Minggu, 27 Desember 2015

Arti Suara Hewan

Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Sebagaimana kita maklum, bahwa makhluk yang diciptakan Allah Swt jumlahnya sangat banyak, diantaranya ada yang berupa makhluk yang hidup seperti manusia dan hewan, ada juga makhluk yang tidak hidup seperti benda-benda mati.

Makhluk yang hidup seperti hewan adakalanya bersuara seperti kucing mengeong, kuda meringkik, anjing menggonggong, dan lain sebagainya. Kemudian penyusun mencoba mencari tahu apa arti yang terkandung dalam suara hewan seperti itu.

Kamis, 03 September 2015

Catatan Harian Rania

Siang itu, pelajaran sekolah sudah berakhir. Saatnya murid murid yang lain bergegas kembali ke rumah untuk isirahat dan mempersiapkan pelajaran untuk esok hari, walaupun ada sebagian yang harus masih di sekolah karena adanya jadwal ektrakulikuler atau sekedar kumpul organisasi. Yap, kala itu Rania harus kumpul ekskul pulang sekolah, jadwalnya jam 2 siang, namun jam masih menunjukkan pukul 13.00.

Jumat, 01 Mei 2015

Akibat Riba

Selamat Pagi Sahabat 💕
Berikut adalah sebuah kisah yang semoga bisa menjadi renungan untuk kita semua. Aamiin...

AKIBAT RIBA

Kutulis kisah ini untuk segenap muslimah.~
Meskipun dengan menulisnya, hatiku semakin teriris-iris. Namun biarlah luka itu mengangah, asalkan kalian tidak menjadi korban berikutnya.

Dulu…
aku pernah merasakan bahagianya pernikahan. Aku mencintai suamiku, dia pun mencintaiku. Meskipun hidup pas-pasan, rumah tangga kami diliputi kedamaian.

Suamiku orang yang pekerja keras. Ia berusaha mendapatkan tambahan penghasilan untuk bisa ditabung seiring Allah mengkaruniakan seorang buah hati kepada kami. Kami pun berusaha hidup Qana'ah, mensyukuri nikmat-nikmat Allah atas kami.

Saat-saat paling membahagiakan bagi kami adalah ketika malam hari. Saat sunyi dini hari, anakku lelap dalam tidurnya, aku dan suami bangun. Kami shalat malam bersama. Suamiku menjadi imam dan aku larut dalam bacaan Qur’annya.

Tak jarang aku menangis di belakangnya. Ia sendiripun juga tak mampu menahan isak dalam tilawahnya.
Entah mengapa. Mungkin karena kami melihat teman-teman yang telah punya mobil baru. Tetangga yang membangun rumah menjadi lebih indah.

Mulai terbersit keinginan kami agar uang kami semakin bertambah. Suamiku tak mungkin bekerja lebih lama karena ia sudah sering lembur untuk menambah penghasilannya.
Tiba-tiba aku tertarik dengan bisnis saham. Sebenarnya aku tahu sistem bisnis ini mengandung riba, tapi entahlah.

Keinginan menjadi lebih kaya membutakan mataku.
“Ambil bisnis ini saja, Mas. Insya Allah kita bisa lebih cepat kaya,” demikian kurang lebih saranku pada suami.

Dan ternyata suamiku juga tidak menolak saran itu. Ia satu pemikiran denganku. Mungkin juga karena tergoda oleh rayuan iklan bisnis saham tersebut syaithan yang membisik.

Akhirnya, kami membeli saham dengan seluruh tabungan yang kami miliki. Suamiku mengajukan kredit untuk modal usaha kami.
Sejumlah barang yang bisa kami jual juga kami jadikan modal, termasuk perhiasan pernikahan kami.

Beberapa pekan kemudian, bisnis kami menunjukkan perkembangan meskipun tidak besar. Kami mengamati saham hingga ibadah-ibadah sunnah yang dulunya membahagiakan kami mulai keteteran. Tilawah tidak sempat. Shalat sunnah hilang diterpa kantuk dan lelah.

Hidup mulai terasa gersang di satu sisi, tetapi kekayaan mulai tergambar di sisi lain. Hingga suatu hari, tiba-tiba harga saham menurun drastis. Kami seperti terhempas dari ketinggian. Kami sempat berharap bisa bangkit, tetapi harga saham kami justru semakin terpuruk. Hutang kami semakin menumpuk. Cash flow keluarga kami berantakan.

