekali makan bersama, karena dari situ aku bisa berlama-lama bercengkrama bersamanya. Kini, ia punya kesibukannya yang lain, dan kami semakin jarang bertemu. Entah kapan lagi kita bisa makan malam bersama, bertegur sapa atau sekedar mampir mengetuk pintu.

Dia adalah sahabatku dari kelas 4 SD. Sudah lama pertemanan ini kami jalani hingga kami memutuskan untuk bersahabat bersama ketiga temanku yang lain. Dia telah mengerti baik buruknya aku. Dia tau banyak cerita masa laluku dan cerita cerita hayalan yang sering ku angan-angankan. Dia memang bukan satu-satunya teman, tapi ia adalah salah satu teman yang punya pikiran yang sejalan denganku.

Sejak itu, aku hanya bisa melihatnya dari jendela. Walau ia tidak pernah tau jikalau aku sedang berada di kamar saat itu. Ya, diam-diam aku memperhatikannya ketika ia hendak berangkat ke majelis ilmu. Dari sudut jendela aku memperhatikan dan berkata, "Hati-hati dijalan, semoga ilmu yang kamu dapatkan bisa bermanfaat bagi banyak orang. Aamiin," kataku dalam hati.

Dia adalah orang yang sangat dewasa. Walau kedewasaan itu tak pernah dia perlihatkan kepada dunia. Dia cerdas dan dia hebat, pemikirannya luas, dan dia selalu bisa mengingatkan oranglain dengan caranya sendiri.

Andai aku bisa mengungkapkan perasaan sayang, mungkin akan aku katakan kata sayang berulang-ulang. Perasaan bersyukur memiliki sahabat seperti dia yang sangat amat aku butuhkan. Kini kita memang tidak lagi sedekat dulu, tapi kuharap do'a tetap bisa mempersatukan kita.

YaAllah, jagalah sahabatku dimanapun mereka berada.
Jagalah hati-hati mereka dari kemaksiatan yang nyata,
Sukseskanlah sahabatku di jalannya masing-masing yaAllah..

YaAllah, kalau aku menikah nanti,
Aku ingin mereka hadir untuk menemani
Mulai dari persiapan hingga berjalannya resepsi..
Ya Allah..
jadikanlah mereka sebagai saksi atas sebuah janji suci,
panjangkanlah umurku dan umur mereka agar kelak kita bisa bahagia bersama-sama..

YaAllah, jikalau maut lebih cepat menjemputku,
jadikan mereka orang-orang yang menyaksikan jasad terakhirku..
berikan kematianku yang baik menurut-Mu,
agar aku bisa tersenyum untuk terakhir kalinya kepada sahabat-sahabatku yaRabb..

YaAllah.. Jagalah mereka untukku.
Bahagiakan mereka dengan segala ketetapan-Mu.
Sampaikan rasa rinduku kepadanya yaRabb.
Engkau sebaik-baik Penyayang..

Sabtu, 23 September 2017

Sajak : Diam

Sosok itu kini kembali dipikiranku. Entah mengapa, padahal aku tidak begitu mengharapkannya. Ya, jika kamu melihat postinganku beberapa saat yang lalu, aku sempat menggoreskan kata kata mengenai dirinya di blog ini. Sayangnya saat itu aku patah hati dibuatnya, dan kini postingan itu sudah aku hapus dan semenjak itu aku biasa saja dengannya.

Ya, kini aku memulai lagi postingan tentangnya. Tak apa, hanya sekedar menaruhnya dalam kenangan meski kutahu takkan ada kebahagiaan diantara kita.

Dia, orang yang ku kagumi semenjak hari itu. Parasnya indah, tak lelah ku memandangnya. Tapi dengan begitu, penggemarnya begitu banyak terbuay oleh pesonanya. Siapa yang tak suka, sosok sholih dari kejauhan dengan tinggi semampai dan paras yang sangat menarik. Tak ada yang mampu menolak lirikan matanya ketika lirihnya mengarah kepada diri.

Kurasa, ini salah satu penyemangatku. Walau ia tidak selalu bersamaku, bahkan tak jarang kami tak bertemu, tapi Allah mengirimkan semangat melaluinya. Kurasa dia baik, dan baiknya tak hanya kepada oranglain tapi juga kepada keluarganya. Sejauh ini, tiada kata kurang pada dirinya. This is just my opinion, belum tau kata oranglain seperti apa memandangnya.

