Sabtu, 29 April 2017

Rencana Setelah SMA

Masa-masa SMA memang paling indah, apalagi setelah melalui Ujian Nasional, rasanya lega sekali. Eits, jangan senang dulu, karena ternyata perjuangan dan rasa cemas kita gak selesai sampai situ saja, ternyata masih ada yang harua kita pikirkan yaitu Rencana apa yang akan kita lakukan setelah SMA ini.

Wah ternyata itu tidak mudah loh kawan, banyak sekali pilihan setelah kita SMA ini sampai kita menemukan jati diri kita kedepannya. Sekarang, aku akan mengulas beberapa rencana anak-anak SMA setelah lulus nantinya, ini cuma menurut aku aja loh ya, siapa tau bisa jadi referensi atau jadi penghujung kegalauan kamu semua hehe.

1. Melanjutkan belajar ke Perguruan Tinggi
Nah, ini adalah hal yang paling diminati oleh teman teman, yap, lanjutin sekolah ke PTN/PTS. Jalur masuknya sekarang udah banyak banget nih ya, adayang jalur SNMPTN atau yang lebih akrabnya itu namanya jalur undangan. Setiap sekolah berhak mengirimkan sebagian siswa nya untuk mengikuti jalur ini sob. Tapi ternyata tidak mudah loh untuk dapat mengikuti jalur ini, karena kita butuh nilai rapot kita yang bagus dan sesuai dengan yang diharapkan, belum lagi kita harus pandai memilih jurusan karena harus sesuai dengan nilai yang kita punya. Gak lolos? Sabar sob, ada SBMPTN, yaitu seleksi bersama masuk PTN. Ini jalur tulis yang bisa kita perjuangin untuk masuk PTN keinginan kalian sob, tapi jujur aja ini yang bikin resah setelah UN, harus tetep belajar untuk SBMPTN ini haha. Boleh nihh terus diperjuangkan bagi kalian yang pengen banget masuk PTN favorit kalian. Semangat ya!

Selain itu, masih banyak jalur2 lain. Tergantung perguruan tinggi mana yang kamu ingin dapatkan. Ada beberapa peeguruan tinggi juga yang membula jalur mandiri, tapi gak semuanya loh sob. Jadi harus pinter pinter memilih nih buat kalian semua.

2. Kerja setelah SMA
Sebagian orang juga memilih jalan ini sob setelah SMA. Yup, kerja! Mungkin ada beberapa dari mereka yang beruntung dan harus melanjutkan usaha orangtua mereka, jadi mereka harus bekerja. Ada juga yang memang kebutuhan ekonomi, sehingga dia harus menghasilkan uang sendiri sebelum dia melanjutkan belajarnya ke perguruan tinggi, dan masih banyak lagi alasan teman teman disana yang memilih untuk kerja setelah SMA. Jalan ini menurut aku gak salah juga, bahkan kalau kita sanggup dan punya keinginan, kerja sambil kuliah itu enak juga sob. Anggap aja sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui hihi, jadi materi dapet dan ilmu juga dapet. Ya walaupun gabisa kayak mereka yang kuliah di PTN favorit, tapi orang yang kerja dan masih mau kuliah bisa ambil kuliah swasta murah atau kuliah jam karyawan, supaya lebih mudah membagi waktunya juga. Gengsi? Gausah lah gengsi gengsi, sarjana itu nanti akhirnya sama aja. Yang penting kita gak bosen dan gak malu untuk menuntut ilmu. Seharusnya malah kita bangga di sela sela kita mencari uang, kita masih peduli dengan diri kita yang haus akan ilmu. Semua itu bisa berjalan berdampingan kalau kita bisa menyeimbangkannya dengan semangat dan doa juga kerja keras. Semangat ya buat yang ambil jalan ini😊

3. Menunda Satu Tahun
Ada sebagian dari mereka yang memang tidak keterima di jalur manapun ketika ingin masuk ke perguruan tinggi, sehingga mereka berkorban untuk menjadi pengangguran selama setahun untuk.mengikuti seleksi di tahun depan. Ini juga tidak salah kawan, semua itu pilihan. Yang salah adalah jika waktu selama setahun itu dipergunakan untuk hal yang sia-sia. Nah, sebagai saran, lebih baik untuk kalian yang ambil jalan ini untuk mencari kegiatan disela sela belajar kalian, misalkan kalian bisa jadi guru privat anak SD atau SMP, atau menjadi pengurus komunitas, atau yang lain sebagainya. Selain mengisi waktu juga bisa mendapatkan sosialisasi yang besar dengan membagikan ilmu yang kalian punya kepada mereka yang membutuhkan kan?