Di saat seperti itu, emosi kami seperti tidak terkendali. Ada sedikit saja pemicu, aku jadi marah. Pun dengan suami. Ia jadi sering menyalahkanku karena menyarankan bisnis riba dengan modal riba pula.

Aku pun membela diri dan mengatakan kepadanya, mengapa sebagai suami yang harusnya jadi imam malah mengikuti saran istri jika saran itu keliru. Pertengkaran memuncak. Aku tidak dapat menguasai diri.

“Kalau begitu, ceraikan saja aku,” kataku malam itu.
“Ya, aku ceraikan kamu,” jawab suami dengan nada tinggi. Mendengar teriakan talak itu aku terhentak.
Aku menangis. Anakku juga menangis. Tapi terlambat. Suamiku terlanjur pergi setelah itu.

Kini aku harus membesarkan anakku seorang diri. Sering sambil menangis aku membaca ayat:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS. Al Baqarah: 276)
.
Wahai para muslimah… Qana’ah… Qana’ah…
Jangan menuntut suamimu lebih dari kemampuannya. Tak ada larangan untuk berusaha bersama-sama agar kondisi finansial menjadi lebih baik. Tetapi jangan sekali-kali terperosok dalam bisnis riba.

Bahagia dalam hidup sederhana lebih baik daripada jiwa menderita karena cinta dunia.

Cukuplah aku yang berkata sambil menangis, “Dulu kami dipersatukan oleh ketaatan kepada Allah, lalu kami dipisahkan oleh kedurhakaan pada-Nya”

Diadaptasi dari kisah nyata dalam Sa’atan-Sa’atan yang ditulis Syaikh Mahmud Al Mishri dan Sirriyun lin Nisa’yang ditulis Syaikh Ahmad Al Qaththan•
smoga bermanfaat..

Sabtu, 11 April 2015

Problem?

Selamat sore problem!

Senang rasanya bertemu kamu lagi. Iya kamu, datang secada bersamaan dengan problem yang berbeda. Terima kasih kamu mau membantu aku dalam mndewasakan diri, terima kasih pula sudah mau mampir menggores cerita kehidupanku.

Hai problem, kau tau? Sebagian orang menganggapmu sesuatu yang amat sangat membosankan, selalu membuat matanya tak bisa membendung kesedihan, apalagi hati seorang perempuan.

Antara Problem dan Manusia

"Problem, bolehkah aku bertanya kepadamu, mengapa Allah selalu mengirim pasukanmu kepada kami? Mengapa kamu datang membawa luka?"
"Allah mencintai umatnya, aku diperintahkan olehnya agar kalian mampu melampauiku. Aku tidak pernah datang sendiri, karena aku memang lebih lemah dari manusia. Aku hanya bisa jikalau aku berbondong-bondong."
"Hei problem, satu problem dalam hidup saja sudah membuat aku pusing, apalagi jikalau kau datang berbondong-bondong. Kau bisa tanyakan kepada seluruh manusia,"
"Kau tau, Allah SWT menciptakanku lebih lemah dari kalian wahai Manusia. Sebanyak apapun Allah ciptakan kami, Allah selalu mengirim kalian sesuai dengan kemampuan kalian. Agar kekuatan kita sebanding. Namun tetap saja kamu yang lebih kuat, manusia."
"Apa aku bisa melawanmu? Sedangkan aku tak kuasa menahan tangis ketika kau datang, mengapa?"
"Itu hanya reaksi kalian terhadap kedatangan kami, Allah mengingatkan kepada manusia untuk melakukan kebaikan, itu adalah salah satu cara untuk mengusir kami. Kami memang diciptakan untuk datang dan pergi, seperti cinta. Kami kenal dekat dengannya."
"Yaa, cinta! Mengapa kau begitu dekat dengannya."
"Karena kelemahan manusia adalah mengolah cintanya. Kau tau? Hati manusia dasarnya adalah kertas putih tanpa noda. Namun beberapa dari kalian merusaknya, merobek kertas itu, menulis dikertas itu hingga kotor, walau dihapusnya namun tetap meninggalkan bekas bukan? Apa itu namanya tidak merusak hati kalian?"
"Hmm, benar jugaa. Namun bagaimana bisa aku merubah kertas itu kembali bersih? Sementara cinta yang datang meninggalkan goresan pada kertasku. Apa yang harus aku lakukan?"
"Hapuslah semua noda dalam hatimu, Allah akan melihat proses penghapusanmu. Allah punya berjuta kertas bila kau mau, Allah takkan tega apabila kau kelelahan demi menghapus semua goresan dikertasmu sampai putih kmbali, Allah bisa kok kasih kamu kertas baru."
"Jadi, apakah Allah akan memberi ku kertas yang bersih itu? Lalu bagaimana caranya agar kertas itu tidak kmbali kotor?"
"Tentu. Lakukanlah penghapusan itu dengan banyak berbuat baik, mengingat Allah dll, itu adalah proses menjaga hati kita. Kalo itu, kamu bisa tulis nama Allah yang banyak dalam hati kamu, toh siapa sih yang berani mencoret namamu ketika tertulis dalam kertas yang putih?"
*lalu manusia terdiam*

