Sabtu, 25 Oktober 2014

Happy New Year, Islam!


Hai blogger, apa kabar? Selamat Tahun Baru Islam 1436 H! Semoga islam semakin berjaya, semakin maju, semakin baik umatnya, bukan hanya islam KTP saja melainkan Islam yang benar benar beriman kepada Allah. Aamiin. Di hari yang baru ini, semoga Allah senantiasa memberikan kita kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan meminimalisir kesalahan yang terus kita perbuat dimasa lampau, semoga kita juga bisa bersikap dewasa dan mulai peduli dengan islam, menjalankan agama-Nya karena Allah, bukan hanya trend semata atau karena tuntutan warisan orangtua.

Jumat, 24 Oktober 2014

4 Sifat Dasar Manusia

MELANKOLIS - Si Sempurna











KEKUATAN:
* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
* Sensitif
* Mau mengorbankan diri dan idealis
* Standar tinggi dan perfeksionis
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
* Hemat
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
* Kalau sudah mulai, dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
* Sangat memperhatikan orang lain
KELEMAHAN:
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
* Mengingat yang negatif & pendendam
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
* Hidup berdasarkan definisi
* Sulit bersosialisasi
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
* Memerlukan persetujuan


PLEGMATIS - Si Pecinta damai

KEKUATAN:
* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
* Penengah masalah yg baik
* Cenderung berusaha menemukan cara termudah
* Baik di bawah tekanan
* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
* Rasa humor yg tajam
* Senang melihat dan mengawasi
* Berbelaskasihan dan peduli
* Mudah diajak rukun dan damai
KELEMAHAN:
* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
* Takut dan khawatir
* Menghindari konflik dan tanggung jawab
* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
* Terlalu pemalu dan pendiam
* Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
* Kurang berorientasi pada tujuan
* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
* Tidak senang didesak-desak
* Menunda-nunda / menggantungkan masalah.


SANGUIN - Si Superstar

KEKUATAN:
* Suka bicara
* Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
* Antusias dan ekspresif
* Ceria dan penuh rasa ingin tahu
* Hidup di masa sekarang
* Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
* Berhati tulus dan kekanak-kanakan
* Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
* Umumnya hebat di permukaan
* Mudah berteman dan menyukai orang lain
* Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
* Menyenangkan dan dicemburui orang lain
* Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)
* Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan
* Menyukai hal-hal yang spontan
KELEMAHAN:
* Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
* Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
* Susah untuk diam
* Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)
* Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
* RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
* Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
* Mudah berubah-ubah
* Susah datang tepat waktu jam kantor
* Prioritas kegiatan kacau
* Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
* Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
* Egoistis
* Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
* Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”

KORELIS - Si Kuat


KEKUATAN:
* Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif
* Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan
* Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
* Bebas dan mandiri
* Berani menghadapi tantangan dan masalah
* “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
* Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat
* Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas
* Membuat dan menentukan tujuan
* Terdorong oleh tantangan dan tantangan
* Tidak begitu perlu teman
* Mau memimpin dan mengorganisasi
* Biasanya benar dan punya visi ke depan
* Unggul dalam keadaan darurat
KELEMAHAN:
* Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)
* Senang memerintah
* Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai
* Menyukai kontroversi dan pertengkaran
* Terlalu kaku dan kuat/ keras
* Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik
* Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci
* Sering membuat keputusan tergesa-gesa
* Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain
* Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan
* Workaholics (kerja adalah “tuhan”-nya)
* Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf
* Mungkin selalu benar tetapi tidak populer

Kamis, 23 Oktober 2014

20 Oktober 2014

Hari itu adalah hari yang random untuk aku. Hari ke3 hpku rusak tak bernyawa. Kesulitan adalah yang aku rasakan saat itu, karena hp sangat bermanfaat untukku di kurikulum 2013 ini. Semua itu membuat awal di Senin yang cerah menjadi kelabu rasanya, bukan karena lebay, entah apa yang aku rasakan saat itu, sangat tak bersemangat untuk beraktivitas.

Minggu, 05 Oktober 2014

Kotak Rahasia untuk Suamiku

Alkisah terdapat pasutri yang telah tua renta, usia mereka sangat lanjut dan usia pernikahan mereka telah mencapai angka 60tahun.

Dalam perjalanan pernikahannya, kedua pasutri ini tidak sekalipun terlibat konflik yang tidak selesai, mereka hidup dalam keterbukaan satu sama lain, bahagia dan saling menghargai. Akan tetapi, diantara mereka ada satu rahasia besar yang mereka sepakati untuk tidak diumbar, yakni mengenai Kotak Rahasia.

Kotak Rahasia ini miliki si istri. Istri meminta kepada suami untuk tidak sekalipun membuka isi kotak tersebut kecuali waktunya telah tiba. Dan si suami menghormatinya.

Hingga suatu ketika, istri jatuh sakit. Ia harus dirawat di rumah sakit. Karena merasa waktunya telah dekat, ia pun berkata kepada suaminya."Wahai suamiku, bawalah Kotak Rahasia itu kemari. Taruhlah ia disisiku dan aku akan beritahukan isinya kepadamu", pintanya.

Bergegas suami mengambilnya ke rumah dan kemudian selang beberapa saat, Kotak Rahasia telah ada di hadapan mereka berdua, di sebuah kamar rawat inap rumah sakit.

"Sekarang bukalah", kata istri. Dengan penuh rasa penasaran suami membukanya dan terkejutlah ia ketika melihat isi kotak itu.

Ternyata isinya hanya boneka rajut yang berjumlah 2 buah dan segepok uang yang dililit menggunakan karet gelang. "Banyak sekali uang ini, berapa jumlahnya?", tanya suami keheranan. "Kurang lebih 950jt", jawab istri. Dan suami pun semakin kaget."Bagaimana bisa?, maukah kau menjelaskan apa maksud boneka dan uang ini wahai istri ku?", suami berusaha meminta istri menjelaskan.

Dengan terbata bata, sembari menahan sakit, istri pun menjelaskan.
"Ketahuilah suamiku, pertama aku ingin berterimakasih atas pernikahan yang telah kita jalani. Yang kedua, nenekku berpesan kepadaku agar sebisa mungkin hindari marah kepada pasangan dalam kehidupan berumahtangga. Kalau kau tak bisa, maka ketika engkau marah, rajutlah sebuah boneka", terang istri.

Suami menghela napas dan merasa bahagia karena selama 60thn, ia hanya 2 kali membuat istrinya marah. Hal ini ditandai dengan adanya 2 boneka rajut.

"Baiklah", timpal sang suami. "Kemudian apa maksud uang ini?", tanyanya. Sang istri pun menjawab pelan, "Wahai suamiku, uang itu dapat engkau pergunakan untuk membiayai sakitku ini. Perlu engkau ketahui bahwa uang itu adalah hasil penjualan boneka rajut yang selama ini telah aku buat demi menahan amarahku kepadamu".

JREEENGG!!!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Laa tagdhob wa lakal jannah, ungkap Rasulullah Muhammad Shollallahu wa alaihi wa salam dalam riwayat At Thabrani.

Jangan marah maka bagimu surga. Orang yang kuat tidak dapat ditandai dari fisiknya yang kekar. Akan tetapi ia disimbolkan dengan kemampuannya mengendalikan amarah.