Disatu sisi, aku harus ikhlas dan bersabar karena aku harus menjaga perasaan lain. Yap, tak sedikit oranglain yang menyukainya, mungkin bisa jadi temanku sendiri menyukainya. Itulah yang harus aku jaga, yaitu sebuah persahabatan yang baru saja terjalin tanpa campur tangan cinta. aku tau hati berhak memilih, tapi aku lebih tau bahwa persahabatan lebih utama untuk dipilih.

Tak jarang ku merasakan sakit diam diam untuk kesekian kalinya mendengar orang orang membicarakannya. Yap, apalagi mendengar jika ada seseorang yang menyukainya secara diam diam pula, sama sepertiku. Kurasa ini saatnya persaingan dimulai, bertarung didalam do'a dan  berikhtiar didalam diamnya kita.

Semoga Allah kelak menunjukkan siapa yang terbaik untuk kita, dan menunjukkan arti penting dalam diamnya kita.

Selasa, 19 September 2017

Happy Wedding My Sister

Seperti yang terlihat dipostingan instagram yang terakhir, kali ini aku akan menceritakan sedikit tentang proses pernikahan kakakku sampai akhirnya bisa berlabuh ke pelaminan.

Jadi ini, aku tau betul bagaimana sikap dan sifat selama 18 tahun aku lahir di dunia sebagai adiknya. Dari kepribadiannya pasti banyak pandangan yang bikin gak suka, bikin ilfeel, tapi banyak yang bikin kagum dan makin sayang. Kaya gini,

Jadi kaka aku udah coba yang namanya ta'aruf. Ta'aruf adalah proses pengenalan/pendekatan antar dua keluarga, nah ta'aruf disini artinya kaka aku mau mendekati jenjang pernikahan. Dimulai dari perkenalan melalui pertukaran biodata, kemudian pendekatan dengan keluarga, lalu mengutarakan niat baik, lamaran, dan akhirnya mempersiapkan pernikahan.

Selama ini aku cuma tau ta'aruf dari informasi yang ada mulai dari guru, teman, situs internet, buku, dan lain sebagainya. Tapi alhamdulillah dengan adanya kakakku ini aku belajar dari proses dan tahapan ta'aruf secara langsung itu apa.

Nah jadi gini, kakakku itu sebenarnya pernah gagal ta'aruf, dikarenakan pihak keluarga laki-laki ada yang keberatan untuk menerima kekurangan pada kakakku. Nah,jadi tuh di proposal bioadata pasangan selalu rercantumkan kelebihan dan kekurangan, pokoknya isinya lengkap gitu mengenai diri kita secara mendetail. Nah, mulai dari situ kakakku sedikit pesimis dan takut untuk memulai kembali proses ta'aruf. Namun disatu sisi, hadapannya menikah muda tetap berdiri kokoh dalam dirinya dan terus menjadi semangat untuknya.

Dan saat itulah ada seseorang yang berniat baik dan ingin berta'aruf dengan kakakku. Alhamdulillah wa syukurillah, ternyata Allah melancarkan semuanya dan berakhirlah rencana mereka hingga kepelaminan.

Rasanya senang, haru, dan penuh bahagia. Tapi disatu sisi, aku ngerasa hal aneh. kayak gini, ketika kalian punya barang kesukaan, dan tiba tiba barang itu dibeli sama oranglain dengan harga yang sesuai sama kebutuhan, yang akhirnya kalian rela melepas barang tersebut. Dan itu yang aku rasain ketika aku melepas kakak aku. Aku memang lumayan deket sama kakakku, walaupun deketnya gara gara suka berantem, tapi tiba tiba dia dilamar orang, dan aku berusaha ikhlas walaupun sekarang ngerasa dia bukan milik kita lagi, tapi udah punya oranglain.

Suatu saat kalian pasti akan ngerasa hal itu, terlebih kalo kalian punya saudara kandung.. dan aku sendiri ngalamin itu. Tapi semoga aja, mereka bisa hidup bahagia dan berkah pernikahannya juga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.

Dan pertanyaannya adalah..........
Apakah aku akan menikah melalui jalur ta'ruf seperti kakakku? Kira kira kapan ya.......hohoho

Selasa, 29 Agustus 2017

Tips Mengembalikan Warna Kulit yang Belang

Hai guys! Kali kali nih aku mau bagi tips gimana caranya mengembalikan warna kulit yang belang akibat sinar matahari. Tips ini dianbil berdasarkan hasil tontonan aku di youtube dan aku aplikasikan ke diri aku sendiri dan hasilnya lumayan lah hehe. Yuk disimak apa aja sih bahan bahan dan gimana cara menggunakannya?