Sepenggal cerita problem dan manusia hanya ku buat untuk sebagai ilustrasi. Dimana kita bisa ambil petikan bahwa manusia lemah dalam urusan cinta. Tapi tak menutup kemungkinan, masalah bukan hanya tentang cinta.

Oiya, benarkah kelemahan manusia adalah cinta? Iya, sebagian orang beranggapan gitu. Cerita diatas maksudnya adalah, ketika kita menempatkan yang paling utama dalam hati adalah Allah, maka takkan ada yanh berani menggores hati kalian bagai kertas putih tadi. Yaa, aku merasakan hal itu saat ini. Mengapa bodohnya aku tak bisa mengelola hatiku dengan baik, hingga timbul khilafan yang merugikan oranglain dan diri sendiri. Kini membuat aku sadar atas kedatangannya.

Sekarang gini, buat para remaja yang benar benar sedang jatuh cinta, jangan terlarut deh dalam cinta yang datang di masa kalian saat ini. Karena mereka bukan datang sepenuhnya dan menetap, dia masih dalam pencaharian. Sekarang mah jaga hatinya dulu dehh, berdoa sama Allah untuk dilabuhkan pada cinta yang akan menjadi jodoh nanti. Seru dong pastinya kalo dapet barang baru? Iya, pasti istri sama suami nanti lebih seneng klo dapet hati kalian yang masih baru dan ga bekas dipake orang. Hehe. Do you know what I mean? Ya, itu.

Semangaaat!!

Childish

Selamat pagi! Assalamu'alaykum;) Hari ini aca akan berbagi sedikit cerita tentang diri aca. Selamat membaca!

Childish.
Yaap, aku sering dibilang 'kekanak-kanakan' atau bersifat lebih seperti anak kecil. Kurasa hanya mereka yang tak mengenalku yang berkata demikian. Namun mungkin pandangan mereka berbeda denganku, itulah mengapa aku sering dikerjain kaka kelas, dibilang oon lah, dikatain lola lah, atau disepelein. Whatever, yang jelas bukan gitu aslinya.

Terkadang mereka tak pernah mengerti siapa aku sebenarnya, karena memang hanya diri kita yang bisa mengetahui sifat dasar kita, barulah selebihnya oranglain menilai.

Aku memang seperti anak kecil, karena aku lebih suka bercanda daripada harus terlarut dalam keseriusan, tapi jikalau memang ada saatnya aku serius, aku bisa untuk serius, namun lagi lagi tak pernah ada yang berfikir bahwa aku mampu jadi diri yang serius.

Childish vs Adult

Antara keduanya memang jauh berbeda. Namun siapa sangka kita bisa melakukan keduanya. Aku begitu senang ketika teman-teman dan yang lain menganggap aku lucu, karena aku suka bercanda gurau. Lagi lagi tak ada yng tau, disatu sisi aku punya sejuta cerita yang membuat aku dewasa, berfikir layaknya pejabat mengatur perusahaannya. Yaa, agak ribet emang, cuma itulah kenyataannya.

Kadang mereka tidak tau, bahwa se-childish2nya orang, pasti mereka juga punya cerita. Mereka harusnya mengerti, masalah akan selalu ada didalam setiap diri manusia, cuma tak semua berpendapat bahwa masalah harus diungkapkan, tidak.