Setiap manusia berpotensi untuk marah dan sangat didukung oleh situasi tertentu agar bersikap marah.

Maka cobalah satu detik sebelum marah pikirkan hadits diatas, jika ingin surga maka tinggalkan marah dan jika tidak ingin surga maka silahkan marah.

Semoga bermanfaat :)

END

Senin, 22 September 2014

Ketika Cinta disalahgunakan

Masa masa dimana kita menggunakan seragam putih abu abu. Seperti kalimat sebelumnya, manusia di dunia ini tak hanya hitam dan putih, melainkan banyak sekali yang abu abu. Sulit ketika kita memperjuangkan sesuatu yang putih, tapi dengan mudah yang hitam ikut mencampuri.

Ketika cinta datang sebagai hitam, tapi kita mengira bahwa itu si putih kebahagiaan. Pada dasarnya cinta memanglah indah, bahagia, penuh canda dan tawa, itulah yang kita pikirkan tentang cinta. Tapi apakah semua itu berlaku ketika kita memegang tangannya? Mencium tangannya? Dan bercanda tawa dengannya?

Cinta hanya indah ketika Allah telah memberi waktunya. Bukan kita yang membuat cinta itu datang dan meracuni kita. Tapi biarlah Allah yang memberikan cinta sejati kita, dimana ia akan menjadi pasangan dunia dan menuntun kita ke jalan-Nya.

Bukankah sekarang banyak sekali fenomena remaja, dimana ia berpacaran, berzina, dengan cueknya mereka lakukan semua itu di depan umum. Tak sadarkah mereka, tak malukah mereka, tak tahukah mereka tentang cinta yang sebenarnya? Inilah dimana cinta diselewengkan, cinta menjadi sebuah permainan, dan cinta disalahgunakan. Cinta dapat membuatnya lupa akan waktu, lupa akan teman, lupa akan pekerjaan, lupa akan rumah, lupa akan Allah. Naudzubillahimindzalik.

Teman, marilah kita meraih cinta-Nya terlebih dahulu. Malulah kalian dengan kerudung dan hijabmu, namun kamu berzina didepan umum. Malulah kalian ketika si dia memegang tanganmu. Malulah kalian ketika Allah tanya, "apa yang telah kamu lakukan di dunia?" Dan kamu hanya bisa menjawab, "pacaran dengan dia." Apakah semuanya bisa menjadi syafaat ketika di akhirat? Tidak. Sama sekali tidak. Cintailah mereka karena Allah, bukan karena dunia. Hanya sahabat yang dapat memberikan syafaatnya nanti, yang tentunya sahabat yang benar benar baik kepada kamu, dan sahabat yang selalu mengajak kamu dalam kebaikan.

Dimasa ini pula, kita sangat membutuhkan sosok sahabat sejati. Yang bisa mengingatkan kita apabila salah, dan selalu hadir dimana hati kita suka dan duka. Namun sosok seorang sahabat sejati sangat sulit kita dapatkan, tapi apa salahnya ketika kita mencoba menjadi sahabay sejati yg insyaAllah akan Allah berikan sahabat sejati pula kepada kita. Lagi lagi mulai dari diri kita, dan Allah akan ganti semuanya.

Berawal dari suka mengingatkan, mengajak kebaikan, membawa kebenaran, mengerti keadaan, itu salah satu contoh dimana sahabat sejati bisa berperan. Yang pasti bukan sahabat yang membiarkan sahabatnya pacaran kan? So, penting kah peran sahabat untuk kamu? Yang selalu bisa membahagiakan kamu di dunia maupun di akhirat? Bukan pacar yang cuma bisa mainin perasaan dan akhirnya cuma jadi mantan. And, think again?

Allah akan senantiasa memberikan sahabat dan cinta sejati, cinta terbaik, cinta yang benar benar murni adanya. Bukan karena hasil perzinahan, tapi Allah akan memberikan cinta tersebut sesuai dengan diri kita. Maka perbaikilah diri kita, bukan bermain diri dan hati. Karena seburuk buruknya lelaki di dunia, ia membutuhkan sesosok wanita baik dan sholehah. Let's go to better muslimah! InsyaAllah. Bismillaaaaah.

Sabtu, 06 September 2014

Sepolos Anak Kecil

Sekolahku berdekatan dengan Masjid Raya Bogor, karena itulah kami selalu dituntut sholat berjamaah ketika waktu sholat dzuhur tiba. Tidak jauh, hanya harus berjalan 5 menit dari sekolah, kemudian siswa dan siswi memenuhi tempat wudhu dan kamar mandi masjid, itulah kegiatan rutin kami setiap hari.

Tapi hari ini ada yang beda, aku mendapat sebuah cerita untik dari seorang nenek pengunjung Masjid Raya bersama cucunya yang hendak ke kamar mandi untuk memakai pampers dan dua orang gadis kecil kakak beradik yang hendak mengantre di kamar mandi yang sama.

Nenek itu bersama seorang cucunya, umurnya berkisar 60tahun keatas. Dan kedua gadis tersebut memakai baju yang bermotif sama, hanya beda warna saja, memiliki gaya rambut yang sama dan wajah yabg mirip. Kira kira mereka berumur 5 tahun dan 4 tahun.

Ketika nenek hendak mengantre untuk buang air, sang cucu membawakan tas sang nenek dan menemani beliau untuk ke kamar mandi. Namun karena antrean mulai panjang, mungkin nenek tersebut sudah tidak sabar. Dan akhirnya dipakailah pampers untuk manula tersebut di tempat wudhu. Untungnya yang lain sibuk berwudhu dan tidak memperhatikan apa yang nenek tersebut lakukan. Tetapi ada dua anak yang terus memperhatikan nenek tersebut, sebutlah lili dan lala.

Seorang manula memang mulai kembali seperti anak kecil, mulai dari tingkah laku, sifat, emosional, dan lain sebagainya. Semua pengunjung yang melihat itu mewajarkan saja, karena kita mengerti memang begitulah sifat nenek ketika menjelang usianya. Sang cucu membantu neneknya untuk ganti, kemudian merapikan tasnya.

Terdengar bisik dua anak polos yang tak mengerti hal tersebut,
"Kak, kok nenek itu pake pampers ya?"
"Mungkin dia males ke kamar mandi dek."
"Bukannya gak boleh ya?"
"Gaboleh apanya?"
"Kok males sih.. kan gak boleh males"
"Udah dek biarin aja.. kitamah jangan males."

Aku yang tepat berada dibelakang mereka, terus memperhatikan pembincangan aneh dari anak itu. Sambil tertawa dan melihat dengan mimik muka berbeda karena penasaran. Kemudian aku menyeletuk,
"Kenapa dek? Kok ngeliatin neneknya terus? Ada yang salah?"
Nadaku sedikit menyindir saat bertanya kepada kedua anak itu, walaupun mereka tidak mengerti, tapi tatapan mereka saat melihat nenek itu seperti mengejek. Seakan aku tak terima.
"Gapapa kok kak, habis gak malu aja dia kok buka celana diluar. Haha" anak itu tertawa.
"Kalian gaboleh gitu, nanti juga kaian bisa kaya gitu kalo udah gede. Hayo..." aku membalasnya dengan senyuman.
"Akumah gamau kayak gitu kak." Celetuk adiknya.
"Memangnya bisa menolak apa yang Allah takdirkan?" Tanyaku layaknya bertanya kepada anak remaja.
"Maksudnya apa kak?" Anak kecil tersebut bingung dengan apa yang aku maksudkan.