4. Masuk Pesantren atau Meningkatkan Ilmu Agama
Nah, dari sebagian cerita teman temanku, ini adalah sebagian rencana mereka setelah kuliah. Karena aku berada di lingkungan sekolah islam, sebagian dari mereka memilih untuk berada setahun didalam pesantren. Untuk apa? Kata mereka, mereka ingin memperdalam ilmu agama mereka disana, termasuk meningkatkan hafalan Al Qur'an dan pemahaman mereka tentang Al qur'an. Bahkan sebagian dari mereka rela tidak kuliah hanya untuk memperdalam agama mereka. Hal ini juga baik untuk kalian bagi yang siap untuk belajar sedalam dalamnya tentang agama. Tapi jangan lupa juga sob, belajar di pesantren juga belajar jauh dari orangtua, belajar mandiri, dan jangan lupa memilih pesantren yang baik dan bagus sesuai apa yang kalian harapkan. Jangan asal memilih ya!

5. Menikah
Nggak banyak sih yang memilih jalur ini, apalagi untuk seorang laki-laki. Tapi, tidak mustahil juga untuk mereka yang sudah siap secara finansial, materi, ilmu, pemahaman, dan siap segalanya untuk melanjutkan hidup mereka dengan menikah setelah SMA. Aku juga pengennya gitu HAHA, tapi sayang, ilmu dan materi belum cukup untuk melakukan itu haha, masih perlu banyak belajar dan perlu kesiapan yang matang juga loh. Jadi, untuk yang mengambil jalan ini, kita juga harus memikirkan dampak dan wajib mengukur kemampuan diri. Jangan asal ambil pilihan dengan tergesa gesa, dan akhirnya malah berhujung perceraian padahal usia kita masih muda. Naudzubillah deh. tapi gak ada salahnya juga untuk kalian yang punya rencana menikah muda, asal segalanya sudah dipersiapkan juga dari muda dan sedini mungkin, biar sesuai harapan kan? Hehe.

Nah mungkin itu beberapa survey yang aku daprt dari temen temen mengenai rencana mereka setelah lulus SMA nanti. Untuk pendapat dan sar diatas, itu hanya opini dari aku dan cuma masukan biasa aja. Jadi buat kalian yang punya jalan lain dan punya saran yang lebih baik, silahkan lakukan sesuai apa kata hati kamu yah. Jangan lupa berdo'a dalam segala keputusan yang diambil. Jangan terges-gesa dan jangan salah ambil jalan. Semoga dari beberapa pendapat diatas kalian bisa punya pemikiran baru untuk menghentikan kegalaun kalian ya, termasuk aku hehe. Aamiin. Semangat kalian!

Sabtu, 25 Maret 2017

[Senior High School Almost Over]


Tidak terasa, hampir 3 tahun sudah aku duduk dibangku Sekolah Menengah Atas, dan aku menghabiskannya di Madrasah Aliyah ternama di Kota Bogor. Padahal, baru kemarin aku daftar sekolah sendiri, nyari informasi sendiri, hingga akhirnya aku bisa masuk ke sekolah ini. Inilah fase teramat penting dari setiap manusia, menghabiskan masa remajanya dengan belajar dan menyambut fase kedewasaan yang juga mulai tumbuh diakhir masa-masa ini.

This entry was posted in ,

Kamis, 09 Februari 2017

Belajar Mengikhlaskan

Belajar mengikhlaskan itu tidak mudah. Kebiasanku mencari tauu tentangnya kini tak bisa aku lanjutkan. Sudah terlalu jauh rasanya aku memendam perasaan ini. Sudah seharusnya aku mundur dan menjauh dari cinta yang tak seharusnya ku simpan dalam hati. Mudah memang mengatakan itu, tapi sulitnya saat berusaha untuk dilakukan.