Kedewasaan tak pernah mengenal usia. Itulah yang harusnya teman-teman tekankan kepada semua orang. Kenalilah lebih dulu orangnya, karena dibalik seluruh topeng anak-anaknya, terdapat pula sisi dimana ia terlihat seperti orang dewasa. Ya, bukannya sok-sokan, cuma rasanya tak enak saja didengar kalau aku harus dibilang 'oon' dan 'bocah banget sih'.

Memang ada kalanya dimana aku tak tau apa apa, aku tidak mengerti apa yang orang katakan, itu bukan berarti oon kan? Ya mungkin saja memang aku tak terlalu perlu mengetahui itu semua, itulah mengapa aku sering tak tau apa apa.
Tapi ada kalanya pula aku tegas mengatur diriku. Menjaga emosi, meluruskan niat, melakukan hal baik, memilih antara yang baik dan benar, apa itu semua termasuk bentuk kedewasaan?

Alhamdulillah wa syukurillah, Allah memberikan aku banyak masalah sehingga aku lebih giat untuk berfikir dewasa. Segala aspek di rumah maupun sekolah banyak yang bertentangan, itu juga membuatku lebih mudah mengaturnya. Allah juga senantiasa membuat aku larut dalam cinta manusia, agar aku senantiasa menghadapi cinta yang sebenarnya. Segalanya membuat aku berfikir menjadi lebih baik, tak hanya butuh masukan dari oranglain, yang terpenting mengatur diri sendiri harus dimulai ya dari diri sendiri. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yng berusaha mencari Jalan terbaik-Nya. Aamiin ya Rabb.

Sabtu, 04 April 2015

JANGAN MENCELA HUJAN 

Sebagian orang merasa dirugikan ketika musim hujan. Memang benar, tidak semua yang terjadi di sekitar kita, sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang kita berharap langit cerah, namun Allah turunkan hujan. Dan sebaliknya. Namun apakah kehendak Allah harus bergantung kepada kehendak kita? Jangan sampai ketidaknyamanan ini, menyebabkan Anda menjadi murka dan marah dengan takdir Allah. Terlebih, JAGA LISAN baik-baik, jangan sampai mengeluarkan kata CELAAN terhadap hujan yang Allah turunkan.

Terkadang kita tidak sadar, ucapan kita bisa menjadi sebab diri kita tergelincir ke dalam neraka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang mengundang ridha Allah, yang tidak sempat dia pikirkan, namun Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Sebaliknya, ada hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dia pikirkan bahayanya, lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.” (HR. Ahmad 8635, Bukhari 6478, dan yang lainnya).

MENCELA HUJAN = MENCELA DZAT YANG MEMBERI HUJAN 

Protes seorang hamba ketika Allah menetapkan taqdir, sejatinya dia protes kepada Allah. Dalam hadis qudsi, Allah ta’ala melarang kita mencela keadaan yang Dia ciptakan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, bahwa Allah Ta’ala berfirman,
“Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Akulah adalah pemilik masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang.” (HR. Bukhari 4826, Muslim 6000, dan yang lainnya).

Dalil di atas berbicara tentang hukum mencela waktu. Kasus mencela hujan, tidak berbeda dengan mencela waktu.

Para ulama memberikan rincian hukum untuk kasus mencela waktu, hujan atau semacamnya:

1. Hanya sebatas memberitakan. Misalnya, seseorang mengatakan: ‘Sepatu saya rusak karena kehujanan.’ ‘Motor saya macet karena kehujanan.’

2. Mencela hujan dengan maksud mencela ketetapan dan takdir Allah. Misalnya mengatakan, ‘Ini hujan, ngapain turun. Bikin tambah macet aja.’ ‘Sebel, hujan terus. Pagi-pagi sudah hujan.’

Celaan semacam ini termasuk perbuatan dosa, karena hakekatnya, dia mencela Allah.

RUJUKAN:
http://www.konsultasisyariah.com

Jumat, 03 April 2015

Kematian?(lagi)

Innalillahi wainna ilayhi raaji'un. Seminggu telah berpulangnya komedian terkenal Alm. Olga Syahputra kepada sang Ilahi. 32 tahun hidupnya di dunia, menyisakan kenangan manis pahit kepada orang disekitarnya, menghibur kita semua dengan lawakannya, dan selalu turut membantu warga yang benar benar membutuhkan bantuannya. Semoga Allah meridhoi-Nya. Aamiin..