Tak lama aku masuk ke kamar mandi karena antrean sudah menunjukku untuk masuk, begitupun adik tersebut yang berdua masuk ke kamar mandi.

Dari cerita tersebut, dapat kita simpulkan bahwa ketika kita dewasa atau bahkan manula nanti, kita sama sekali tidak bisa mengatur apa yang telah diatur oleh Allah. Seperti contohnya adalah ketika sikap kekanak kanakan kita kembali muncul saat kita manula,  perasaan malu sudah mulai berkurang dan harus dituntun kemana mana. Memang waktu tak ada yang tau, entah sampaikah umur kita dimasa tua, tapi setiap orang manula akan seperti itu. Maka wajarkanlah, janganlah penuh emosi dan jengkel ketika nenek atau kakek kita mulai rewel dan ngeribetin. Toh kelak kita akan menjadi sosok yang serupa seperti mereka, bahkan entah tidak tau akankah kita akan dibimbing anak anak atau cucu kita disetiap harinya.

Tak ada salahnya kita berbuat kebaikan untuk menyenyejukkan hati. Apalagi jika kebaikan itu untuk kita dan orangtua kita. Nenek dan kakek kita adalah bentuk dari orangtua kita. Maka kasihi lah mereka selagi mereka ada, sayangilah mereka sampai mereka mengakhiri hidupnya. Karena peran mereka untuk kita sangatlah banyak, hanya kebaikan dan hormat kepada mereka untuk membalas segala jasanya.

wassalamualaikum. Wr.wb

Minggu, 24 Agustus 2014

Apresiasi Allah

Assalamu'alaikum. Kali ini mau share cerita berhikmah. Semoga bisa diambil amanahnya. Aamiin.

Sebut saja namanya Pak Misrun. Seorang mandor sebuah pengembang perumahan. Selama ini perusahaan yang mempekerjakannya selalu puas atas kinerjanya. Usianya sudah menginjak kepala enam. Fisiknya sudah terlihat rapuh.

Pernah suatu waktu, Pak Misrun yang sadar fisiknya tidak seprima 20 tahun yang lalu menyampaikan untuk mengundurkan diri. Tapi selalu ditolak halus oleh pimpinannya. Sampai tibalah di hari itu, Pak Misrun ingin berpamit untuk berhenti kerja.

Namun, kali ini sepertinya akan dikabulkan. Boleh, jika Pak Misrun ingin mengundurkan diri tapi mohon kerjakan satu proyek rumah untuk yang terakhir kali, ujar sang pimpinan.

Pak Misrun sebenarnya sudah tidak bisa menikmati segala macam pekerjaannya ini. Sehingga, meski diterima, tapi tidak dengan semangat seperti awal-awal dia bekerja.

Kali ini dia mengerjakannya asal-asalan, setengah hati, dan cenderung yang penting selesai, pilihan bahan-bahan bangunan dan furnitur pun tidak seperti biasa.

Singkat cerita, selesai sudah proyek rumah besar tersebut. Dan Pak Misrun pun berniat menghadap sang pimpinan. Beberapa kunci rumah dan kamar di genggamnya.

Namun, ketika hendak masuk ruangan si bos, sekretaris kantor memberi kabar si bos sedang mengerjakan umrah dan menitipkan dua amplop besar untuknya. Penasaran dengan isi dari dua amplop tersebut, Pak Misrun membukanya dengan seksama.

Amplop pertama berisi ucapan terima kasih perusahaan kepada beliau atas pengabdiannya selama ini. Sedangkan amplop kedua berisi Surat Sertifikat Tanah.

Sedikit terkaget, ketika isi surat kepemilikan tanah tersebut ternyata mencantumkan nama beliau sebagai pemilik dari rumah yang baru saja diselesaikannya.

Terselip secarik kertas kecil, tulisan tangan sang pimpinan, Dengan telah dibukanya kedua amplop ini saya mengucapkan untuk terakhir kalinya ucapan terima kasih atas pengabdian yang tulus dari Pak Misrun untuk perusahaan ini.

Sebagai tanda mata kami, mohon berkenan menerima satu unit rumah dengan seluruh isi yang telah Pak Misrun siapkan. Kunci langsung saja dipegang untuk selamanya oleh Pak Misrun. Kontan, berbagai gejolak rasa menyergap hatinya.

Di antara rupa-rupa rasa itu adalah penyesalan yang tak terhingga. Kenapa, untuk terakhir dia bekerja, dia tidak maksimal mengerjakan proyek yang sebenarnya direncanakan untuk sebuah hadiah atas pengabdiannya selama ini.

Ikhwah, begitulah sebuah fragmen cerita untuk kita unduh hikmahnya. Ternyata atas semua pengabdian kita selama ini, pada titik tertentu pasti Allah akan memberi apresiasi yang tidak kita duga sebelumnya. Dan itu adalah haq.

Apresiasi Allah terkadang sesuai dengan yang sudah kita kerjakan atau bahkan dilebihkan dari yang telah kita persembahkan (baca QS al-Muzamil, 20). Wallahu a'lam.

Maka ikhlaslah menjalankan semuanya, rasa capai atau letih memah sering menghantuin jiwa dan raga kita, sehingga membuat kita seakan ingin putus asa dan tak bergairah jalani hidup. Tapi sadarkah kalian, keikhlasan dan apa yang kita jalani adalah kebaikan yang kita lakukan untuk diri sendiri?

Jumat, 22 Agustus 2014

Dari yang Kecil kita Bersyukur

Bismillahirrahmaanirrahim..
Kali ini aku akan menceritakan pengalaman menarik yang insyaAllah bisa menjadi inspirasi kita untuk menjadi orang yang lebih baik.

Hari ini aku sekolah seperti biasa. Naik transpakuan tujuan baranang siang untuk mengantarkan aku ke dekat sekolah. Yap, aku harus jalan beberapa meter dari tempat pemberhentian transpakuan untuk sampai ke gerbang sekolah. Lumayan melelahkan pastinya, itulah kegiatan rutin saat mau ke sekolah atau pulang dari sekolah. Tak lupa juga aku selalu membasa basmallah untuk memulai hari yang insyaAllah penuh berkah.

Tadi pagi, aku tidak dapat kursi transpakuan karena hari ini aku berangkat agak telat, biasanya jam 5.30 tapi aku baru berangkat pada pukul 5.45 dari rumah. Jelas transpakuan sudah penuh dengan berbagai penumpang, entah mau sekolah atau kerja, atau bahkan melakukan kegiatan lainnya.