Nah jadi kalian butuh alat dan bahan seperti;
-mangkok kecil
-kuas (optional sih)
-kopi (asli, tanpa campuran susu, gula, moka, dsb)
-susu putih bubuk (boleh pake danc*w dsb)
-minyak zaitun
-air

Gampang banget kan guys bahannya didapet di toko toko deket rumah kalian, sekarang yuk coba aplikasiin.

1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan nih.
2. Masukkan kopi dan susu bubuk kedalam mangkok, perbandingannya bisa dipake 1:1 aja guys, jadi kalo mau satu sendok dua duanya, begitu seterusnya.
3. Campurkan keduanya hingga rata,
4. Tambahkan sedikit air dan aduk
5. Teteskan minyak zaitun secukupnya, waktu itu sih aku cuma pake 3-5 tetes aja cukup ko, gausah banyak banyak ya guys.
6. Aduk hingga rata.
7. Setelah selesai, gunakan masker ke daerah kulit yang belang, bisa pake kuas yang kamu punya atau pake tangan juga gak masalah.
8. Jangan lupa pakenya yang rata ya guys
9. Tunggu hingga 20-30 menit sampai maskernya mengeringm
10. Nah, kalo udah boleh deh dibilas pake air bersih,

Gimana, mudah kan guys? Oiya, fyi aja kan semua orang punya kulit yang berbeda yah guys, jadi kalo ternyata kurang ampuh hasilnya ya bersabar aja. Ada yang katanya pake ini sehari juga hasilnya keliatan, tapi ada juga yang harus berkali kali kok, jadi sabar aja nunggu hasilnya, dan jangan lupa rutin pakenya biar hasil maksimal.

Aku aja pakenya gacukup sekali, padahal aku liat di youtube dia sehari aja bisa keliatan banget gitu. Aku make ini baru 3 harian dan lumayan hasilnya gak belang-belang banget kayak awal gitu. Mungkin kalo diaplikasiin semingguan lebih bisa lebih bagus hasilnya.

Nah kalian juga jangan lupa berdoa biar hasilnya memuaskan, karena usaha tanpa doa sih hasilnya susah ya nggak? Hehe. Selamat mencoba, ini fyi aja kok ya. Semoga memuaskan :)

Sabtu, 26 Agustus 2017

PKKP 2017



Welcome to the Jungle a.k.a Kehidupan Sesungguhnya! wkwk. Yap, kata orang sih dunia perkuliahan itu miniatur kehidupan. Kenapa? Karena disaat itulah kita benar benar belajar arti kehidupan, mulai dari belajar mandiri, bertemu dengan sekian banyak tipe tipe orang, belajar banyak budaya, bahasa, materi, teori, dan masih banyak lagi. Ya, ternyata itu aku rasakan sendiri setelah 6 hari mengikuti PKKP yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus Politeknik 2017. Penasaran? Yuk baca lebih lanjut.

Selasa, 15 Agustus 2017

Hari Pertama 'Ngekost'

Kemarin adalah hari pertama aku 'ngekost'. Membawa satu ransel besar dipunggung dan satu jinjingan lumayan besar, ditemani oleh papa yang juga bawa satu ransel dan satu jinjingan besar. Kemarin aku begitu bersemangat, lantaran akhirnya aku menemukan dan akan menjalankan kehidupan baru selain hidup selama 18 tahun di rumah. Penyemangatku saat itu adalah kedua orangtua, mereka rela naik turun kereta untuk mengantarkan aku melihat dan menaruh barang di kostan. I like it so much, why? Karena mereka gak pernah mengatakan kalau mereka sayang, tapi mereka selalu nunjukin bahwa mereka sayang sama aku. Hiks, jadi sedih gini ngetiknya.

Yap, siang itu aku tiba di kostan. Dengan keadaan lapar, akhirnya aku makan nasi bungkus yang dibeli papa untuk berdua bersama temen kostanku. Setelah makan, aku dan papa beserta temanku merapikan kost kostan kami. Saat itu aku mulai memperhatikan gerak geriknya, ya, papaku. He is the best man in the world. Betapa bersyukurnya aku punya papa seperti beliau. Sedih rasanya saat aku memandang segala yang ia punya saat itu, wajahnya, tingkahnya, perilakunya, dan di detik itu aku berharap dia takkan meninggalkan aku dan menemaniku disini.
Tapi, inilah kehidupan. Ada masanya aku harus bisa berjuang sendiri di tempat lain, tanpa papa dan mama, yang kini mereka hanya bisa berdoa disana tanpa menyemangatiku lagi didepan mata. Setelah urusan selesai saat itu papa segera pamit pulang, kemudian dia berpesan, "Jaga diri, jangan lupa makan, banyakin do'a." Kata kata sederhana yang jarang terucap olehnya.