Tepat jam 8 pagi hari ini, Indonesia kembali berduka atas meninggalnya satu senior komedian kita, Mpok Nori. Beliau telah lama berkecimpung dalam dunia hiburan dan menghibur kita semua dengan gaya betawinya yang sangat khas. Kecintaannya terhadap Indonesia membuatnya terkenal dan memiliki ciri khas tersendiri dalam mengenalnya. Semoga Allah juga memberikannya tempat terbaik disisi-Nya, dan Almarhumah selalu diberikan ketenangan dalam kuburnya. Aamiin..

Sahabat, kematian memang teka teki Allah yang sulit ditebak. Malaikat maut bisa saja datang ketika Allah telah memerintahkan. Ambil lah sisi positif dari wafatnya kedua komedian diatas, mereka bekerja keras didunia bukan hanya untuk dirinya, namun mereka juga selalu memberikan senyuman kepada oranglain, bahkan Allah pun telah menyampaikan, bahwa senyum kpada saudara kita adalah bentuk sedekah bukan?

Selain itu, MasyaAllah, mereka sama sama terkenang baik dalm ketulusannya. Tidak pernah menyombongkan kesuksesannya, mereka selalu tampil sederhana didepan layar kaca, berbagi kepada sesama, dan selalu tersenyum untuk semuanya. Masya Allah, mereka sama-sama wafat di hari Jum'at, mungkin ada yang menyadarinya atau bahkan tidak.

Allah juga telah menyampaikan kepada kita, salah satu tanda orang yang husnul khatimah adalah orang yang wafat di hari Jum'at. Wallahu'alam bi shawab, kita tidak pernah tau apakah mereka benar benar baik semasa di dunianya, bahkan walaupun terkenang demikian, kita tidak pernah tahu penilaian Allah terhadapnya. Yang jelas kita bisa ambil hikmah dari semuanya.

Allah memang selalu menyimpan maksud dibalik cerita yang telah dibuat-Nya. Kematian kedua komedian tersebut dengan kurun waktu yang tidak lama, menyampaikan kepada kita bahwa Allah sama sekali tidak memicu waktu untuk mengambil nyawa kita, tidak memicu tua-muda dalam memanggil kita, semuanya bisa saja terjadi sesuai apa yang dia kehendaki.

Ayo kawan, beribadahlah sesuai apa yang Ia tentukan, biar Allah memberikan kematian yang baik kepada kita dengan khusnul Khatimah, memperbaiki akhlak, melakukan shunnah, memperbaiki yang wajib, dan menjauhi yang haram.. Kematian tidak bisa ditebak. Semangat memperbaiki diri, kawan. Bismillah💕

Senin, 09 Maret 2015

Misteri Berantai

Entah secara kebetulan atau memang ada sangkut pautnya, tiba tiba aku punya beberapa hal yang harus dipecahkan. bukan kaca atau gelas, haha, hmm semacam permasalahan namun tidak semuanya berpenyebab. apakah kamu mengerti maksudku?
ya, beberapa masalah datang bersamaan. entah kenapa, mereka bergenre mistis semua haha, ceilah genre udah kaya lagu. tapi ini bener, sekitar 3 permasalahan aneh yang datang.

Pertama, aku nggak tau apakah aku bisa melihat makhluk halus apa nggak, tapi sebagian dari keluargaku memang ada memiliki kelebihan semacam itu, entah aku keturunan atau emang kebetulan. aku bisa melihatnya. ya, walaupun sekejap tapi ini sering. beberapa kali. yang terakhir saat itu, ketika aku sedang berjalan di bastment suatu pusat perbelanjaan ternama di bogor, setelah usai sholat aku ingin kembali ke lantai atas, namun seperti ada yang mengikutiku. terlihat dari samping bola mataku, memang ada orang. tapi mengapa ia tidak menerobosku dan berjalan lebih cepat dariku, itulah yang bikin bingung, "mungkin aku menghalangi jalannya" fikirku. akhirnya aku menyingkir kesebelah kanan untuk memberi jalan, namun seketika orang itu hilang dari pandanganku, kukira dia udah laju lebih dulu, ternyata didepan aku juga nggak ada. apa itu maksudnya aku nggak ngerti, dan itu aneh.