Saat aku berdiri, tak lupa aku bayar sebelum aku turun. Kemudian beberapa penumpang turun di halte tertentu, otomatis beberapa orang yang lain berusaha mengambil kursi kosong yang tersedia. Hanya aku dan salah satu anak kecil yang tidak memperebutkan satu kursi kosong yang tersisa. Terlihat anak berpakaian putih merah ini melihat terus kearah kursi. Seakan dia ingin sekali duduk tapi mungkin dia malu. Tapi aku tidak tega melihatnya terus berdiri sampai tempat tujuan. Kemudian aku memjlai percakapan,
"Dek, mau duduk?" Tanyaku kepadanya.
"Nggak, kaka saja.." jawabnya pelan.
Kemudian anak bertas pink itu berdiri memegang kursi.
"Nggapapa dek duduk aja.. kaka pegel kalo duduk." Saranku kepada dia, supaya dia gak malu.
Kemudian dia duduk dan menyambutnya dengan senyum kepadaku. Entah kenapa aku senang saat itu, seakan kebahagiaan yg dia dapatkan adalah yang aku dapatkan juga. Dengan headset yang aku pakai untuk.mendengar murottal di pagi hari, aku berdiri sebelah kursi adik tersebut. Ternyata dia turun lebih dulu dariku, lalu ketika dia ingin turun, dia berkata "duluan yah kak." Kemudian tersenyum.

Alhamdulillah pagi yang cerah aku dapatkan. Dengan bertemu gadis kecil tersebut, dia berangkat jauh dari rumah, padahal masih duduk dibangku sekolah dasar. Usahanya berangkat pagi ternyata sama seperti aku saat ini.

Dan sepulang sekolah tadi, aku pulang agak telat karena ada latihan nasyid lagi. Aku pulang dari sekolah pukul 17.20 dan berjalan kaki selama 10 menit ke terminal transpakuan yang berada di dekat botani square. Belum lagi karena menunggu TP penuh, jam 18.00 baru jalan.

Seperti biasa, aku bersama kedua temanku dinda dan shabira untuk pulang bareng. Rumah mereka memang searah denganku, lebih lengkap lagi kalau kita pulang bareng adil dan deva. Lengkaplah sudah rombongan tranpakuan jalan baru. Haha.

Ketika hari sudah mulai gelap, perjalanan selama 30menit akhirnya mengantarku sampai ke depan perumahan. Aku turun dari transpakuan dan bergegas menyebrang karena belum sholat maghrib. Namun tiba tiba, datanglah seorang ibu yang sudah berumur memegang tangnku erat lalu berkata, "bantu ibu nyebrang juga ya nak.."
Dengan senyun aku menjawab, "iya bu.. ayo pegangan tangannya aja."
Lalu ibu tersebut berkata, "iya, pinggang ibu sedang sakit. Tolong dibantu ya.."
"Iyaaa.. ibu tinggal dimana?" Tanya ku.
"Di blok depan, kamu dimana nak?" Tanya baik ibu tersebut.
"Di ujung komplek bu, lumayan jauh dari depan." Jawabku.
Ditengah tengah saat menyebrang, aku berbincang cukup lama dengan ibu tersebut. Kemudian sampailah kami ke sebrang setelah menyebrangi 2 jalan besar yang cukup ramai.

Kemudian ibu tersebut mengucapkan terimakasih kepadaku. Lalu aku bertanya, "iya ibu sama sama.. ibu pulang naik apa?"
Kemudian ibu menjawab, "naik ojek nakk..."
Kemudian aku berkata, "hati hati dijalan ibuu..."
"Iya terima kasih banyak ya nak..." ibu tersebut mengelus pundakku dan tersenyum pulang. Lalu aku melihatnya terus sampai ia naik ojek dengan benar. Kasian sedang sakit. Setelah itu aku pulang.

Kejadian hari ini memang tidak berkesan, bahkan setiap orang juga pernah atau sering terjadi. Tapi pelajaran yang dapat diambil adalah, bagaimana kita harus bersyukur karena hidup ini. Bersyukur atas nafas kemarin, hari ini, dan berdoa untuk kesempatan esok hari. Selalu ucapkan bismillah insyaAllah berkah.

Dengan si gadis dan si ibu, aku bahagia bisa.menemukan orang baik seperti mereka. Orang yang ramah dan menghargai oranglain. Dan percayalah bahwa sebuah kebaikan akan menimbulkan berkali lipat kebaikan yang akan datang kepada kita. Semoga Allah mengabulkan doa kita. Aamiin.

Selasa, 19 Agustus 2014

Dibalik Doa yang Tidak Terkabul

Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong.

Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.

Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz.

Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.

Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.

Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.

Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya. Semoga kisah ini menjadi dapat pelajaran bagi kita semua... Aamiin

Minggu, 17 Agustus 2014

Kurikulum 2013

Sekolahku baru saja menggunakan kurikulum baru, yaitu kurikulum 2013 atau yg akrab disapa dengan sebutan kurtilas. Sekolah lain sudah setahun lebih dulu menggunakan kurikulum ini, namun karena ada sesuatu jadi barulah ini pertama kali sekolahku memakainya.
Kurikulum yang baru ini tentu sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Di kurikulum ini, siswa dituntut untuk mencari kebutuhannya sendiri, mengerjakan apa yang telah diperintahkan guru, mencari sumber informasi darimana saja sesuai apa yang telah ditentukan sebelumnya, menggunakan sistem.point untuk penilaian, dan berbagai ketetapan lain yang kini aku dan beberapa temanku jalani.

Dengan adanya kurikulum baru, tak selamanya siswa menyukai dan siap menghadapi ini. Dengan kurikulum baru, Pekerjaan Rumah atau PR selalu menyertai perjalanan pulang kita alias selalu ada PR. Entah yang ada di buku atau tudak, yang jelas saat pelajaran yang akan datang PR tersebut harus sudah selesai, jika tidak maka berlakulah sistem point. Tidak semua siswa bisa bertanggung jawab atas segala yang diberikan dan diajukan oleh kurikulum baru, yang pasti kita akan lebih capek, lebih sedikit waktu luang, lebih sering memakai otak untuk diisi maupun untuk diasah, lebih harus mempersiapkan energi, lebih padat dengan kegiatan disekolah, dan lebih menguras segalanya.

Tapi tak selamanya semua merugikan kita, apa yang kita punya semuanya pasti ada hikmahnya. Dengan kurikulum 2013 kita bisa belajar bagaimana mencari materi, kita bisa semakin bertanggung jawab dengan segala tugas yang diberikan, kita bisa semakin rajin dengan mengerjakannya, kita diajar untuk disiplin dengan sistem point yang diberlakukan, tak hanya itu, mungkin masih banyak jebaikan yang bisa kita ambil dari diberlakukannya Kurikulum 2013 ini.

Sebagian temanku dan termasuk aku, mengeluh dengan adanya kurikulum ini. Tapi apa boleh buat, beribu ribu keluhan dan kritik yang kita lontarkan atau kita beberkan secara umum, tak akan membuat semuanya berubah begitu saja. Tak membuat tugas tugas ini selesai begitu saja, dan tak membuat kurikulum ini berhenti dijalankan. Apaboleh buat, kita disini sebagai peran dalam pendidikan. Maka apapun yang kita dapatkan, itulah naskah yang harus kita jalankan. Bukan hanya sekedar dibaca lalu disimpan, tapi harus dihayati dan penuh dengan ekspresi.

Untuk teman teman, semangat lah karena perjuangan masih panjang. Belum lagi kitabharus lewati dua kali Ujian Nasional dan mengembangkan kemampuan di perguruan tinggi nanti. Janganlah banyak mengeluh dan putus asa, ikhlaskan dan pandang semuanya denga positif, agar semua yang negatif hilang dari fikiran kita, rasa malas tak mampir dalam fikiran kita, dan selalu semangat untuk sekolah. Kalian tidak sendiri menjalankannya, kita bersama sama mengikuti prosedur ini, maka marilah kita semangat bersama untuk Kurtilas ini. Semoga apa yang kita lakukab dengan ikhlas, akan memberikan dampak yang baik untuk kita dimasa depan. Aamiin ya Rabb.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.