Mungkin Allah mengingatkanku akan sejatinya cinta Allah dan hanya itulah cinta yg abadi. Bukan mencari cinta yang lain lalu berusaha mencari kebenaran didalamnya. Aku percaya akan ada cinta yang datang melengkapi setengah imanku dan melengkapi setengah cintaku kepada-Nya.

Melihatmu dari kejauhan kini menjadi hobi yang harus aku hapuskan. Tidak ada lagi senyum ketika melihatmu, tidak ada degup jantung yang aneh ketika tanpa sengaja kau memberikan sedikit lengkung senyummu, dan tidak ada lagi bayang-bayangmu yang muncul disetiap aku menutup mataku. Tak sepatutnya aku merasakan itu. Lagi lagi aku sudah terlalu jauh.

Kalaupun langkah ini menjadi langkah akhir kita bersama, izinkan aku untuk selalu mendoakanmu untuk segala kebaikan yang akan datang kedepannya. Jangan pernah menganggapku masa lalu mu karena aku tidak pernah ada dimasa lalumu. Jangan berhenti berharap datangnya bidadari syurga suatu saat nanti yang akan menyempurnakan kekuranganmu. Aku tidak bisa berharap itu aku, karena aku hanya seutas nama yang mengharapmu berlebihan dan harus segera membuang perasaan itu.

YaAllah, jikalau selama ini aku salah, berilah aku ampunanmu dan tunjukkan jalan yang benar daripada ini. Jikalau aku salah mencintai orang, berilah aku kekuatan untuk mengikhlaskannya dan hindari aku dari orang yang tidak Kau tuliskan untukku. Aku hanya ingin mencintainya, yaitu orang yang kau ridhoi. Tak ada yang salah dari sebuah pengampunan bukan? Aku hanya sisipkan sedikit harapan yang teramat ku harap. Karena hanya kepada-Mu sepantasnya aku berharap.

Selasa, 07 Februari 2017

Kenangan Masa Kecil

Aku teringat ketika masih kecil. saat aku masih duduk dibangku kelas 3 SD. Aku suka sekali bermain peran menjadi guru. Maklum, saat itu aku dan Arkan adalah orang yang paling tua diantara teman mainku yang lain. Yap, merek semua masih kecil. Kelas 2, Kelas 1, TK, atau bahkan baru 4 tahun😂

Aku teringat ketika aku menjadi ibu guru dan Arkan menjadi bapak guru. Saat itu, mereka yang ingin belajar wajib membayar kami 500 rupiah. setelah uang terkumpul, aku belikan makanan ringan kemudian dimakan bersama setelah belajar. Kami bermain sambil belajar menghitung. Belajar menghitung dengan sempoa, menggambar dan mewarnai, lalu main ular naga panjang. Alahkah indahnya jika masa kecil kembali diulang. Mungkin kita dapat menemukan senyuman dan tawa yang murni dari wajah wajah yang belum berdosa.

Sejak saat itu, aku bercita-cita menjadi guru. Aku  pikir menjadi guru itu menyenangkan. Membuat orang yang tidak mengenal sesuatu menjadi kenal.  Membuat orang yang sedih untuk kembali bahagia. Pengorbanannya besar, namun imbalan pahalanya pun tidak ada hentinya. Senangnya saat itu menjadi guru walau hanya sesaat. Dan aku semenjak itu, aku suka anak kecil.

Anak kecil itu menggemaskan. Sampai suatu saat banyak tetangga yang menitipkan anaknya pada ku saat aku masih kelas 5 SD. Haha, pengalaman yang tidak terlupakan. Aku jadi belajar memandikan bayi, membuat makanan bayi, menggendong bayi, ahhhh senang sekali masa masa itu. Rindu rasanya.

Aku teramat bersyukur tentang hidup yang aku pikir ternyata indah banget ya. Allah bener bener mengajarkanku lewat masa lalu dan waktu yang sudah pernah aku lewati sebelumnya. Setiap manusia pasti jalannya beda. Dan Allah kasih aku jalan seperti ini membuat aku termotivasi dengan adanya dorongan dari masa lalu. Alhamdulillah. Terima kasih yaAllah. Senangnya mengenang masa kecil ketika belum mengenal dunia yang kejam ini.

This entry was posted in ,

Sabtu, 28 Januari 2017