kedua, akhir akhir ini aku sering sekali pingsan, bahkan belum sampai satu minggu sudah pingsan lagi. aku selalu cerita tentang keadaan aku di sekolah, rumah, dan segala permasalahanku kepada kedua orangtuaku. ya, termasuk aku yang sering pingsan di sekolah, dan entah penyakit apa yang sedang mendiami tubuhku. nggak enak rasanya ketika kita merepotkan oranglain, apalagi ketika pingsan pasti sangat membutuhkan orang banyak, untuk menggotongku ketempat yang ditentukan. orang rumah mengiraku sakit berat, karena tak pernah aku pingsan seperti ini sejak dulu, dan tidak ada riwayat sakit berat, namun apa yang membuatku seperti ini.
akhirnya aku memberanikan diri untuk ke dokter setelah tercatat pingsan 5 kali di sekolah. ku ceritakan keluh kesah badanku kepada dokter, sakit yang sering aku derita, dan beberapa keluhan tentang kesehatan. dokter menyarankanku untuk ke rumah sakit dan melakukan rontgen pada bagian dalam perutku. ya, karena aku sering mendapat keluhan di sekitar perut, mungkin itu penyebabnya.
setelah satu jam aku menunggu hasilnya, aku kembali ke dokter untuk menanyakan apa maksud dibalik gambaran rontgen yang tidak sama sekali aku ketahui. yaap, akhirnya dokter menceritakannya kepadaku. dari hasil 6 gambar yang diperoleh dari ginjal, rahim, uterus, lambung, dll, aku sama sekali tidak memiliki gangguan diantaranya, hanya saja memang aku punya penyakit maag sebelumnya+asam lambung yang tinggi. tapi itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pingsan yang sering sekali aku lakukan di sekolah, ini keanehan yang kedua.

yang ketiga, tak perlu dijelaskan. ini rahasia, hehe. jangan kepo yaahh?:p 

tapi dari semua ini aku punya pengalaman yang sangat berharga. dari sakit yang sering ku derita, ketika aku berbaring di tempat tidur, sebelum pulas dalam dekapan bantal dan guling, adik kakak dan kedua orangtuaku memberikan doanya kepadaku. mereka berkumpul di kamar dan sama sama melantunkan ayat suci al quran untukku, dan mama sambil mengusap usap seluruh badanku. terharu rasanya ketika sakit mereka begitu peduli kepadaku, sampai mengantarku berkali kali ke dokter untuk periksa, menghabiskan uang papa padahal hasilnya tidak ada apa apa, menghabiskan bensin kakakku yang kala itu mengantar kartu berobatku dari rumah, menyita suara mereka yang mengaji untukku demi kesembuhanku, terdengar ocehan adek dan kakakku untuk menasehatiku, memberikan aku motivasi untuk aku sembuh.
terharu rasanya ketika itu, bahkan aku jarang menanyakan kabar mereka setiap harinya, apakah mereka baik baik saja atau mereka sakit dalam hatinya. yaAllah aku begitu bersyukur memiliki keluarga yang sempurna ini, pertemukan kembali di surgaMu nanti yaAllah.. Aamiin.

dari sakit aku juga belajar bagaimana berartinya sehat yang kupunya dulu. bisa membantu oranglain, bukan kebalikannya yaitu merepotkan oranglain. maaf yang sebesar besarnya kepada beberapa temanku yang sering sekali membantu aku ketika aku pingsan, menggotongku ke ruang BP atau UKS, dan memberikan sebagian energinya untuk membantuku beberapa kali. aku mohon maaf dan berterimakasih yang sebanyak banyaknya ya, aku sayang kalian. 

tapi kawan, setelah beberapa misteri mulai terpecahkan, kini datang masalah baru yang entah apa juga penyebabnya. saat ini masih dalam pengorekan masalah (edeuh meuni ngorek bahasa teh wkwk) gapapa deh ya, yang penting mah baca weh blog aku yah haha. yang jelas, kita harus bisa jaga kesehatan, setiap masalah pasti punya banyak jalan keluar, nggak cuma satu. manusia adalah makhluk yang paling sempurna dimuka bumi, dengan kekuatan akal dan fikirannya pasti kita punya jalan keluar yang bercabang dari segala permasalahan kita, okay? percaya tetap Allah yang ada dihati dan fikiran untuk mengarahkan kita ke jalan yang benar. jadikanNya yang pertama dan tiada dua, karena Ia selalu benar dan tidak pernah salah. Okay?