Sabtu, 16 Agustus 2014

Sekolah baru, teman baru.

Assalamua'alaikum..
bismillahirrahmaanirrahim. hal kecil yang setiap hari aku ucapkan sebelum aku berangkat sekolah. hari yang penuh ceria akan tercipta ketika kita kembali membuka mata. Jangankan menghirup nafas segar di pagi hari, membuka mata dan sadar dari tidur kita itulah salah satu rahmatNya yang patut kita syukuri dan harus kita ucapkan beribu terima kasih kepada. Alhamdulillah, Maha Besar Allah.

Akhirnya aku bisa melanjutkan sekolah menengah pertama di Madrasah Aliyah Negri 2 Kota Bogor, tak pernah aku sesali sebelumnya, lagi lagi itu semua berkat doa kedua orang tua dan kesempatan yang Allah berikan. mendapatkan salah satu sekolah terbaik dan berkesempatan berteman dengan orang baru.

Sekarang aku menempati kelas XMIA2, yaitu kelas 10 Jurusan Matematika Ilmu Alam 2. Aku bangga dan sangat bersyukur karena bisa masuk di kelas ini. Terasa tak ada keraguan saat pertama kali aku memasuki kelas ini. Awalnya memang tak seindah dengan apa yang aku pikirkan, mendapatkan teman baru yang berbeda dnegan MOS kemarin, akan lebih sulit untukku beradaptasi kembali, tapi pikirku lanjut, tak ada salahnya kita mempunyai banyak teman, dengan menambah orang orang baru disekitar kita.


Teman pertamaku adalah Afghanistan, yaitu 40 orang yang berkarakteristik sangat berbdea. merekalah yang mengenal aku pertama kali di MAN2. aku bersyukut bisa berkenalan dengan mereka. mereka asyik dan sangat menginspiratif. dari mereka aku bisa tertawa dan memulai hari baruku kembali ceria. mengungkit senyuman dari masa lalu dan kembali dengan bahagia yang baru. but, benar kata orang, kita tak perlu teman yang sempurna atau orang yang spesial, asalkan mereka ada untuk kita aja itu salah satu kebahagiaan yang sangat sulit didapatkan. yap, mereka adalah temen seperMOSan aku, haha. Merekalah yang membuka lembaran hidupku di SMA.

XMIA2 tak kalah dengan mereka mereka di afghanistan. Mereka semua asik, kekompakan yang baru saja kami buat yaitu mempersiapkan lomba untuk 17 Agustus. Memang pada awalnya mereka semua pendiam dan hanya bisa berbincang dengan teman sebangku, namun aku mulai menarik perhatian mereka dan membuka kepercayaan diri mereka agar mereka mau dan bisa berbicara didepan orang banyak, tanpa ada rasa malu sedikitpun. alhamdulillah dengan berjalannya waktu, mereka mulai percaya diri dan terbuka kepada teman yang lain, dan kekompakkan mulai bergairah dikelas ini.

Aku akan bercerita sedikit tentang hari ini..
Hari ini adalah lomba 17 Agustus, walaupun kemerdakaan sebenarnya hari esok, tapi karena adanya upacara untuk besok, jadi lomba diadakan hari ini. Baju merah menghiasi para peserta lomba dikebanyakan kelas. Mereka antusias dengan berbagai atribut, seperti kelasku yang memakai label merah putih dipipi. Disinilah aku menemukan sedikit kekompakan didalam kelas ini, dengan diawali berdoa bersama dan teriak bersama sama agar kita menang pada hari ini. senang rasanya punya kelas seperti ini, semua kompak dan bisa menerima pendapat oranglain.

Tidak lupa kita juga berfoto ria untuk dokumentasi haha. Hari ini memang campur aduk, senang iya, dan kecewa iya. Kelasku sama sekali tidak memenangkan salah satu lomba, haha mungkin kemenangan bukan ada dipihak kami saat ini, namun keceriaan yang terbentuk di kelas tadi menciptakan kerinduan ketika aku tak bersama mereka. "Alhamdulillah kita nggak menaaaaang!!" Teriak kita bersama mengakhiri kegiatan hari ini, Hahahaha.

Walau harus jauh aku melangkah menuju sekolah, dengan berjuta semangat, waktu, dan ongkos yang tak murah. Berangkat 5.30 AM dan pulang 5.30 PM, seharianlah aku berada di Sekolah. Tapi tak apa, apa yang aku punya sekarang ialah apa yang terbaik untuk aku saat ini. Tak bisa kutolak dan tak bisa berubah. Ketika matahari belum terbit, aku sudah mulai bergegas mengejar keberangkatan transportasi umum yang sering penuh karena penumpang lain. Hari senin adalah hari yang sangat padat, semua orang bekerja dan sekolah dan mengejar waktu masuk yang lebih pagi. Itulah salah satu cobaan.

Belajar dan bersekolah di tengah kota adalah hal kecil yang terkadang membuat malas, apalagi orang seperti aku, yang bertempat tinggal dipinggiran kota. Aku harus bisa semangat menjalani hari hari yang aku lewati, mau sebanyak apapun rintangan yang aku hadapi, dari mulai bangun pagi lalu berjalan kaki, kemudian mengambil wkatu untuk sarapan, dan kalau telat, lewatlah waktu makan, itu yang harus bisa aku lewati meski bukan hanya sehari. Berikan aku semangat jalani hari baruku, yaAllah, aku tahu aku pasti bisa. Bismillah..

Sekian yaaa..
wassalamu'alaikum, wr. wb.

Minggu, 27 Juli 2014

Kematian itu Dekat

Bismillahirrahmaanirrahim..
Ramadhan yang telah datang kepada kita tahun ini, semoga menjadi pelajaran untuk kita dan diberikan kekuatan keimanan dari allah agar kita tetap istiqomah dijalan-Nya dan menaati perintahnya. Semoga dengan lahir dan batin yang baru Allah selalu melindungi kita dan memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi yang lebih baik.

Namun, tak selamanya kebahagiaan itu kita dapat ketika hari raya mulai menggema dimana mana. Kisah ini saya ambil dari kisah nyata adik teman saya, yang pernah saya temui dan rasanya dekat dengan saya.

Hari ini, pukul 22.10 WIB, beliau meninggalkan keluarganya dengan keadaan yang sangat mencengangkan.

Beberapa hari lalu, ia masuk rumah sakit karena pusing di kepalanya. Berawal dari benturan keras beberapa kali diletak kepala yang sama. Entah pusing kemudian pingsan atau apa, yang jelas karena orangtuanya sangat khawatir, langsunglah dibawanya ke rumah sakit. Ternyata dokter memvonis bahwa adik tersebut ada pendarahan diotaknya, dan menyarankan kepada kelurga untuk melakukan operasi.

Sebagai kakak yang sayang dengan adiknya, temanku meminta doa pada teman-teman untuk mendoakannya. Agar operasi berhasil dan adiknyaa bisa selamat. Dengan keadaan kaget dan khawatir, teman teman senantiasa berdoa untuknya.