Setelah itu aku segera beristirahat, mengingat kehidupan yang aku jalani mulai sekarang akan semakin berat. Hidup yang kini tak bisa kubagi kepada keluarga harus bisa dipendam sendiri, dan menunggu hari dimana aku bisa menceritakan semuanya suatu hari nanti.

Setelah itu maghrib, aku jalan jalan bersama teman kostku, Hanifah dan Ziya. Mencari makanan untuk simpanan dan sekedar bercengkrama dengan warga sekitar. Lingkungan disini lumayan nyaman, semua yang dicari insyaAllah ada dan mudah didapatkan. Ibu kost pun sangat ramah dan perhatian, belum lagi teman teman yang lain yang juga saling pengertian.

Ketika malam tiba, aku teringat pesan papa yang menyuruh aku untuk terus berdo'a. Semoga Allah memberikan kemudahan, kelancaran, dan kenyamanan selama aku tinggal disini. Dan muncullah selintas pemikiran aneh (re: parno) yang tibatiba menghantui kamar kostan. Tau sendiri lah ya, hehe. Dan disitulah aku mulai terus berdoa dan tiba tiba...............
.
.
.
.
.
.
.
Aku inget keluarga! Aku inget dimana aku tidur bertiga di rumah sama kakak dan mama. Aku inget kalo lagi gak ada kerjaan suka main sama kucing kucing kesayangan aku. Aku inget suka gangguin adek aku yang lagi main laptop. Aku inget yang suka ngeluh 'mah pengen makanan' dan seketika makanan itu bisa dibeli kapan aja. Aku inget dimana aku nonton sendirian di kamar atau berdua sama mama. Aku inget ketika papa bikin lelucon didepan kami dan kita ketawa sama-sama. Aku inget dimana aku elus elus kucing sebelum mereka tidur:( aku juga inget setiap mau tidur disuruh mijitin mama dan ngeliatin muka mama sampe dia bener bener tidur. Dan masih banyak segala hal yang malam tadi bikin aku kangen rumah!!!:(

Ternyata, ketika sebuah keluarga umurnya semakin tua, maka disitulah akan tiba saatnya kita memberi jarak. Jarak komunikasi, jarak tempat tinggal, jarak memberikan rasa cinta. Ternyata jadi anak kost gak mudah, apa yang kamu mau disini belum tentu semua ada. Selengkap apapun fasilitas di lingkungan kost kita ternyata gak akan selengkap kehidupan di keluarga. Family is number one guys. Segalanya ada. Bahkan ketika sedih ditengah tengah keluarga, perasaan sedih bisa hilang dengan seketika.

Aku janji, setiap aku punya waktu luang, aku pasti akan pulang. Menemui mereka, cinta pertamaku. Semoga Allah selalu menjaga kita dimanapun kita berada. Semoga Allah terus memberikan kita kesempatan untuk bersama, semoga Allah memberikan kita kesehatan, kenyamanan, kebahagian, dan kelancaran semua urusan kita. Allah Maha Menjaga, dan aku percaya itu. Aku sayang kalian karena Allah. Bismillah, ini hidup baruku.

Senin, 17 Juli 2017

Sepotong Kisah dibalik Bogor Raincake



Hai guys, kamu dari kota hujan? Kamu anak Bogor yang sukanya kuliner dan jalan-jalan? Kamu belum kekinian nih kalau belum coba oleh-oleh Bogor yang satu ini. Apa itu? Yap, Bogor Raincake.

Siapa sih yang gak kenal artis cantik keturunan arab yang kini sudah dipersunting pria berdarah Aceh, Teuku Wisnu? Pemilik senyum manis dan mata yang cantik itu ternyata adalah sang pemilik oleh-oleh kekinian ini loh. Ia membuka usaha Kue Khas Bogor ini dengan menawarkan beragam jenis olahan Cheesecake guys. Walaupun usahanya belum berdiri lama, tapi setiap hari tokonya tidak pernah sepi pengunjung. Wah, Masha Allah, sukses terus deh untuk kak Shireen!

Nah, aku punya Sepotong Kisah dari Kota Hujan Penuh Keberkahan guys tentang Bogor Raincake. Inshaa Allah ada informasi menarik nih untuk kalian semua yang penasaran sama oleh-oleh kekinian ini hehe.