Jumat, 23 Januari 2015

Penggunaan MasyaAllah dan SubhanAllah

(Arrahmah.com) – Ungkapan dzikir atau kalimah thayyibah “Subhanallah” sering tertukar dengan ungkapan “Masya Allah”. Ucapkan “Masya Allah” kalau kita merasa kagum. Ucapkan “Subhanallah” jika melihat keburukan.

Selama ini kaum Muslim sering “salah kaprah” dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci Allah), tertukar dengan ungkapan Masya Allah (Itu terjadi atas kehendak Allah). Kalau kita takjub, kagum, atau mendengar hal baik dan melihat hal indah, biasanya kita mengatakan Subhanallah. Padahal, seharusnya kita mengucapkan Masya Allah yang bermakna “Hal itu terjadi atas kehendak Allah”.

Ungkapan Subhanallah tepatnya digunakan untuk mengungkapkan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. Misalnya, begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakan Subhanallah (Mahasuci Allah dari keburukan demikian).

Ucapan Masya Allah

Masya Allah artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”. Ungkapan kekaguman kepada Allah dan ciptaan-Nya yang indah lagi baik. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak Allah”.

Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya.

“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu, ‘Maasya Allah laa quwwata illa billah‘ (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan?” (QS. Al-Kahfi: 39).

Ucapan Subhanallah

Saat mendengar atau melihat hal buruk/jelek, ucapkan Subhanallah sebagai penegasan: “Allah Mahasuci dari keburukan tersebut”.

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda: ‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis.” (HR. Tirmizi)

“Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnya, keadaan junub jangan menjadi halangan untuk bertemu sesama Muslim. Dalam Al-Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), misalnya: “Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, juga digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik.” (QS. 40-41).

Jadi, kesimpulannya, ungkapan Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik-baik atau keindahan. Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Subahanahu wa Ta’ala Maha Suci dari semua keburukan tersebut.

Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah, indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah Ta’ala. Lalu, apakah kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah, padahal seharusnya Masya Allah dan sebaliknya? Insyaa Allah tidak. Allah Maha Mengerti maksud perkataan hamba-Nya. Hanya saja, setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya Allah. Wallahu a’lam bish-shawabi.

Selasa, 20 Januari 2015

Sehat itu Mahal

Kesehatan adalah nikmat Allah yang wajib dijaga. Itulah mengapa banyak orang menyebutkan sehat itu mahal. Sekarang aku begitu merasakan bagaimana nikmatnya sehat yang Allah berikan, rasanya sungguh luar biasa.

Entah mengapa akhir akhir ini fisikku lemah. Tubuhku tidak terlalu kuat menahan dingin dan dinginnya masuk lewat selubung rusukku hingga sesak di dada. Pernah aku merasakan hal ini, namun entah mengapa semakin kesini aku tidak kuat menahannya, sehingga pingsan lah menjadi kebiasaan baruku.

Entah karena fisikku lelah bekerja seharian di kelas, entah karena kurang istirahat atau apalah. Yang jelas pingsan sangatlah tidak enak. Pusing dimana mana, sakit, pengen nangis, apalagi membuat repot oranglain. Pernah terpikir bahwa, oranglain adalah yang utama. Karena tanpa oranglain kita tidak berarti di dunia ini. Pernah juga aku tekadkan diri, bahwa aku harus bisa menjaga oranglain, tidak merepotkan oranglain, tidak pula menyakiti oranglain. Itu semua aku lakukan untuk mereka yang menyayangiku, dan untuk aku sendiri yang sayang sama mereka.

Namun apa dikata, pingsan yang ketiga kalinya membuat aku banyak merepotkan oranglain. Maaf yaa teman dan guru yang pernah aku repotkan, senang rasanya ketika kalian ingin membantuku, namun sedih pula ketika aku harus seperti ini.

Intinya kawan, kesehatan memang sangat nikmat, jangan pernah menyianyiakan hal tersebut. Lakukan hal yang membuat orang senang dan janganlah lupa untuk menyayangi diri sendiri:)

Multi-Colored Light Pointer