Selang satu hari, temanku tersebut mengabarkan kembali kepada teman teman bahwa operasi berhasil. Alhamdulillah saat itu tenang sejenak, namun ternyata keadaannya kritis dan belum sadar. Beliau meminta kembali beribu ribu doa untuk adik tercinta.

Berhari hari kritis dirumah sakit, teman teman berbincang ramai di sosial media dan turut berduka serta mendoakannya agar cepat sadar. Namun apa daya, malam ini, bertepatan dengan malam takbiran, dimana esok hari adalah hari raya kita. Hari dimana kemenangan kita atas bulan ramadhan yg telah lalu, namun kini sedang merundung di keluarga sahabatku kabar duka tersebut, mohon doa semoga beliau diterima disisi Allah. Aamiin.

Dengan begitu, marilah kita terus berdoa kepada Allah dan selalu meminta lindungannya. Dan apabila terjadi keluhan pada diri kita, segeralah minta solusi terbaik dari ahlinya, agar tak berkepanjangan dan telat kira ketahui keadaannya.

Belajar dari kisah tersebut, kita tak pernah tau kapan kita kembali kepada-Nya. Sedekat apapun kita kepada siapapun atau apapun, yang paling dekat dengan kita adalah Kematian. Mati tidak akan pernah kenal dengan waktu dan umur. Bukan berarti kematian itu kejam, tapi melalui kematianlah Allah mengingatkan kita bahwa kita harus selalu siap dengan bekal akhirat kita, karena Allah siap memanggil kita kapanpun itu.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Selasa, 08 Juli 2014

Marhaban Yaa Ramadhan

Assalamu'alaikum..
Marhaban yaa Ramadhan, blogger! Sudah seminggu kita lewati shaum ramadhan iji, semoga Allah melancarkan selalu shaum 3 minggu kedepan, Aamiin ya Rabb.

Dibulan yang berkah ini, aku selalu bersyukur kepada Allah atas hikmah rezeki dan kesempatan sehingga aku bisa menjalankan ibadah puasa tahun ini. Alhamdulillah.

Baru seminggu puasa, masalah dan konflik kini sedang aku alami. Yap, masalah persahabatan yang tak pernah berujung maaf. Awalnya memang ada salah satu sahabatku, dia kesal denganku lantaran ketika kami chat, aku membalasnya dengan jutek. Aku tidak tau saat itu aku jutek, aku hanya chat seperti hiasabya, namun pandangan orang kan berbeda, aku tau maksudnya gimana.

Ketika aku harus minta maaf atas kekhilafanku, akhirnya dia memaafkannya, walau memang kelihatannya masih belum ikhlas memaafkan, karena aku punya feeling yang kuat dan tak jarang akurat. Ternyata benar, keesokkan harinya dia terus mencibirku di socmed. Aku sama sekali tidak menyangka semuanya akan sebesar ini, padahal jelas jelas dia bilang telah memaafkan aku, tapi entah kenapa dia terlalu terendam emosi dan itu sulit untuk mengembalikannya seperti semula.

Awalnya aku biasa aja, bahkan aku tidak pernah berfikir masalahnya akan sebesar ini. Katanya aku yang salah, maka dari itu aku terus memohon maaf kepada dia, tapi tetap saja tidak ada kata maaf, bahkan balas chat aku saja tidak. Mungkin Allah sedang menguji aku, sebagaimana aku bisa dewasa dan bersabar atas semua ini, dan mengajari aku yang harus terus intropeksi diri setiap hari.

Dear sahabat sahabat aku yang disana,
Maaf apabila kesalahan aku berbicara kepada kalian, aku hanya ingin semuanya baik baik saja, aku tau aku terlalu sering mengucapkan kata maaf ini kepada kalian, tapi apa boleh buat, semua manusia tidak pernah luput dari kekhilafan. Aku tidak tau perkataanku menyakitkan hati kalian, maaf karena saat ini pikiranku sedang tidak bisa berfikir positif sebagaimana mestinya. Aku tidak ingin ini terjadi, mohon maafkan aku sahabat. Tapi semua ada ditangan kalian, jika kalian mau memaafkan, insyaAllah kira bisa bersahabat seperti dulu lagi, yang saling mendengarkan curhat, saling sharing, membantu sesama, semua itu berjalan memang sebagaimana mestinya. Tapi jikalau kalian tidak mau memaafkan, baiklah, mungkin kita butuh waktu untuk seperti ini, tapi kalau susah 3 hari lebih kalian tidak memaafkan aku, maka kalian yang harus berhubungan langsung dengan Allah, karena Allah gasuka orang yang bermusuhan.

Aku sadar kesalahan kini dipihak aku, tapi itu semua bukan kesengajaan. Aku berbicara seperti ini, yap inilah aku. Kalian harus mengerti tutur kata yang sering aku ucapkan, karakteristik seorang aku dan perilaku sehari hariku. Maaf kalau tidak suka, tapi inilah aku.

Aku sayang kepada kalian, walaupun kalau kenyataannya kalian tidak sayang denganku. Aku hanya ingin kalian memaafkan, kalau tidak yasudah. Yang penting urusan aku dengan kalian sudah selesai, dan aku akan selalu mendoakan kalian dalam kebaikan, karena bagaimanapun kalian adalah sahabat terbaikku. Karwna di SMA nanti belum tentu aku mendapatkannya sebagaimana aku mendapatkan kalian.

terimakasih banyak untuk segalanya, kalau ini yang terakhir dari aku, mohon maaf. Allah saja Maha Pemaaf apalagi hamba yang seharusnya tidak punya hak yang dibanggakan. Aku cinta kalian sahabat, terima kasih banyak atas suka dan dukanya.

Wassalamu'alaikum..

Jumat, 20 Juni 2014

Thank for June, Allah♡

Assalamu'alaikum wr. Wb.
Hari yang indah. Ketika kita bisa mewujudkan apa yg kita inginkan dan apa yg tidak kita inginkan menjadi kejutan. Terima kasih Allah engkau telah memberikan bulan Juni yang begitu banyak nikmatnya. Terima kasih banyak.

4 Juni, itulah dimana aku berulang tahun. Aku semakin dewasa dan aku semakin semangat untuk jalanin hidup yang mulai berkurang. HAPPY BIRTHDAY ACAAAA! yap, terima kasih untuk teman teman yang sudah turut mendoakanku. Semoga Allah membalasnya, aamiin. Terima kasih juga untuk papa&mama yang sudah membesarkan aku dari tahun ketahun, sampai sekarang diusiaku yang mulai menginjak 15tahun. Terima kasih juga kepada adik dan kakak kakakku atas persahabatan yang senantiasa menemani aku didunia ini bersama keluarga yang lain. Terima kasih untuk semuanya, tiada kuasa selain kuasa-Nya. Thanks for everything, Allah♥

14 Juni, pada saat itulah hari yang aku dan teman temanku tunggu, yaitu hasil Ujian Nasional yang sudah kita perjuangkan hingga titik darah penghabisan pada awal Mei kemarin, inilah akhir dari pembelajaran kita 3 tahun di SMPIT Ummul Quro Bogor. Yap, hasilnya Alhamdulillah kita lulus 100%! Barakallah fi umrik all, semoga kita sukses ditahun yang akan datang, aamiin ya rabb. Kualitas diri seseorang tidak akan pernah kita ketahui selain Allah ujikan kepadanya suatu musibah dan teguran-Nya. Inilah bentuk dimana kita sedang diuji ketika kita telah memiliki ilmu yang bermanfaat, sejauh mana kita bisa menjaga ilmu tersebut dan sejauh mana kita mengerti atas semuanya. Semuanya ada ujian, begitu pula setiap lika dan liku kehidupan kita. Tiada hari tanpa masalah dan cobaan, itulah sebagaimana bentuk Allah menguji kita, so jangan cepat menyerah kawan, kita semua hidup sama, bergantung pada Allah SWT dan bertujuan untuk meraih pula ridho-Nya. Bismillah kita berjihad bersama, Allahuakbar!

15 Juni, perpisahan SMPIT Ummul Quro Bogor, angkatan 10, alhamdulillah berjalan lancar, walaupun tidak seramai tahun tahun sebelumnya, namun perasaan bangga kami hadir ketika prosesi pengalungan sedang berlangsung. Inilah kita, kita bisa sampai lulus karena Allah. Kita bisa melewati semuanya karena dukungan orangtua dan guru tercinta. Kita juga bisa semakin dekat dengan Allah karena penanaman akhlak yang telah diberikan sekolah kepada pribadi kita. Subhanallah, terimakasih atas segalanya, Allah memang tak pernah berhenti memberikan rahmat-Nya. 

16 Juni, kini aku bisa merealisasikan kecintaanku terhadap alam. Aku pernah berharap, akankah suatu saat nanti aku bisa menyaksikan betapa indahnya bumi Allah dengan mendatangi tempat tempat yang subhanallah adanya. Alhamdulillah, hari itu, aku dan 17 temanku yang lain mendaki gunung gede. Allahuakbar, dengan tekadku salam hati ingin sekali menaklukannya, betapa banyak pelajaran yang dapat kami angkat dari pengalaman hiking ini, bagaimana kita bisa saling menolong, menunggu, kerja sama, perhatian, dan peduli sesama. Aku dan temanku sakit kala itu, sedikit kecewa ketika pada akhirnya aku dan temanku, Nipah, tidak bisa melanjutkan perjalanan sampai ke puncaknyaa, namun kekecewaan tersebut terbayar ketika kami berdua mendengar bahwa teman teman kami berhasil menaklukannya dengan selamat, Alhamdulillah. Kebersamaan hari itu memang jarang terjadi, bahkan awalnya ada yang tidak saling mengenal, tapi jadi semakin kenal bahkan akrab. Itulah indahnya kebersamaan, tak pernah kapok untuk kami melakukan hal itu kembali, hehe. Semoga allah memberikan kembali kesempatannya suatu hari nanti. Aamiin.

25 Juni, hari dimana 9c (teman teman sewaktu di SMPIT Ummul Quro Bogor) berkumpul kembali setelah perpisahan, kami mengadakan cucurak di salah satu tempat makan di Bogor. Syukur alhamdulillah Allah masih memberikan nikmatnya hingga kami masih dapat berkumpul menatap wajahnya satu persatu untuk melepaskan rindu kebersamaan yang baru saja hilang seminggu ini. Betapa bahagianya kami, Allah memang tidak pernah berhenti mengucurkan segala rahmatnya serta nikmat yang banyak kepada kami. Atas izin Allah, dengan uang kas yang tersisa, kami makan bersama dengan penuh canda dan tawa. Tak pernah kubayangkan akan mendapat teman seperti mereka, namun entahlah kapan lagi aku mendapatkan mereka diluar sana. Yang jelas tak kan kusia-siakan waktu yang telah Allah berikan kepadaku untuk bersama dengan mereka. Alhamdulillah ya Rabb.

30 Juni 2014. Alhamdulillahirabbil 'alamin.. setelah mengalami kesalahan teknis pada ppdb 2014 haha, akhirnya aku dapat sekolah juga. Ya, Madrasah Aliyah Negri 2 Bogor. Alhamdulillah.. pada dasarnya sekolah itu sama aja, yang membedakan hanyalah prestasi diri kita sendiri.. bertawakal yang aku lakukan, karena sama sekali aku tidak punya cadangan sekolah saat itu. Deg degan sekali rasanya ketika berada diposisi ini, terlintas dipikiranku 'Kalau aku tidak lulus akan sekolah dimanakah aku?' Hatiku terus kusebut nama-Nya. Tak pernah kutinggal dhuha dan tahajjud untuk meraih semua itu. Tidak mudah memperebutkan 300-an kursi dari 1200an pendaftar yang ada, selalu gelisah dibenakku namun aku tetep sabar. Allah tidak pernah memberikan kegagalan sampai disini saja, Allah tau mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Dan inilah sekolah terbaik yang Allah jodohkan untukku. Terima kasih Allah :3

Alhamdulillah, Allah memberikan banyak kejutan di bulan Juni kemarin. Aku begitu bahagia dan sangat bersyukur masih diberikan kesempatan merasakan Juni kemarin. Terima kasih Allah.
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.

Minggu, 01 Juni 2014

Welcome, June!


Assalamualaikum, wr. Wb.

Welcome June! Akhirnya tiba juga bulan yang paling ditunggu tunggu. Haha. Yap¸ setelah menghilang beberapa bulan dari dunia blogger, akhirnya aku memutuskan untuk kembali menulis blogger di bulan Juni ini. Yeaay.

Tinggal menunggu hari, dimana hari itu aku benar benar menuju pribadi yang dewasa, menjadi pribadi yang harus bisa membentuk jiwa al-Furqon, yaitu bisa membedakan yang baik dan yang buruk, aku juga harus bisa membuang sifat kejelekanku yang bisa membuat ketidaknyamanan orang orang disekitarku, aku harus bersikap sedemikian untuk membentuk pribadi yang dewasa dan bermanfaat untuk oranglain.

Yap, 4 juni mendatang, aku menginjakkan usiaku yang ke 15 tahun, 15 tahun aku jalanin hidup ini, 15 tahun aku berpetualang, dan 15 tahun aku belajar di dunia ini, dari mama, papa, dan keluarga, serta orang orang yang ada disekitarku saat ini. Aku akan sangat bersyukur jika aku masih bisa menginjakkan usiaku yang ke16 tahun depan, semoga Allah mengabulkan yang terbaik untukku.

Selama 14 tahun belakangan ini, aku belajar banyak hal. Mulai dari cinta, kebaikan, kejahatan, perjalanan hidup, dan belajar bagaimana aku bisa mencari uang sendiri

Cinta..
Hal yang seharusnya aku belum mengenalnya. Haha. Tapi dengan berjalannya globalisasi, semua itu bisa terjadi gitu aja. Kalau diusiaku, bisa dibilang cinta adalah sebuah perjalanan kita menuju dewasa, yap, ini adalah permasalahan, bukan kebahagiaan. Cinta anak remaja itu nggak seindah cinta orang dewasa, yang udah jelas arahnya kemana dan jelas diperuntukkan untuk seseorang yang diyakini menjadi pasangan hidupnya. Kalau cinta diusia remaja itu labil, kadang bilang iya, kadang bilang engga. Kadang bahagia, kadang menyakitkan, kadang dibutuhkan tapi kadang kalo dipikir pikir ya ngapain juga haha. Ahh sudahlah, biarkan cinta itu datang pada waktunya, dan berharap disaat itulah bener bener aku mendapatkan kebahagiaan cinta yang sebenarnya, bukan saat ini.

Pergaulan..
Disinilah aku benar benar menemukan teman yang baik dan teman yang buruk. Setelah 3 tahun aku duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, aku menemukan teman teman yang begitu beragam, itulah dimana tugasku haru memilih, antara berteman dengan orang baik atau berteman dengan orang orang yang bersifat buruk. Aku senang bisa menemukan mereka, ada yang jujur, apa adanya, ramah, selalu ada untuk teman temannya, tapi disisi lain, aku menemukan mereka yang berkata tidak sopan, yang suka mengucilkan orang, yang suka bohong, yang suka fitnah, yang suka meledek, yang suka ngomongin oranglain dibelakang. Tapi dalam pergaulan tersebut, semua itu bisa menentukan akan kearah baik atau buruknya masa depan, inilah saatnya untuk aku menentukan pilihan. But, life is choice.

Ngomongin masa SMP, aku jadi pengen cerita pengalaman.. Ini cerita nyata yang aku alami saat aku baru masuk sekolah.

Saat itu aku masih tidak begitu mengenal teman teman baru. Yang aku tau hanyalan teman temanku yang berasal dari SD yang sama, yaitu SDIT Ummul Quro Bogor. Saat aku baru masuk smp, aku bertekad akan menjadi orang yang lebih baik, orang yang ngga mau cari masalah kayak di SD, dan ngga mau jadi orang jagoan yang dulu ditakutin di kelas 3 SD sama temen temen.

Aku memang terlahir dengan jiwa yang tidak terlalu feminim, karena orangtuaku nggak terlalu membatasi pergaulanku asalkan masih berada dijalur yang benar, kata mama. Aku terbiasa main sama adik dan kakakku, yang dimana mereka adalah laki laki. Itulah mengapa aku bukan orang yang feminim, tapi aku juga bukan orang yang tomboy. Dan ketika masuk smp ini aku pengen jadi pribadi yang jelas, nggak kayak dulu.

Namun, hal itu sepertinya membuat salah satu temanku terganggu. Ya, dia dulu sering punya masalah denganku. Dia sebenernya orang yang sangat cerdas, Cuma sayangnya dia orang yang sulit mengendalikan keegoisannya dan orang yang sangat ambisius, segala apapun yang dia mau harus terjadi. Begitulah dia. Dan mungkin saat itu dia masih menaruh dendam terhadapku, aku ngga tau.

Ketika aku sedang belajar memperbaiki diri dengan guru baruku, bu Herna, otomatis aku lebih sering berkonsultasi dengannya. Banyak yang aku bicarakan, seperti masalah berpakaian yang baik, sikap kremaja terhadap cinta, pergaulan, dan begitu banyak nasehat yang beliau berikan kepadaku. Tapi diwaktu yang sama, temanku yang bisa dibilang X itu menyebarkan kabar tidak baik mengenaiku, aku dibilang Intel disekolah (yaitu orang yang dekat dengan guru, ya kebih tepatnya tukang lapor). Tapi kenyataannya tidak begitu. Berhubung dia adalah anak yang gaul, si x ini menyebarkan beritanya sampai ke kakak kelas. Sakit hatiku saat itu, tapi yasudahlah.

Ketika aku menceritakan kejadian itu, aku berkonsultasi kembali sama guruku. Lalu guruku berkata, “pakaian itu cerminan diri kita. Lihatlah diri dia, berpakaian aja masih belum jelas keadaannya, makanya dia juga belum bisa mengendalikan dirinya. Sekarang mulai saja dari diri kamu sendiri, perbaiki diri kamu yang belum baik, barulah kita ngurusin oranglain.” Kata kata yang begitu menusuk kedalam jiwaku, membuatku ingin semakin berubah. Pada saat itu aku mulai memanjangkan kerudungku, dan memperbaiki pakaian yang aku gunakan setiap hari.

Tapi karena ketidakpuasannya, si X kembali membuat onar. Dia mengatakan bahwa aku sok ‘alim, aku sok suci, menel, cari perhatian, dan pengen dikira orang baik. Dia mengatakan kepada semua teman angkatan, sampai hamper smeua membenciku, dan percaya tentang gossip itu. Kecuali beberapa temanku dikelas, yang masih percaya aku.

Saat itu aku benar benar ingin terus menangis, bingung dengan keadaan yang seperti itu. Aku ngga bisa apa apa, aku bingung, aku sedih, sakit hati. Tapi berkat guru dan teman temanku saat itu, AKU JADI SEMANGAT LAGI. Aku ingin jadi orang yang bisa dipandang, dan nggak diremehkan seperti saat ini. “Aku pasti bisa punya banyak temen.” Tekadku dalam hati.

Aku mencoba ramah kepada semua orang, terserah mereka respon apa, yang jelas niatku baik, hanya ingin menciptakan harga diri yang baik, dan membuktikan bahwa aku bukanlah orang yang seperti diceritakan si X.

Memang tidak mudah, tapi kini keadaan berbalik. Ketika aku sudah dikelas 3 SMP, aku benar benar merasa banyak orang yang saying sama aku, termasuk adik adik kelasku, mereka semua menghargai aku, dan aku dekat dengan mereka. Aku belajar untuk berteman dengan siapa aja, dan mengambil sisi positif dari pertemanan ini. Dan kini aku telah membuktikan bahwa aku bisa dekat dengan siapa aja, aku punya banyak teman. 

Tapi setelah itu, kini aku dirundung kegelisahan. Bentar lagi perpisahan, dan aku akan meninggalkan mereka, adik adik kelasku yang baik padaku. Memang ini sudah jalannya, tapi begitu sulit aku jalankan .
“kak aca pokoknya harus main kesini ya nanti, biar bisa ketemu.”
“kaka nanti jangan sombong sama aku ya.”
“sukses ya kak sma nya, tapi jangan lupa main.. hehe”
Semua itu bikin aku terus mengingat mereka, aku sayang mereka, dan erat rasanya untuk meninggalkan mereka . semoga aku bisa dan mereka sukses terus disekolahnya, aamiin.

Dari kejadian itu aku juga banyak belajar, kenapa cinta itu ngga perlu dpikirin, kenapa teman itu ada yang malaikat dan ada yang setan, kenapa kita harus jadi orang baik, dan kini aku mengerti perbuatan jahat itu harus dibales sama kebaikan, bukan kejahatan juga.

Pesan aja buat orang yang suka bales dendam, kejahatan itu semuanya bisa dibales sama kejahatan juga, tapi akibat dari kejahatan adalah hal yang justru bikin kita sakit hari dan nggak puas. Bales dendam itu dilarang oleh agama Islam, itulah mengapa Allah menyebutkannya dalam Al Quran, karna Allah ngga mau umatnya bermusuhan.

Untuk orang yang pernah aku sakiti, aku mohon maaf atas segala perbuatanku yang sengaja atau tidak disengaja yang pernah aku perbuat sama kalian. Semua manusia punya masa khilaf dan masa dimana dia akan berubah.

Makasih ya yang udah mau dengerin cerita aku haha. Maaf kalau garing, hehe. Wassalamualaikum, wr, wb.

Multi-Colored Light Pointer